RM
Rabu, 09 Juni 2021 - 15:27 WIB

BRI Targetkan Komposisi UMKM Capai 85 Persen

Foto/Dok-BRI/ECONOMICZONE
Foto/Dok-BRI/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - BRI mengakselerasi pertumbuhan kredit mikro melalui optimalisasi transformasi digital, guna meraih target portofolio kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar 85 persen dari total kredit perseroan.

“Sepanjang kuartal I tahun 2021, BRI berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp914,19 triliun dengan porsi kredit UMKM mencapai 80,6 persen dari total portofolio kredit BRI tersebut. Artinya, porsi kredit UMKM BRI mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 78,31 persen,” kata Direktur Utama BRI, Sunarso di Jakarta, Selasa (8/6).

Kredit segmen mikro menjadi penopang pertumbuhan kredit BRI di tengah kondisi ekonomi yang menantang akibat pandemi Covid-19. Hingga Maret 2021, BRI mampu menyalurkan kredit mikro sebesar Rp360 triliun, tumbuh sebesar 12,43 persen yoy. Dengan angka tersebut artinya secara porsi, kredit mikro menyumbang 40 persen dari total kredit BRI.

“DNA BRI itu sejatinya mikro, tercapainya porsi kredit UMKM sebesar 80,6 persen dari total portofolio BRI dan dengan porsi kredit mikro sekitar 40 persen sesungguhnya merupakan hasil dari upaya kami untuk melakukan re-focusing kepada segmen UMKM,” jelasnya.

Untuk menggenjot portofolio tersebut, BRI fokus dengan penyaluran kredit melalui seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan juga Kredit Modal Kerja (KMK) yang dijamin oleh lembaga penjaminan kredit. Mengingat bisnis mikro adalah perbankan yang berbasis komunitas, maka BRI menyadari bahwa layanan keuangan yang dihadirkan harus mampu menjangkau masyarakat hingga ke lapisan bawah dan didukung dengan wilayah kerjanya yang tersebar di pelosok daerah. Saat ini BRI memiliki lebih dari 27 ribu tenaga pemasar mikro atau disebut Mantri BRI, yang memperkuat penetrasi BRI di segmen mikro.

Dalam mengembangkan UMKM, khususnya di segmen mikro, BRI memiliki dua strategi utama yakni menumbuh-kembangkan nasabah/debitur eksisting dan menemukan sumber-sumber pertumbuhan baru. Dalam mendorong nasabah eksiting berkembang, ribuan kegiatan pemberdayaan telah dilakukan BRI yang disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan nasabahnya. Mulai dari pemberdayaan terkait literasi digital hingga membantu nasabah menemukan bisnis model baru, termasuk meng-online-kan transaksi di pasar tradisional. Lebih dari 4.500 pasar tradisional di Indonesia telah menggunakan platform web pasar BRI atau pasar.id

Sementara itu, BRI menyasar area pertumbuhan baru dengan menyentuh segmen yang lebih kecil lagi yakni ultra mikro. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, terdapat 57 juta usaha UMKM di Indonesia, dimana 30 juta diantaranya belum mendapat akses pendanaan formal.

Untuk menyasar area pertumbuhan baru dan menyediakan layanan keuangan yang lebih terjangkau, BRI terus melakukan transformasi digital. BRI secara dinamis menangkap pertumbuhan baru tersebut dengan menerapkan model bisnis hybrid company, guna mencari peluang di tengah tantangan bisnis era digital. Menciptakan budaya yang tangkas dan lincah dalam beradaptasi dan melakukan transformasi digital ditempuh BRI untuk meraih pertumbuhan yang sustain, khususnya di segmen UMKM.

“Inovasi-inovasi digital dihadirkan BRI, termasuk membangun ekosistem digital yang fokusnya mendukung kegiatan-kegiatan produktif di masyarakat melalui cara-cara baru. Untuk mengembangkan segmen ultra mikro misalnya, BRI juga mengoptimalkan pengembangan BRIBRAIN,” terangnya.

