RM
Rabu, 23 Juni 2021 - 20:49 WIB

Bukti Nyata Peran BUMN Tingkatkan Kesejahteraan

Foto/Ist/ECONOMICZONE
Foto/Ist/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Bagi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, urusan BUMN tak sekadar berbicara korporasi besar, melainkan untuk kesejahteraan rakyat. Erick mencontohkan pencapaian yang diraih PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. Dalam akun Instagram yang dimilikinya, Menteri BUMN itu mengunggah video tentang bagaimana berdayanya Mak Iyah seorang pengrajin Payung Geulis di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Mak Iyah adalah nasabah PNM Mekaar yang mampu melukis payung menjadi geulis atau cantik dalam bahasa Sunda, dalam waktu 5 menit saja. Mak Iyah yang saat ini sudah berumur 76 tahun mulai melukis payung sejak duduk di bangku SD. Melalui keterampilannya dalam sehari Mak Iyah bisa melukis hingga 50 payung dan siap dipasarkan. Berdayanya Mak Iyah dan rekan-rekan sesama pengrajin payung geulis, menurut Erick, adalah salah satu peran PNM selaku BUMN yang memiliki fokus pada pemberdayaan masyarakat.

“Semangat Mak Iyah dan seluruh nasabah PNM Mekaar yang sering saya temui ini yang menambah semangat kami di BUMN. Menambah motivasi kami untuk tidak putus asa dalam memberi kemajuan untuk sesama dan bekerja untuk kemajuan Indonesia,” kata Menteri BUMN, Erick Thohir dalam siaran pers PNM di Jakarta, Rabu (23/6).

Bahkan Erick tak segan mencantumkan akun Instagram @payunggeulistasikmalaya dan @payung_tasik agar masyarakat bisa langsung memesannya. Selain Mak Iyah, dalam instagram menteri yang sukses mendapatkan pengakuan internasional atas keberhasilannya menjadi Ketua Penyelenggara Asian Games 2018 itu, ada pula video kisah inspiratif salah satu nasabah PNM ULaMM, Lilis Sumiati.

Lilis adalah seorang pengusaha tahu sejak 1999. Awalnya Lilis dan suaminya hanya mampu memproduksi 7 kg tahu per hari. Namun setelah lebih berdaya dengan bantuan BUMN tersebut kini pabrik yang dimiliki Lilis mampu membuat 3 ton tahu.

Perempuan paruh baya itu pun kini sudah mempekerjakan sekitar 50 orang pegawai dari hanya 4 orang saja ketika awal membuka usaha. Lilis mengakui untuk modal usaha membeli kedelai per hari saat ini dia butuh sekitar Rp50 juta. Untuk mengembangkan usahanya Lilis beserta pekerjanya menawarkan langsung produk tahunya ke pasar-pasar. “Harapan saya punya pabrik, pengen buka lapangan kerja supaya enggak banyak pengangguran,” ujar Lilis menuturkan cita-citanya.

Erick merespon hal itu dengan positif. Keberhasilan Lilis, kata dia, selain atas upaya pemerintah yang aktif mendukung ekonomi kerakyatan khususnya lewat PNM, disokong pula oleh tekad yang kuat dari para pelaku usaha.
“Ibu Lilis membuka jalan untuk para penganggur agar bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan. Salut dengan semangat Ibu Lilis yang berhasil membuka pabrik tahu sebagai lahan usaha baru. Saya percaya setiap orang yang mau berusaha pasti ada jalannya,” imbuh Erick.

Ke depan, untuk melebarkan kepak sayap PNM melalui Kementerian BUMN pemerintah akan melakukan holding yang melibatkan pula PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., serta PT Pegadaian (Persero). Ketiganya diharapkan bersinergi dalam pemberdayaan segmen usaha ultra mikro dalam holding BUMN Ultra Mikro (UMi).

Erick menyampaikan pembentukan holding ultra mikro merupakan wujud keberpihakan pemerintah terhadap para pelaku UKM dan ultra mikro. UKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia sehingga pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menjaga keberlangsungan UKM di tengah pandemi.

“Model bisnis ekosistem ultra mikro akan fokus pada pemberdayaan bisnis melalui PNM, dan pengembangan bisnis melalui Pegadaian dan BRI untuk membuat usaha mikro naik kelas sehingga bisa memasuki tahapan yang lebih tinggi,” kata Erick.

