Aldhi Chandra
Kamis, 11 Juni 2020 - 18:57 WIB

Zenius Bantu Siswa Berikan Apresiasi Atas Perjuangan Gurunya Selama Pembelajaran

Foto/Ist/ECONOMICZONE
Foto/Ist/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Proses belajar-mengajar tatap muka di ruang kelas yang kini menjadi pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan internet, menciptakan banyak cerita dan pengalaman baru, termasuk di antara para siswa yang saat ini telah menjalaninya selama tiga bulan terakhir. Dari berbagai penjuru Indonesia, Zenius mendapati banyak siswa ternyata
merindukan interaksi langsung dengan gurunya. Interaksi lewat layar telepon pintar atau komputer ternyata membuat para siswa ini menyadari bahwa kehadiran guru dalam hidup mereka ternyata lebih dari sekedar pengajar materi saja.

Memahami bahwa jauh di atas kecanggihan teknologi, kehadiran guru sebagai panutan dan pembimbing karakter tidaklah dapat digantikan, Zenius, yang merupakan pionir edtech di Indonesia, mengajak para siswa bercerita mengenai inovasi dan dedikasi guru yang memberikan inspirasi dan semangat bagi mereka selama masa pembelajaran jarak jauh ini,
melalui digital campaign #THRUntukGuru.

Amanda Witdarmono, Chief of Teachers Initiatives Zenius Education, mengatakan, “Kami melihat bahwa selama masa pembelajaran jarak jauh ini, peranan para guru tetap menjadi sesuatu yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Di saat mereka tidak dapat bertatap muka dengan para siswanya, guru dituntut untuk memberikan inovasi dan berdedikasi untuk tetap memberikan atensi yang penuh kepada siswanya meski dengan cara komunikasi yang berbeda. Kami mengadakan kontes ini dengan misi untuk memperlihatkan dan menyebarkan awareness terhadap inovasi dan dedikasi yang diberikan para guru di masa yang sulit ini, dari sudut pandang siswa mereka.”

Salah satu cerita yang paling menarik, yang juga merupakan pemenang dari kontes yang berbasis pada media sosial ini datang dari Izzan Faruqy Azzahir, siswa kelas satu SMA/MA di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat. Izzan membagikan kisah dari salah satu gurunya yang telah ia anggap sebagai sosok “orang tua pengganti” selama tinggal di Pesantren. Melalui postingannya di Instagram, Izzan bercerita mengenai sosok Nia Kurniawati, yang biasa dipanggil Ibu Nia, guru mata pelajaran Kimia di SMA/MA Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut.

“Jujur, sepanjang masa pandemi saya merasa sulit untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, terlebih dengan sistem pembelajaran daring yang dinilai jauh dari kata efektif. Ingin rasanya protes tentang hal ini, tetapi hal itu seolah terkubur ketika mendengar cerita salah satu guru saya, yaitu Ibu Nia. Beliau tentunya tidak akan pernah menyangka pembelajaran akan dilaksanakan secara daring. Dan ternyata itu semua terjadi sekarang sehingga mau tak mau beliau harus beradaptasi dengan realitas yang terjadi.

Banyak kendala yang terjadi ketika beliau melangsungkan pembelajaran, mulai dari; koneksi internet yang tidak stabil, candaan siswa/i ketika pembelajaran berlangsung dan koneksi hati yang terbatasi. Tetapi, beliau kerjakan semua itu tanpa keluh kesah, dan tetap bertekad bulat untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan maksimal,” ujar Izzan.

Bagi Izzan, sosok guru seperti Ibu Nia memberikan pengajaran yang baik baginya dan teman-temannya dengan memberi contoh. Kesabaran dan perhatian yang Ibu Nia tunjukkan baik pada masa sebelum PSBB maupun selama proses pembelajaran jarak jauh, menarik kesadaran dari dirinya untuk lebih mau terlibat dalam proses belajar itu sendiri. “Ibu Nia telah menjadi sosok ‘Ibu’ bagi saya dan teman-teman, sebagai tempat berkeluh kesah, tidak hanya mengenai pelajaran tapi juga untuk masalah yang saya hadapi di sekolah,” ujarnya.

Guru Juga Mau Belajar dan Beradaptasi Demi Kepentingan Anak Didiknya Nia Kurniawati telah mengajar sejak tahun 2012, bahkan saat masih berkuliah di tahun pertama Jurusan Pendidikan Kimia di UIN Bandung. Ia mengakui, bahwa sebelum memilih kampus, hatinya sudah mantap untuk menjadi guru.

“Ketika pandemi ini datang, sistem belajar-mengajar pun ikut berubah secara mendadak. Awalnya saya lumayan mengalami kesulitan untuk beradaptasi ke cara mengajar dari jarak jauh seperti ini. Terlebih, saya memiliki kurang lebih 70 siswa yang harus saya ajar setiap harinya dan saya harus membagi waktu juga untuk mengawasi anak saya yang masih balita di rumah.

