Dewan Penasihat Prasasti Center for Policy Studies Hashim Djojohadikusumo (tengah), dan Burhanuddin Abdullah (kedua kanan), Board of Experts Prasasti Halim Alamsyah (kedua kiri), Direktur Eksekutif Prasasti Nila Marita (kiri), Direktur Riset Prasasti Adhi Nugroho Saputro (kanan), Peraih Nobel Ekonomi 2024 Prof. James A. Robinson (ketiga kiri), dan Staf Ahli Menko Perekonomian Raden Pardede (ketiga kanan) berfoto saat peluncuran riset "The Missing Graduation" pada acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10). Forum tersebut membahas hasil riset Prasasti tentang masih sedikitnya bisnis di Indonesia yang mampu naik kelas serta pentingnya kebijakan sektor swasta untuk mengatasi hambatan ketenagakerjaan, perizinan, dan pungutan liar yang menghambat pertumbuhan usaha.Foto/RoniMawardi/ECONOMICZONE
Board of Advisors Prasasti Hashim Djojohadikusumo menyampaikan sambutan penutup dalam Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).Foto/RoniMawardi/ECONOMICZONE
Board of Advisors Prasasti Burhanuddin Abdullah menyampaikan sambutan pembuka dalam Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026). “Pemerintah dapat menetapkan arah, tetapi kelembagaanlah yang mengubah ambisi menjadi capaian. Kemakmuran tumbuh ketika kesempatan terbuka, persaingan sehat, dan aturan memberi kepastian,” ujarnya.Foto/RoniMawardi/ECONOMICZONE
Peraih Nobel Ekonomi 2024 Prof. James A. Robinson menyampaikan pidato kunci bertajuk “How to Achieve 8% Economic Growth” dalam Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Menurut Robinson, masyarakat yang maju membutuhkan institusi inklusif yang memberi lapangan bermain setara bagi semua orang.Foto/RoniMawardi/ECONOMICZONE
Direktur Riset Prasasti Adhi Nugroho Saputro memaparkan riset unggulan The Missing Graduation dalam Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Riset ini menemukan bahwa hambatan yang membedakan usaha berkapabilitas tinggi dengan usaha tertinggal sebagian besar berkaitan dengan aspek kelembagaan, yakni persoalan ketenagakerjaan, regulasi dan birokrasi, serta pungutan liar.Foto/RoniMawardi/ECONOMICZONE
Dewan Penasihat Prasasti Center for Policy Studies Hashim Djojohadikusumo (tengah), dan Burhanuddin Abdullah (kedua kanan), Board of Experts Prasasti Halim Alamsyah (kedua kiri), Direktur Eksekutif Prasasti Nila Marita (kiri), Direktur Riset Prasasti Adhi Nugroho Saputro (kanan), Peraih Nobel Ekonomi 2024 Prof. James A. Robinson (ketiga kiri), dan Staf Ahli Menko Perekonomian Raden Pardede (ketiga kanan) berfoto saat peluncuran riset "The Missing Graduation" pada acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10). Forum tersebut membahas hasil riset Prasasti tentang masih sedikitnya bisnis di Indonesia yang mampu naik kelas serta pentingnya kebijakan sektor swasta untuk mengatasi hambatan ketenagakerjaan, perizinan, dan pungutan liar yang menghambat pertumbuhan usaha.Foto/RoniMawardi/ECONOMICZONE
ECONOMIC ZONE - Dewan Penasihat Prasasti Center for Policy Studies Hashim Djojohadikusumo (tengah), dan Burhanuddin Abdullah (kedua kanan), Board of Experts Prasasti Halim Alamsyah (kedua kiri), Direktur Eksekutif Prasasti Nila Marita (kiri), Direktur Riset Prasasti Adhi Nugroho Saputro (kanan), Peraih Nobel Ekonomi 2024 Prof. James A. Robinson (ketiga kiri), dan Staf Ahli Menko Perekonomian Raden Pardede (ketiga kanan) berfoto saat peluncuran riset "The Missing Graduation" pada acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10). Forum tersebut membahas hasil riset Prasasti tentang masih sedikitnya bisnis di Indonesia yang mampu naik kelas serta pentingnya kebijakan sektor swasta untuk mengatasi hambatan ketenagakerjaan, perizinan, dan pungutan liar yang menghambat pertumbuhan usaha.Foto/RoniMawardi/ECONOMICZONE
Komentar