RM
Selasa, 14 September 2021 - 16:01 WIB

Visi Pengembangan BRI Group di Masa Depan

Foto/Dok-BRI/ECONOMICZONE
Foto/Dok-BRI/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa BRI Group yang terdiri dari BRI sebagai induk, serta 7 perusahaan anak yakni BRI Agro, BRI Remittance, BRI Life, BRI Finance, BRI Danareksa Sekuritas, BRI Ventures dan BRI Insurance telah mencanangkan visi untuk menjadi The Most Valuable Banking Group in South East Asia & Champion of Financial Inclusion.

“Kami telah melakukan transformasi Brivolution 1.0 sejak tahun 2016 dengan visi ‘The Most Valuable Bank in Southeast Asia and Home to The Best Talent’, namun seiring dengan terjadinya pandemi maka dilakukan transformasi BRIvolution 2.0. Maka kemudian kita lakukanlah evaluasi terhadap BRIVolution 1.0 itu, kemudian kita ciptakan transformasi lanjutannya, yaitu transformasi 2.0 dimana pemicunya adalah tantangan-tantangan yang disebabkan oleh dampak dari pandemi. Maka kemudian visi kita, kita sesuaikan menjadi “The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia & Champion of Financial Inclusion,” kata Direktur Utama BRI, Sunarso di Jakarta, Selasa (14/9).

Sesuai visi tersebut, maka fokus pertumbuhan tidak hanya pada BRI secara bank only namun juga termasuk perusahaan anak yang tergabung dalam BRI Group. BRI Group bertransformasi menjadi penyedia jasa keuangan yang terintegrasi.

“Maka kemudian kami ingin punya perusahaan anak yang merepresentasikan kelengkapan jasa dan produk-produk industri keuangan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Maka bank kita punya, syariah kita punya yang akhirnya di konsolidasikan, diintegrasikan menjadi BSI. Kemudian life insurance kita punya, general insurance kita punya, sekuritas kita punya, investment company kita punya. Menurut saya sekarang kita sudah punya kelengkapan pabrik dari jasa-jasa keuangan. Dan ini lah grup yang kita harapkan,” lanjut Sunarso.

Perusahaan anak BRI nantinya akan difokuskan pada dua fungsi, yakni mendiversifikasi income, dan perusahaan anak juga harus mampu sebagai alat untuk melakukan spreading risk. “Dari sisi risiko, kalau kita taruh di satu perusahaan ternyata risikonya terlalu terkonsentrasi maka kita bisa pecah di perusahaan lain dengan bentuk-bentuk produk yang lain. Misalnya pembiayaan tidak harus melalui loan atau kredit, tapi kita tetap bisa melakukan pembiayaan-pembiayaan dengan format atau produk yang lain, misalnya dengan instrument lain. Kemudian instrument itu karena setiap saat kita bisa jual, kita pegang risiko dalam jangka pendek tapi perputarannya cepat. Mungkin marginnya tipis tapi sering bisa kita turn over. Itu adalah contoh bagaimana kita mengelola perusahaan anak,” pungkas Sunarso.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
5 jam yang lalu
Sumber Daya Melimpah, Erick Thohir Genjot Transformasi PLN
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan kondisi dunia saat ini tengah mengalami ketidakpastian terhadap rantai pasok seharusnya dapat dimanfaatkan oleh Indonesia yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah.
 
Nasional
6 jam yang lalu
Bisnis Minerba Merangkak Naik, IPCC Panen Kargo Alat Berat
Meningkatnya sejumlah harga komoditas tambang di Indonesia yang diikuti dengan sejumlah pemulihan berimbas positif pada pertumbuhan industri Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).
 
Nasional
6 jam yang lalu
Dukung UMKM, BSI Gelar Kompetisi Talenta Wirausaha
Guna mendorong UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional serta membangkitkan ekonomi ummat, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengelar kompetisi Talenta Wirausaha BSI.
 
Nasional
19/01/2022 15:50 WIB
Layani Penerbangan Haji 2022, Garuda Indonesia Siapkan Armada B777-300 ER hingga A330-300
Maskapai Garuda Indonesia mengoptimalkan langkah kesiapan operasional penerbangan haji salah satunya dengan memastikan ketersediaan dan kesiapan armada.
 
Nasional
19/01/2022 15:48 WIB
WIKA Laksanakan Apel Upacara dan Sarasehan Peringati Bulan K3 Nasional
Direktur Operasi II PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., Harum Akhmad Zuhdi memimpin pelaksanaan upacara peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2022 di Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), Halim.
 
Nasional
19/01/2022 15:44 WIB
Indonesia Power Siapkan Lahan Ribuan Hektar Hutan Tanaman Energi
Sekali dayung dua pulau terlampaui, tak hanya dorong penggunaan Energi Baru Terbarukan(EBT), Indonesia Power juga lakukan gerakan untuk kelestarian alam Indonesia dengan tanam lebih dari 5.000 pohon tanaman energi. Acara penanaman perdana dilakukan serentak di seluruh unit kerja…
 
Nasional
18/01/2022 16:00 WIB
DiIndonesiaAja, Garuda Indonesia Hadirkan Program Wisata Nusantara
Maskapai Garuda Indonesia menggelar program “Wisata Nusantara” yang merupakan bagian dari dukungan berkelanjutan Perusahaan terhadap gerakan #DiIndonesiaAja yang menjadi rangkaian dalam inisitiatif Kementerian Pariwisata RI dalam mengakselerasikan pemulihan sektor pariwisata…
Telkomsel