Karena itu terkadang saya baru bisa live streaming jam 8 atau jam 9 malam.” ungkap Ibu Nia. Inovasi dan adaptasi menjadi kunci baginya agar dapat membangkitkan semangat dan gairah belajar anak didiknya. “Agar belajar tidak melulu menjelaskan teori dan membuat para siswa bosan, saya sebagai guru kimia berinisiatif untuk menjalankan salah satu materi praktikum berupa tutorial membuat hand sanitizer. Respon para siswa lumayan baik dan mereka sangat
antusias mengikuti praktikum saya. ” ujar Ibu Nia.

Berbagai platform untuk mengajar dari rumah telah dicoba oleh Ibu Nia. Secara mandiri, ia mencari tahu bagaimana cara menggunakannya. Bukan hanya itu, Ia lalu memanfaatkan media chat group untuk memberikan tugas, dan meminta anak didiknya mengerjakan dengan tulisan tangan agar tidak ada aksi saling mencontek. Selain itu, untuk menjaga semangat para siswanya, Ibu Nia juga membuat jadwal tersendiri untuk menanyakan kabar anak didiknya
secara personal.

Izzan berharap, dengan mengikuti kontes #THRUntukGuru dari Zenius, Ia dapat memberikan apresiasi atas perhatian yang Ibu Nia telah berikan baginya dan teman-temannya. Di satu sisi, inovasi dan keinginan belajar yang ditunjukkan oleh gurunya ini, membuat Ia justru bangga dan terinspirasi agar tidak mengeluh menjalani pembelajaran jarak jauh. “Saya bangga memiliki guru seperti Ibu Nia dan seluruh guru di penjuru nusantara yang berjuang di garda terdepan
untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.” tambah Izzan.

Kontes yang berbasis pada media sosial ini mengundang para siswa untuk turut berpartisipasi dan menceritakan pengalaman mereka berkomunikasi dan belajar dengan para guru mereka di saat pembelajaran jarak jauh. Peserta dapat berbagi cerita melalui postingan foto dan teks di akun sosial media pilihan mereka (Instagram, Twitter, atau Facebook) yang dimulai dengan tagar #ZeniusIniGuruku dan diakhiri oleh #THRuntukGuru. Cerita yang dicari adalah bagaimana
guru mereka telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan memprioritaskan para siswa mereka sembari memberikan kebutuhan siswa selama periode belajar jarak jauh.

Kontes ini telah diadakan mulai dari tanggal 14 Mei hingga 25 Mei 2020 dengan 104 cerita telah masuk dari seluruh siswa di berbagai penjuru nusantara. Guru dari tiga cerita paling inspiratif ini, masing-masing mendapatkan uang tunai sebesar 5 juta rupiah dan bagi siswa/i pengirim cerita mendapatkan uang tunai senilai 1,5 juta, 1 juta, dan 500 ribu rupiah beserta merchandise dari Zenius.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
05/10/2026 18:29 WIB
Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global
Dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan pada 30 September 2026, OJK menyebut perekonomian global menghadapi tantangan berupa kenaikan inflasi, eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga minyak, serta risiko very strong El Nino terhadap harga pangan dan komoditas pertanian.
 
Nasional
04/10/2026 15:12 WIB
Azka Corbuzier Debut di Film Action “Home, Almost”, Tayang Perdana di New York
Azka Corbuzier melakoni debut akting melalui film pendek bergenre drama-action “Home, Almost” karya sutradara Tumpal Tampubolon. Film produksi Aftersun Creative bersama Dektos tersebut akan menjalani world premiere sekaligus berkompetisi di Urbanworld Film Festival 2026 di New…
 
Nasional
03/10/2026 20:34 WIB
CIMB Niaga Hadirkan OCTO untuk Pejuang Mimpi, Permudah Kelola Keuangan hingga Kejar Mimpi
Melalui OCTO, generasi muda dapat mengelola kebutuhan finansial sehari-hari, menabung, berinvestasi, mempersiapkan dana untuk masa depan, serta menikmati berbagai pengalaman hidup secara lebih bijak.
 
Nasional
03/10/2026 18:45 WIB
Festival Palang Pintu XVII Hadirkan Ragam Budaya Nusantara di Kemang
Kegiatan ini melibatkan ratusan pelaku seni dan budaya serta memberdayakan 250 pelaku UMKM.
 
Nasional
02/10/2026 17:20 WIB
DENNY JA TERIMA AMA APPRECIATION AWARD 2026, SEBAGAI PEMIMPIN KORPORASI YANG BERDAMPAK
Penghargaan diberikan dalam AMA Indonesia Conference 2026 yang mengangkat tema “From Management to Wealth Creation,” sebuah tema tentang perubahan makna kepemimpinan korporasi.
 
Nasional
02/10/2026 17:02 WIB
CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026: Menginspirasi Generasi Muda untuk Berani Mengeksplorasi Potensi Diri
CIMB Niaga percaya bahwa proses menemukan mimpi sering kali melibatkan perjalanan yang tidak mudah, namun keberanian untuk melangkah adalah kunci utamanya.
 
Nasional
01/10/2026 17:57 WIB
Padukan Mobilitas Premium dan Seni Kontemporer, BMW Indonesia Jadi Luxury Mobility Partner Art Jakarta 2026
Dalam kemitraan tahun ini, BMW dan MINI menyerahkan total 5 unit kendaraan premium untuk mendukung kelancaran mobilitas para tamu penting, kurator, dan pengisi acara Art Jakarta 2026.
Ad Placholder