EKA
Jumat, 11 September 2020 - 12:22 WIB

Dampak Pandemi Covid-19, Bank Mandiri Perkuat Manajemen Data

Foto/Ist/ECONOMICZONE
Foto/Ist/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Dalam rangka menghadapi krisis akibat pandemi COVID-19, Bank Mandiri memperkuat data analisis agar mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan situasi yang terjadi. Penguatan data analisis ini merupakan salah satu bagian dari transformasi digital yang dilakukan Bank Mandiri. Lewat transformasi ini, Bank Mandiri mampu menganalisis data dengan cepat dan mengelola lebih dari 100 juta rekaman data setiap hari.

“Pendekatan berbasis data saat ini menjadi sangat krusial dalam mengatasi dampak pandemi COVID-19 terhadap bisnis kami maupun nasabah,” kata Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Hery Gunardi di Jakarta, Kamis (10/9).

Sebelumnya, Bank Mandiri telah menggandeng platform Cloudera dan Tableau untuk memperkuat kapabilitas data analisis. Melalui dua platform tersebut, Bank Mandiri dapat meningkatkan ketahanan (resiliency) dan agility dalam menjaga perkembangan bisnis serta membantu mengelola dampak pandemi COVID-19. Saat ini, Bank Mandiri dapat menyelaraskan kompleksitas proses data, melakukan tata kelola data, dan melakukan analisis multifungsi di tengah perubahan situasi tanpa mengorbankan keamanan data, tata-kelola, serta ketentuan yang berlaku.

Untuk mengantisipasi potensi krisis yang lebih dalam akibat pandemi, Bank Mandiri membangun Enterprise Information & Decision Platform sebagai sarana memonitor operasional bank. Top manajemen dapat mengambil keputusan dengan cepat berdasarkan informasi yang tersedia di dashboard. Informasi fokus pada 3 hal yang utama, yaitu (1) memantau likuiditas dan transaksi harian di 2.564 kantor cabang dan 1.748 jaringan mikro secara real-time, (2) Kondisi kesehatan pegawai dan (3) Perkembangan program restrukturisasi kredit. Pemantauan ini bertujuan untuk mempertahankan layanan terbaik bagi nasabah, menjaga agar transaksi tertata dengan baik dan mendukung bisnis nasabah.

Data perubahan zona paparan COVID-19 juga dapat diketahui secara mudah dengan menggunakan data analisis. “Dengan demikian, keputusan tentang operasional cabang, penyampaian informasi kepada para nasabah, serta laporan ke para pemangku kepentingan, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa semakin cepat,” ujar Hery.

Fokus berikutnya adalah memantau status kesehatan 76.477 pegawai yang bekerja di 12 kantor regional, 90 kantor wilayah, dan 2.564 kantor cabang setiap hari. Hanya dalam hitungan jam, lanjut Hery, dasbor pada platform ini dapat menentukan karyawan berisiko terpapar COVID-19 atau tidak dengan pengelolaan data terkait lokasi kerja (kantor atau rumah), jenis transportasi yang digunakan, maupun pola pergerakan mereka setiap hari. Dengan informasi ini, Bank Mandiri dapat mengambil keputusan berbasis data mengenai pengaturan tim dan meminimalisir risiko ribuan karyawannya terpapar COVID-19.

Kemudian, Bank Mandiri juga fokus dalam mempercepat proses restrukturisasi pinjaman. Pada fokus ini, Bank Mandiri dapat mempertahankan service level agreement dengan para nasabah dan membangun analisis yang dapat mempercepat proses restrukturisasi pinjaman.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
18/10/2021 14:28 WIB
Pertumbuhan Meningkat Hingga 35 Persen, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman
laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan pertumbuhan perekonomian pada semester 1 tahun 2021 sekitar 3.1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan, pada Q3 2021, diproyeksikan pertumbuhan ekonomi di rentang 4%-5% year-on-year.
 
Nasional
18/10/2021 14:26 WIB
BNI Life Bayarkan Uang Pertanggungan Rp1,2 Miliar Kepada Nasabah
PT BNI Life Insurance (BNI Life) kembali membayarkan uang pertanggungan kepada nasabah. Uang pertanggungan Rp1,2 Miliar diserahkan secara simbolis di kediaman ahli waris.
 
Nasional
18/10/2021 14:21 WIB
Pencegahan Varian Baru Covid-19, Penumpang Pesawat Luar Negeri Wajib Karantina
Pandemi COVID-19 belum berakhir, namun varian baru seperti varian Mu dan Lambda bermunculan di beberapa negara.
 
Nasional
15/10/2021 19:06 WIB
PLN Targetkan 15 Juta Pelanggan Unduh PLN Mobile hingga Akhir 2021
Hingga akhir 2021, PT PLN (Persero) menargetkan 15 juta pelanggan akan menggunakan layanan aplikasi PLN Mobile. Saat ini, jumlah pelanggan yang mengunduh aplikasi PLN Mobile di Play Store dan AppsStore lebih dari 11 juta.
 
Nasional
15/10/2021 19:04 WIB
Sambut 35 Tahun Operasional KA Babaranjang, KAI Hadirkan Lokomotif Livery Vintage Era Tahun 1953-1991
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan kembali livery lokomotif era tahun 1953 – 1991 pada 3 unit Lokomotif seri CC 202. Peluncuran lokomotif seri CC 202 dengan livery vintage ini dilakukan untuk memperingati 35 tahun operasional KA Batu Bara Rangkaian Panjang (Babaranjang)…
 
Nasional
15/10/2021 18:59 WIB
Jelang WSBK 2021, Menko Perekonomian Tinjau Kesiapan Bandara Internasional Lombok
Menjelang kedatangan peserta dan panitia perhelatan World Superbike (WSBK) 2021, Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto meninjau kesiapan Bandara Internasional Lombok.
 
Nasional
13/10/2021 17:35 WIB
Garap TOD, Adhi Commuter Properti Gandeng China Railway
PT Adhi Commuter Properti (ADCP), pengembang properti terintegrasi dengan transportasi massal, menjalin kerjasama dengan China Railway 20 Bureau Group Corporation (CR20G) untuk mendukung penyelesaian sejumlah proyek hunian yang sedang dikerjakan anak usaha PT Adhi Karya Tbk.
Telkomsel