ECONOMIC ZONE - Pasar dilaporkan bereaksi positif setelah calon presiden terpilih periode 2024—2029 Prabowo Subianto memanggil sejumlah calon menteri di di kediamannya di Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (11/10).
Para calon menteri yang dipanggil Prabowo tersebut adalah menteri yang saat ini masih menjabat. Terdapat nama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani Respons positif pasar setidaknya ditunjukan dengan melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 0,17% sehingga berada pada posisi Rp 15.529 pada pukul 9.10 WIB.
Data RTI, Selasa (15/10/2024) menunjukan, dolar AS dibuka pada level Rp 15.555 pada posisi tertinggi dan terendah Rp 15.529. Secara year to date, dolar AS menguat 0,87%. Sementara, secara year on year dolar AS melemah 1,15%. Dolar AS juga melemah terhadap beberapa mata uang lain. Dolar AS melemah 0,04% terhadap dolar Australia, melemah 0,04% terhadap poundsterling, dan melemah 0,07% terhadap yen. Di sisi lain, dolar AS menguat 0,01% terhadap euro, menguat 0,20% terhadap yuan, dan menguat 0,01% terhadap dolar Singapura.
Diungkapkan Direktur Pengembangan Big Data Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto, ia meyakini tidak akan ada gejolak di pasar lantaran tak ada kejutan dari calon-calon menteri bidang ekonomi yang dipanggil Prabowo.
"Sentimennya secara umum positif bagi pasar, tapi karena tidak ada surprise [kejutan] sehingga ya mungkin juga akan datar-datar saja. Jadi kalau misalkan ada faktor global yang lebih dominan, faktor kabinet dalam konteks respons pasar itu jadi ternetralisir," jelas Eko kepada Bisnis (15/10/2024).
Menurut ia, jika banyak menteri bidang ekonomi era Presiden Jokowi yang bakal dipakai lantaran Prabowo menjanjikan keberlanjutan. DIsisilain, para pelaku bisnis sudah mengetahui rekam jejak para menteri-menteri tersebut selama lima tahun terakhir. Hal tersebut membuat dianggap upaya menjaga sisi stabilitas sehingga pasar merespons secara positif.
"Di mana ketika ekonomi global, geopolitiknya tensinya sangat tinggi saat ini, terus kemudian ekonomi tetap ingin tumbuh, ya aspek stabilitas tentu diutamakan," jelas Eko.
Namun Eko mencermati, perlu ada menteri dengan semangat baru yang dapat menggenjot perekonomian agar mampu bertumbuh hingga 8% seperti yang dicanangkan Prabowo. Stabilitas saja tidak bisa menjamin pertumbuhan ekonomi 8%. Bila Sri Mulyani Indrawati kembali menduduki kursi menteri keuangan untuk menjaga stabilitas, seharusnya menteri di bidang perdagangan, perindustrian, dan sejenisnya harus membawa semangat akseleratif.
"Perlu menteri-menteri di sektor riil itu yang harusnya lebih akseleratif kebijakannya sehingga nanti sisi kebijakan fiskal benar-benar bisa punya daya dukung kepada sektor-sektor riil tersebut," katanya.
Tak hanya itu. Eko pun mendorong Prabowo tetap mengutamakan menteri ekonomi dari kalangan profesional daripada berlatar belakang politik agar pasar memberi respons lebih positif.
Komentar