Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon L.P. Napitupulu (tengah) berpose bersama Komisaris Utama BTN, Suryo Utomo dan jajaran Komisaris dan Direksi lainnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Kamis (23/4). Dalam RUPST tersebut, BTN menetapkan laba bersih 2025 sebesar Rp3,5 triliun sebagai laba ditahan untuk memperkuat permodalan dan mendorong ekspansi kredit dengan target pertumbuhan 8–10% pada 2026. Perseroan juga menyiapkan rencana pengambilalihan portofolio kredit secara selektif dari institusi keuangan lain dan prudent sebagai bagian dari strategi pertumbuhan.Foto/RoniMawardi/ECONOMICZONE
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon L.P. Napitupulu (tengah) saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Kamis (23/4). Dalam RUPST tersebut, BTN menetapkan laba bersih 2025 sebesar Rp3,5 triliun sebagai laba ditahan untuk memperkuat permodalan dan mendorong ekspansi kredit dengan target pertumbuhan 8–10% pada 2026. Perseroan juga menyiapkan rencana pengambilalihan portofolio kredit secara selektif dari institusi keuangan lain dan prudent sebagai bagian dari strategi pertumbuhan.Foto/RoniMawardi/ECONOMICZONE
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon L.P. Napitupulu saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Kamis (23/4). Dalam RUPST tersebut, BTN menetapkan laba bersih 2025 sebesar Rp3,5 triliun sebagai laba ditahan untuk memperkuat permodalan dan mendorong ekspansi kredit dengan target pertumbuhan 8–10% pada 2026. Perseroan juga menyiapkan rencana pengambilalihan portofolio kredit secara selektif dari institusi keuangan lain dan prudent sebagai bagian dari strategi pertumbuhan.Foto/RoniMawardi/ECONOMICZONE
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon L.P. Napitupulu (kedua kiri) berpose bersama usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Kamis (23/4). Dalam RUPST tersebut, BTN menetapkan laba bersih 2025 sebesar Rp3,5 triliun sebagai laba ditahan untuk memperkuat permodalan dan mendorong ekspansi kredit dengan target pertumbuhan 8–10% pada 2026. Perseroan juga menyiapkan rencana pengambilalihan portofolio kredit secara selektif dari institusi keuangan lain dan prudent sebagai bagian dari strategi pertumbuhan.Foto/RoniMawardi/ECONOMICZONE
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon L.P. Napitupulu (tengah) berpose bersama Komisaris Utama BTN, Suryo Utomo dan jajaran Komisaris dan Direksi lainnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Kamis (23/4). Dalam RUPST tersebut, BTN menetapkan laba bersih 2025 sebesar Rp3,5 triliun sebagai laba ditahan untuk memperkuat permodalan dan mendorong ekspansi kredit dengan target pertumbuhan 8–10% pada 2026. Perseroan juga menyiapkan rencana pengambilalihan portofolio kredit secara selektif dari institusi keuangan lain dan prudent sebagai bagian dari strategi pertumbuhan.Foto/RoniMawardi/ECONOMICZONE
ECONOMIC ZONE - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon L.P. Napitupulu (tengah) berpose bersama Komisaris Utama BTN, Suryo Utomo dan jajaran Komisaris dan Direksi lainnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Kamis (23/4). Dalam RUPST tersebut, BTN menetapkan laba bersih 2025 sebesar Rp3,5 triliun sebagai laba ditahan untuk memperkuat permodalan dan mendorong ekspansi kredit dengan target pertumbuhan 8–10% pada 2026. Perseroan juga menyiapkan rencana pengambilalihan portofolio kredit secara selektif dari institusi keuangan lain dan prudent sebagai bagian dari strategi pertumbuhan.Foto/RoniMawardi/ECONOMICZONE
Komentar