RM
Kamis, 22 Juli 2021 - 20:07 WIB

PLN Jalankan Stimulus Tarif Listrik Hingga Desember 2021, Ringankan Beban Masyarakat

Foto/Dok-PLN/ECONOMICZONE
Foto/Dok-PLN/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Dalam rangka menghadapi PPKM Darurat, pemerintah memutuskan untuk memberikan perpanjangan stimulus di sektor ketenagalistrikkan kepada masyarakat. Stimulus tersebut diharapkan dapat membantu ekonomi masyarakat golongan menengah bawah.

“Dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pemerintah membantu meringankan beban masyarakat dan UMKM dengan memberikan stimulus listrik sejak pandemi Covid-19, mulai April 2020 hingga saat ini,” kata Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahara dalam sebuah webinar di Jakarta, Kamis (22/7).

Menurutnya, pemerintah memberikan perpanjangan stimulus hingga Desember 2021 kepada 25 golongan pelanggan bersubsidi, salah satunya pelanggan golongan 450VA dan 900VA. Melalui stimulus ini, diharapkan dapat meringankan beban mayarakat sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat. “Misalnya, uang untuk bayar tagihan listrik bisa digunakan untuk membeli kebutuhan lainnya seperti beras, lauk, dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.

Pihaknya menjelaskan kebijakan stimulus ini merupakan salah satu wujud kehadiran pemerintah agar ekonomi masyarakat tetap berjalan. Stimulus yang diberikan di sektor energi yaitu diskon tarif listrik kepada 25 golongan pelanggan, mulai dari sosial, rumah tangga, UMKM, pemerintah, traksi dan curah. “Sesuai dengan undang-undang, pemerintah menyediakan dana untuk masyarakat tidak mampu pada tahun 2020 mencapai Rp47,99 triliun, sedangkan tahun 2021 sebesar Rp53,59 triliun. Anggaran ini belum termasuk stimulus dalam rangka penanganan dampak covid-19,” terangnya.

Berdasarkan data yang disampaikan, realisasi stimulus keringanan tagihan listrik untuk anggaran 2020 mencapai Rp13,15 triliun dengan 33 juta pelanggan. Sedangkan realisasi Januari hingga Maret 2021 mencapai Rp4,6 triliun dan April-Juni 2021 mencapai Rp2,3 triliun.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril mengungkapkan PPPKM darurat membuat masyarakat melakukan perjalanan hanya untuk keperluan mendesak. Selebihnya, masyarakat lebih banyak berada di rumah untuk bekerja, belajar ataupun berkegiatan lainnya. “PPKM membatasi mobilitas masyarakat untuk keluar rumah. Sehingga PLN siap melayani kebutuhan dan kehandalan listrik berkegiatan dari rumah, belajar dan bekerja dari rumah,” jelasnya.

Beberapa langkah yang dilakukan PLN untuk mendukung kebijakan PPKM Darurat yaitu menjaga keandalan pasokan listrik sehingga tidak ada lagi pemadaman atau gangguan listrik yang cukup besar. “Kami menyediakan layanan pelanggan hingga pasokan daya yang cukup untuk seluruh Indonesia, bahkan memiliki cadangan. Selain itu, kami menjaga keandalan listrik dengan menyediakan layanan di posko-posko baik dari sisi pembangkitan, transmisi maupun distribusi,” jelasnya.

Terkait stimulus tarif listrik kepada pelanggan, PLN telah menyediakan layanan digital yang terintegrasi melalui PLN Mobile. “Tidak usah melapor ke PLN, mudah saja, liat saja termasuk golongan yang mana, nanti stimulus otomatis akan diberikan,” terangnya.

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan menilai kebijakan pemberian stimulus tarif listrik golongan menengah bawah ini merupakan kebijakan yang tepat dan sangat dibutuhkan ditengah kondisi masyarakat yang sedang dilanda pandemi. Dalam 6 tahun, sejak 2015 subsidi energi sudah tepat sasaran. Pemerintah sudah belajar dan memahami pemberian subsidi harus tepat sasaran.