Terobosan teknologi digital itu sebagai upaya BRI membantu pemulihan ekonomi masyarakat di level bawah. Platform ini menjadi ‘otak’ bagi BRI untuk mengambil keputusan dalam bentuk BRISCORE dengan tepat dan presisi.

Saat pandemi ini tidak ada kredit yang bisa tumbuh secepat mikro. Karena pada segmen mikro dapat banyak kemudahan dan stimulus. Namun tantangan di Mikro adalah biayanya relatif lebih mahal, dan BRI men-tansform proses bisnisnya dengan berbagai aplikasi digital. BRI punya BRISPOT, lalu agen BRILink juga pakai aplikasi-aplikasi digital lain. BRI juga terus memperkuat infrastruktur digital dengan pemanfaatan Artificial Intelligence dan Machine Learning.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
09/06/2021 15:36 WIB
Pembayaran Produk Tugu Insurance Syariah Kini Bisa Pakai LinkAja dan Layanan Syariah LinkAja
Kerja sama Tugu Insurance dengan LinkAja pada kesempatan ini mencakup pembayaran LinkAja dan Layanan Syariah LinkAja untuk pembelian produk asuransi syariah seperti Produk Asuransi (Ta’min) kendaraan bermotor roda dua, roda empat, dan asuransi kebakaran.
 
Nasional
09/06/2021 15:21 WIB
Presiden Joko Widodo Tinjau Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, meninjau aktivitas vaksinasi anti Covid-19 di Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit, Depok, yang diselenggarakan oleh PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI). Pada kunjungan ini, Presiden menyaksikan langsung…
 
Nasional
07/06/2021 15:23 WIB
Akselerasikan Penguatan Ekosistem 5G Lintas Sektor di Indonesia, Telkomsel Kembali Luncurkan Layanan Telkomsel 5G Serentak di Lima Kota
Direktur Network Telkomsel Nugroho mengatakan, “Hadirnya layanan Telkomsel 5G di lima kota ini menjadi wujud komitmen Telkomsel sebagai the first 5G operator in Indonesia dalam menghadirkan akses konektivitas digital terdepan yang akan semakin mendorong keterbukaan peluang-peluang…
 
Nasional
07/06/2021 15:11 WIB
BTN Edukasi Santri Jadi Pengembang Perumahan
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggandeng Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur menggelar Pelatihan BTN Santri Developer Kebangsaan 2021. 
 
Nasional
06/06/2021 21:49 WIB
BP Tapera Gelar Lomba Karya Tulis dan Foto Jurnalistik 2021
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) sebagai lembaga pengelola tabungan perumahan rakyat berkomitmen membantu masyarakat memiliki rumah yang layak huni, sejalan dengan program pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan program sejuta rumah.
 
Nasional
05/06/2021 00:08 WIB
ASABRI bayarkan SRKK Praka Alif Nur M. Angkotasan
PT ASABRI (Persero) diwakili Direktur Investasi Jeffry Haryadi P. M. menyerahkan Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) sebesar Rp450 juta dan hak Nilai Tunai Tabungan Asuransi (NTTA) Rp7.743.400 kepada Dalimahu Talaohu istri dari Ahli waris Alm. Praka Alif secara simbolis di Markas…
 
Nasional
04/06/2021 15:38 WIB
Melalui CRI, PTPP Teken Fasilitas Pembiayaan Proyek Jalur Kereta Api Makassar-Parepare
PT PP (Persero) Tbk melalui PT Celebes Railway Indonesia (CRI) melakukan penandatanganan fasilitas sindikasi pinjaman berjangka senior dan pembiayaan musyarakah mutanaqisah. Penandatanganan fasilitas pembiayaan tersebut akan digunakan penyelenggaraan prasarana perkeretaapian umum…
Telkomsel