Wisnu Cakra
Rabu, 23 Mei 2018 - 19:42 WIB

Penandatanganan Loan Facility Agreement HBAP dengan CEXIM Bank

Penandatanganan Loan Facility Agreement HBAP dengan CEXIM Bank
Penandatanganan Loan Facility Agreement HBAP dengan CEXIM Bank
Dummy

ECONOMIC ZONE - Anak Usaha PT Bukit Asam Tbk. atau PTBA, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) bersama China Export Import (CEXIM) Bank menandatangani Loan Facility Agreement yang akan digunakan untuk pendanaan pembangunan PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 dengan kapasitas 2 x 620 MW, Rabu (23/05) di Jakarta.

Penandatanganan dilakukan oleh Geng Kecheng, Direktur Utama PT HBAP dan Xu Li, Vice President CEXIM Bank. Melalui penandatanganan Loan Facility Agreement ini, CEXIM Bank akan memberikan pinjaman sebesar 75% dari total biaya proyek atau senilai USD 1,26 miliar.

Sementara sisa total biaya proyek senilai USD 420 juta akan didanai oleh pemegang saham yaitu 45% oleh PTBA dan 55% oleh China Huadian Hongkong Company Ltd. Sebelumnya, pada 19 Oktober 2017 lalu telah ditandatangani amandemen Power Purchase Agreement (PPA) PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 antara HBAP dengan PT PLN (Persero).

PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 sendiri merupakan bagian dari program pemerintah untuk membangun PLTU 35.000 MW. PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 ini dibangun oleh PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) sebagai Independent Power Producer (IPP) yang merupakan konsorsium PT Bukit Asam Tbk dan China Huadian Hongkong Company Ltd.

Nantinya, HBAP juga akan membangun jalur transmisi dari PLTU Sumsel 8 ke Gardu Induk PLN di Muara Enim sejauh 45 km. Listrik dari PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 sendiri akan dialirkan untuk Sumatera Grid menggunakan jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV.

Konstruksi PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 diharapkan dapat dimulai pada awal Kuartal III tahun 2018, dengan masa konstruksi 42 bulan untuk Unit I dan 45 bulan untuk Unit II. Sehingga, diharapkan akan mencapai Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2021 untuk Unit I dan tahun 2022 untuk Unit II.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
06/08/2026 17:57 WIB
Kuatkan Kolaborasi Ekosistem, AAJI Dorong Langkah Nyata Lewat KAPJ
Melalui penguatan ekosistem tersebut, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan dengan berkontribusi dalam penurunan out of pocket (OOP) belanja kesehatan nasional.
 
Nasional
06/08/2026 15:32 WIB
CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor
Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan syariah, optimalisasi pemanfaatanlayanan transaksi digital, serta dukungan terhadap pengembangan UMKM dan unit usaha di lingkungan UNIDA Gontor.
 
Nasional
06/08/2026 14:51 WIB
OJK: Industri Perbankan Syariah 2025 Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.000 Triliun
OJK menjelaskan bahwa Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) masih menjadi penggerak utama industri dengan kontribusi lebih dari 90 persen terhadap total aset perbankan syariah nasional.
 
Nasional
06/08/2026 14:34 WIB
Piala Dunia 1938: Ketika Italia Mengangkat Trofi, Hindia Belanda Membuka Jalan bagi Indonesia (3)
Di turnamen yang sama, sebuah tim dari wilayah yang masih bernama Hindia Belanda melangkah ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya.
 
Nasional
06/08/2026 13:25 WIB
Ekonomi Melampaui Ekspektasi, Mirae Asset Soroti Sikap Selektif Investor
Meski IHSG kembali menguat, reli pasar dinilai belum sepenuhnya didukung oleh saham-saham berfundamental besar maupun arus masuk investor asing."IHSG memang melanjutkan penguatan, tetapi kualitas reli masih terbatas.
 
Nasional
06/08/2026 12:18 WIB
Pertumbuhan ekonomi: Rilis data PDB domestik kuartal II 2026 berada di atas perkiraan pasar.
Pergerakan pasar didominasi saham yang menguat. Tercatat 296 saham naik, 87 saham turun, dan 580 saham tidak mengalami perubahan harga.
 
Nasional
06/08/2026 11:52 WIB
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Triwulan II-2026, Semester I Catat Pertumbuhan Tertinggi dalam 5 Tahun
Capaian tersebut diraih di tengah perekonomian global yang bergerak dalam arus silang antara tekanan konflik global dan akselerasi teknologi, dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang diproyeksikan International Monetary Fund (IMF) hanya sebesar 3,0%.
Ad Placholder