“Listrik menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat yang tidak bisa ditinggalkan. Kalau masyarakat tidak mempunyai listrik, saya pastikan mereka akan tertinggal. Pasalnya dengan hadirnya listrik maka akan meningkatkan tarat ekonomi, tingkat pengetahuan dan lebih paham kondisi luar. Apalagi saat PPKM darurat ini listrik menjadi penting. Misalnya, ketika listrik padam, sinyal internet dan komunikasi akan terganggu. Selain itu, stimulus listrik akan menjaga daya beli masyarakat, menjaga keuangan PLN agar tidak terdampak dalam. Namun di satu sisi, beban keuangan negara akan bertambah,” terangnya.

Dirinya berahap PLN ke depan tetap efisien, losess turun, handal dalam menyediakan pasokan listrik, dan bisa menurunkan BPP. “Karena ada dana subsidi, maka dana tersebut harus tetap sasaran, data penerima dan syaratnya juga harus benar. Selain itu, PLN juga harus melakukan evaluasi setiap akan berakhir. Subsidi listrik ni merupakan satu-satunya bantuan sosial yang tepat sasaran karena datanya sudah jelas,” tutupnya.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
02/08/2021 20:42 WIB
Mulai 2 Agustus, KAI Commuter Gelar Vaksinasi di Stasiun Cikarang
Dalam rangka mendukung program pemerintah menekan penyebaran Covid-19, KAI Commuter terus melanjutkan kegiatan vaksinasi di sejumlah stasiun KRL.
 
Nasional
02/08/2021 20:39 WIB
HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, KAI Hadirkan Livery Khusus
Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2021, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memasang livery khusus pada Lokomotif dan Kereta serta ornamen HUT RI di stasiun-stasiun mulai Minggu (1/8).
 
Nasional
02/08/2021 20:35 WIB
Naik Pesawat di Bandara APII Wajib Pakai Aplikasi PeduliLindungi
Bandara PT Angkasa Pura II (Persero) mulai Minggu, (1/8) mewajibkan calon penumpang pesawat untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk memproses keberangkatan penerbangan.
 
Nasional
31/07/2021 15:42 WIB
Semester I/2021, Produksi Migas Subholding Upstream Pertamina Capai 850 MBOEPD
Kinerja operasi Subholding Upstream Pertamina pada semester 1 tahun 2021 mencapai 2.665 MMSCFD atau 103 persen terhadap RKAP Ytd Juni 2021, sedangkan produksi minyak mencapai 390 MBOPD.
 
Nasional
31/07/2021 15:38 WIB
Kerjasama dengan Pemprov Sumsel, Pusri Dirikan Posko Pengisian Tabung Oksigen Gratis
Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan posko pengisian tabung oksigen kesehatan gratis yang didirikan di Lapangan Golf Komplek PT Pusri Palembang (30/07).
 
Nasional
31/07/2021 15:34 WIB
KAI Daop 1 Jakarta Batasi Penumpang Usia di Bawah 12 Tahun Mulai 29 Juli 2021
Ditengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Level 4 di Jawa dan Bali, PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali melakukan penyesuaian persyaratan naik kereta api jarak jauh (KAJJ), yaitu mulai 29 Juli 2021 calon penumpang usia di bawah 12 tahun dibatasi.
 
Nasional
29/07/2021 15:14 WIB
Peringatan 1 Tahun AKHLAK TelkomGroup Melalui Virtualt Event yang Meriah dan Bermakna, TelkomGroup Canangkan Komitmen Perkuat Implementasi Nilai AKHLAK Demi Akselerasi Digital Indonesia
Penerapan nilai dasar (core values) AKHLAK sebagai pijakan kerja dan beraktivitas seluruh elemen di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kini telah genap berusia satu tahun. Momen ini dirayakan Telkom melalui acara Peringatan 1 Tahun AKHLAK bertema “Bagiku & Keluargaku”.
Telkomsel