Gilbert Sem Sandro
Senin, 04 Januari 2021 - 19:51 WIB

Presiden Joko Widodo Luncurkan Bantuan Sosial Tunai Se-Indonesia

Foto/BPMI Setpres/ECONOMICZONE
Foto/BPMI Setpres/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Presiden Joko Widodo resmi meluncurkan bantuan sosial tunai se-Indonesia, dimulai hari ini, Senin (4/1/2021). Menurutnya, bantuan tunai ini diluncurkan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masyarakat.

"Hari ini di awal 2021, saya meluncurkan langsung bantuan tunai se-Indonesia pada masyarakat penerima. Sekali lagi untuk program keluarga harapan (PKH), program sembako dan bantuan sosial tunai (BST),” kata Jokowi saat memberikan keterangan pers saat peluncuran di Istana Negara, Senin(4/1/2021).

Untuk meminimalisir adanya tindak pidana korupsi berupa potongan uang, Presiden mengingatkan kepada para menteri dan jajarannya untuk mengawasi peluncuran bantuan tunai tersebut.

"Saya perintahkan kepada para Menteri dan Gubernur agar mengawal proses penyaluran ini, sehingga bisa cepat dan tepat sasaran dan diawasi tidak ada potongan apapun," tegas Jokowi.

Kemudian Jokowi mengatakan, bahwa bantuan ini akan diberikan dalam beberapa tahapan, dimana untuk PKH akan disalurkan tiga bulan sekali selama tahun 2021. Dan untuk program bantuan sembako akan disalurkan diberikan setiap bulan, dimulai dari bulan Januari hingga Desember 2021.

“Jadi yang PKH ini dalam empat tahap melalui Himbara, bank-bank milik negara. Kemudian yang program sembako akan disalurkan dari Januari sekarang ini, sampai bulan Desember 2021 nanti. Nilainya tadi sudah disampaikan oleh Ibu Menteri Sosial Rp200 ribu per KK per bulan,” jelasnya.

Sementara itu, BST hanya akan diberikan empat bulan pertama saja dengan nilai Rp300 ribu.

“Kemudian bantuan sosial tunai (BST) diberikan selama 4 bulan. Januari, Februari, Maret, April. Dan nilainya Rp. 300 ribu per bulan per KK,” lanjut Jokowi.

Jokowi berharap bantuan-bantuan ini dapat meringankan keluarga-keluarga yang terdampak pandemi covid. Ia juga mengingatkan masyarakat, agar penggunaan dana bantuan ini dapat dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Manfaatkan bantuan secara tepat, utamakan membeli kebutuhan pokok keluarga, belikan sembako,  jangan ada yang digunakan untuk membeli rokok," tutup Jokowi.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
15 jam yang lalu
Jakarta Utara Hadirkan 2.665 Lowongan, Job Fair Dipadati Ribuan Pencari Kerja
Job Fair ini merupakan upaya pemerintah dalam membuka kesempatan kerja, sekaligus mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan dalam satu wadah.
 
Nasional
17 jam yang lalu
Pasar Perkantoran Jakarta 2026 Mulai Pulih Terlihat Dari Terbatasnya Pasokan Ruang
Setelah beberapa tahun bergerak lambat akibat tekanan ekonomi dan perubahan pola kerja, sektor perkantoran kini mulai mengalami peningkatan permintaan.
 
Nasional
19 jam yang lalu
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.743 per Dolar AS
Pelaku pasar dinilai masih mencermati berbagai sentimen global yang memengaruhi arah pergerakan mata uang, termasuk stabilitas dolar AS di pasar internasional.
 
Nasional
20 jam yang lalu
Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Sidang Paripurna DPR RI
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara sebagai bahan pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan RAPBN Tahun 2027 dalam momentum peringatan hari kebangkitan nasional.
 
Nasional
19/05/2026 19:32 WIB
IHSG Ambruk 2,86%, Saham Tambang dan Komoditas Rontok !!
Dari sebelas indeks sektoral, hanya sektor kesehatan yang berhasil bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0.55% Sebaliknya, sepuluh sektor lainnya kompak melemah dan menyeret IHSG makin dalam ke zona merah.
 
Nasional
19/05/2026 18:36 WIB
Kasus Dana Raib di Bank Muamalat, MUQ Langsa Tegaskan Terus Cari Kepastian Hukum
Hal tersebut setelah sebelumnya pihak MUQ Langsa melaporkan hal ini ke Polda Aceh beberapa waktu lalu yang hingga kini masih tahap penyelidikan. Diketahui dana dari uang makan santri itu disebut mencapai miliaran rupiah raib dan kini menjadi perhatian serius pihak yayasan.
 
Nasional
19/05/2026 17:12 WIB
OJK Rilis Dana Kelolaan Reksadana Meningkat Rp 49 Triliun
Peningkatan dana kelolaan menunjukkan tingkat kepercayaan investor domestik terhadap pasar modal tetap terjaga, bahkan di tengah tekanan sentimen global.
Telkomsel