RM
Kamis, 09 September 2021 - 13:42 WIB

Semeter I/2021, Laba Bersih BNI Naik 12,8 Persen Capai Rp5,0 triliun

Foto/Dok-BNI/ECONOMICZONE
Foto/Dok-BNI/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Sepanjang semester I/2021, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, atau emiten dengan kode saham BBNI, mencetak kinerja yang solid dan konsisten melampaui kinerja perusahaan sebelum pandemi. Beberapa poin dapat menjadi catatan pendukung bagi investor BBNI adalah Pertama, Perseroan termasuk entitas bisnis keuangan yang terdepan dalam melaksanakan transformasi digital untuk mempersiapkan pondasi bisnis di masa depan. Kedua, Perusahaan juga melakukan transformasi secara menyeluruh menjadi bank yang berfokus pada profitabilitas. Ketiga, BBNI memiliki valuasi atraktif yang belum mencerminkan kondisi fundamental sebenarnya.

“Dari sisi transformasi, BNI juga kini sudah berbeda dengan kondisi satu atau bahkan dua tahun yang lalu, didukung upaya transformasi yang terus berjalan pada aspek penguatan permodalan, digitalisasi, serta perbaikan kualitas aset. Dalam jangka Panjang, upaya transformasi ini diarahkan untuk membawa BNI menjadi bank dengan profitabilitas yang tinggi di industri. Sementara dari sisi valuasi, rasio Price to Book Value (PBV) BBNI masih di kisaran 0,8x, belum mencerminkan kondisi fundamental yang sebenarnya,” kata Direktur Keuangan BNI, Novita Widya Anggraini dalam public expose secara virtual ditulis Kamis (9/9).

Perseroan menghasilkan Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan atau Pre-Provisioning Operating Profit (PPOP) yang terus tumbuh dalam 5 kuartal terakhir, dimana pada Semester I – 2021 mencapai Rp16,1 triliun. PPOP ini didukung pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (NII) sebesar 18,2 persen YoY atau mencapai Rp19,3 triliun dan Fee Based Income (FIB) yang tumbuh hingga 19,2 persen YoY dari posisi Juni tahun lalu sebesar Rp6,8 triliun. Pencapaian ini diperoleh dengan tidak mudah, di tengah situasi Pandemi yang masih berlangsung dan masih berjalannya program restrukturisasi kredit bagi debitur yang bisnisnya terdampak pandemik. Terdapat tekanan terhadap pendapatan, namun dengan strategi yang tepat, perseroan dapat mempertahankan Net Interest Margin atau NIM pada kisaran 4,9 persen.

Pertumbuhan bisnis terus dilakukan secara selektif dan prudent. Total kredit yang disalurkan naik 4,5 persen YoY dibandingkan Juni tahun lalu, lebih tinggi dari rata-rata total perbankan yang hanya mencatatkan pertumbuhan kredit 0,6 persen, dengan fokus pada sektorsektor usaha prospektif dengan risiko rendah, baik pada segmen Business Banking maupun Consumer Banking. Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) dapat tumbuh 4,5 persen YoY dengan fokus pada Giro dan Tabungan. Kualitas Aset terus membaik. Jika memperhitungkan pencadangan atau CKPN yang telah dibentuk secara prudent sejak tahun lalu, maka Net NPL hanya 0,9 persen.

“Laba bersih BNI meningkat 12,8 persen secara YoY atau sebesar Rp5,0 triliun pada Semester I – 2021, diikuti pondasi keuangan yang kuat dalam bentuk pencadangan sebesar 215,3 persen. Adapun level efisiensi operasional yang baik dengan Cost to Income Ratio di level 40,7 persen, serta rasio kecukupan permodalan atau Capital Adequacy Ratio di level 18,2 persen. Dengan demikian, arah pergerakan saham BBNI tetap prospektif seiring dengan kemampuan perseroan menjaga kinerja fungsi intermediasi tengah tahun ini. Kinerja BBNI tetap kokoh di tengah persaingan dan tekanan pandemi Covid-19,” tutupnya.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
3 jam yang lalu
Layanan KRL Pagi Ini Berjalan Tertib, Pengguna Mulai Beradaptasi Dengan Layanan di Stasiun Manggarai
Pengguna KRL pada Senin pagi (27/9) tercatat meningkat jumlahnya dibanding Senin pekan lalu. Namun pengguna dapat tertib mengikuti penyekatan dan protokol kesehatan di stasiun maupun KRL. Para pengguna juga mulai beradaptasi dengan penyesuaian layanan di Stasiun Manggarai.
 
Nasional
3 jam yang lalu
Dua Proyek Listrik Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai, TKDN Capai 65 Persen
PT PLN (Persero) berkomitmen mendukung pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia – China (KCIC) dengan pasokan listrik yang andal.
 
Nasional
21 jam yang lalu
Dukung Nelayan Naik Kelas, BUMN Klaster Pangan Ekspor Perdana Gurita ke Amerika Serikat
BUMN Klaster Pangan melakukan ekspor perdana Gurita Steam (ready to eat) dan Gurita whole frozen Volume 132 ton atau sebanyak 6 (enam) container 40 feet ke Amerika Serikat melalui PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus.
 
Nasional
21 jam yang lalu
Rawat Satwa yang Terluka, KPI Bangun Klinik Karantina Taman Wisata Alam Sorong
Sejumlah petugas di Taman Wisata Alam (TWA) Sorong, Papua Barat terlihat sibuk menerima kedatangan warga. Para warga datang ke TWA dengan membawa sejumlah satwa ilegal liar dalam kondisi terluka, seperti burung Kakak Tua Raja, Cenderawasih, Lau Lau, berbagai jenis kadal, dan lain-lain.
 
Nasional
21 jam yang lalu
BRI Dorong Pemberdayaan Ekosistem Bisnis Klaster
BRI terus mengambil peran dalam mendukung upaya pemerintah dalam mendorong pemulihan UMKM selama masa pandemi baik di wilayah perkotaan hingga ke pelosok-pelosok daerah.
 
Nasional
23/09/2021 17:42 WIB
Penumpang dari Luar Negeri Wajib Tes PCR di Bandara Soetta
Berdasarkan surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 77/2021, salah satu ketentuan yang harus dipenuhi oleh seluruh penumpang dari luar negeri adalah menjalani tes COVID-19 yakni tes molekuler isotermal (NAAT/jenis lainnya) di bandara kedatangan yang hasilnya dapat diterbitkan…
 
Nasional
23/09/2021 17:30 WIB
Asyik, Rapid Test Antigen di Stasiun Kini Cukup Bayar Rp45.000
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan tarif baru untuk layanan Rapid Test Antigen di seluruh stasiun yang memiliki layanan antigen dari sebelumnya Rp85.000 menjadi Rp45.000 untuk setiap pemeriksaan. Tarif baru ini berlaku mulai 24 September 2021.
Telkomsel