Sementara itu, Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan melalui holding BUMN di segmen UMi dan UMKM akan memacu masyarakat terkategori prasejahtera memiliki akses pendanaan yang lebih terstruktur dalam satu ekosistem. Harapannya, masyarakat prasejahtera bisa cepat ‘naik kelas’ dan memperbesar usaha mereka bahkan membantu dalam penyerapan tenaga kerja.

Melalui holding yang melibatkan pihaknya dengan BRI dan Pegadaian, Arief optimis pertumbuhan bisnis dan aktifitas pemberdayaan PNM ke depan berpotensi makin besar dan nasabah program PNM Mekaar akan memperoleh keuntungan yang lebih baik lagi, seperti penurunan bunga pinjaman.

“Peran pemberdayaan tetap diperankan oleh kami, PNM, dengan adanya Super App yang menjadi pendukung kerja karyawan kami. Juga pemanfaatan agen Brilink, jadi segmen ultra mikro yang kami sasar lebih efektif. Nasabah akan mendapatkan keuntungan dengan akses pendanaan lebih murah dan cepat,” ujarnya.

Sebagai informasi, hingga 21 Juni 2021 PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 19,45 triliun kepada nabasah PNM Mekaar yang berjumlah 9,7 juta nasabah. Saat ini PNM memiliki 2.902 kantor layanan Mekaar dan 688 kantor layanan ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 Provinsi, 415 Kabupaten/Kota, dan 4.820 Kecamatan.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
1 jam yang lalu
Transformasi Digital BRI Picu Sharing Economy di Tengah Masyarakat
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. terus melakukan transformasi digital untuk menciptakan pertumbuhan kinerja di masa depan. Transformasi digital tersebut memberikan dampak besar terhadap sharing economy di tengah masyarakat. Dalam transformasi digital hal utama adalah bukan…
 
Nasional
1 jam yang lalu
Layanan KRL Pagi Ini Berjalan Tertib, Pengguna Mulai Beradaptasi Dengan Layanan di Stasiun Manggarai
Pengguna KRL pada Senin pagi (27/9) tercatat meningkat jumlahnya dibanding Senin pekan lalu. Namun pengguna dapat tertib mengikuti penyekatan dan protokol kesehatan di stasiun maupun KRL. Para pengguna juga mulai beradaptasi dengan penyesuaian layanan di Stasiun Manggarai.
 
Nasional
20 jam yang lalu
Rawat Satwa yang Terluka, KPI Bangun Klinik Karantina Taman Wisata Alam Sorong
Sejumlah petugas di Taman Wisata Alam (TWA) Sorong, Papua Barat terlihat sibuk menerima kedatangan warga. Para warga datang ke TWA dengan membawa sejumlah satwa ilegal liar dalam kondisi terluka, seperti burung Kakak Tua Raja, Cenderawasih, Lau Lau, berbagai jenis kadal, dan lain-lain.
 
Nasional
23/09/2021 17:42 WIB
Penumpang dari Luar Negeri Wajib Tes PCR di Bandara Soetta
Berdasarkan surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 77/2021, salah satu ketentuan yang harus dipenuhi oleh seluruh penumpang dari luar negeri adalah menjalani tes COVID-19 yakni tes molekuler isotermal (NAAT/jenis lainnya) di bandara kedatangan yang hasilnya dapat diterbitkan…
 
Nasional
23/09/2021 17:30 WIB
Asyik, Rapid Test Antigen di Stasiun Kini Cukup Bayar Rp45.000
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan tarif baru untuk layanan Rapid Test Antigen di seluruh stasiun yang memiliki layanan antigen dari sebelumnya Rp85.000 menjadi Rp45.000 untuk setiap pemeriksaan. Tarif baru ini berlaku mulai 24 September 2021.
 
Nasional
23/09/2021 17:24 WIB
Dukung Prokes Terintegrasi, PeduliLindungi Sudah Digunakan 1 Juta di Bandara AP II
Sebagai upaya penerapan integrasi PeduliLindungi di berbagai sektor, PT Angkasa Pura II (Persero) berkolaborasi dengan stakeholder yakni maskapai,
 
Nasional
21/09/2021 20:54 WIB
Presiden RI Jokowi: Industri Baja Pilar Penting Pertumbuhan Ekonomi
Presiden Joko Widodo dalam peresmian Hot Strip Mill #2 PT Krakatau Steel (Persero) mengungkapkan transformasi BUMN menjadi keharusan agar BUMN-BUMN menjadi BUMN kelas dunia, semakin profesional, semakin kompetitif, semakin menguntungkan, untuk memberikan pelayanan yang lebih baik…
Telkomsel