BNI
Rabu, 27 Januari 2021 - 22:59 WIB

Hadapi Pandemi, BNI Bertransformasi

Foto/Dok-BNI/ECONOMICZONE
Foto/Dok-BNI/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Perbankan mengalami tantangan yang signifikan dalam melaksanakan fungsi intermediasinya akibat Pandemi Covid - 19. Untuk mengoptimalkan kembali fungsi intermediasi itu, perbankan perlu melakukan transformasi demi menjawab berbagai permasalahan yang muncul dengan solusi. 

Demikian benang merah yang diungkapkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati di Jakarta,  Rabu (27 Januari 2021) saat _sharing_ dalam Business Meeting BNI 2021 dan BNI Transformation Kick Off 2021. 

Sri Mulyani mencatat, akibat pandemi, perbankan nasional mengalami perlambatan kredit hingga ke level terendah akibat permintaan terhadap pembiayaan bank yang menurun seiring kinerja korporasi yang tertekan, juga karena sikap perbankan yang semakin berhati-hati. 

Kredit Modal Kerja bahkan memasuki zona kontraksi sejak Juni 2020, sehingga dapat memperberat upaya pemulihan ekonomi. Pemulihan ekonomi tidak dapat dipercepat hanya dengan mengandalkan APBN. Oleh karena itu, diperlukan langkah - langkah untuk normalisasi pertumbuhan kredit. 

Dalam menghadapi berbagai goncangan, perbankan sudah mempersiapkan diri dengan permodalan yang cukup baik. Bank juga terus melakukan efisiensi sebagai dampak positif dari digitalisasi layanan. Bank juga terus menyesuaikan suku bunga yang diharapkan terjaga konsistensinya, agar upaya menormalisasi kredit.

Saat ini tengah berlangsung perubahan ekosistem yang muncul, seperti teknologi digital, shadow banking, hingga cloud computing. Perbankan harus memahami perubahan ekosistem ini dan melakukan langkah - langkah struktural, serta jangan terlena karena merasa besar. Diperlukan penguatan struktural, adanya transformasi digital, serta transformasi kerja. 

"Tujuannya adalah karena kami ingin sektor perbankan tetap memiliki ketahanan, serta menjadi agen intermediasi yang efisien dengan tetap kompetitif.  Saya berharap dalam situasi pandemi ini, sektor perbankan dan dunia usaha melakukan refleksi dan melihat secara teliti perubahan yang terjadi, _capture_ perubahan yang positif serta terus berupaya mengembangkan bisnis model dan daya saing, sehingga tidak hanya bisa beradaptasi tetapi bisa keluar dari krisis secara lebih cepat dan kuat," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN RI Erick Thohir mengatakan, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) telah memiliki fokus masing-masing, di mana BNI akan fokus pada ekspansi bisnis di pasar global. Dengan mengandalkan jaringan Kantor Cabang Luar Negeri, BNI dapat membantu para pengusaha Indonesia mulai dari segmen UMKM hingga korporasi untuk Go Global, termasuk BUMN.

"Tentunya kehadiran BNI,  sebagai bank BUMN di kancah internasional akan mengakselerasikan program BUMN Go Global," ujarnya

Tidak hanya mengorbitkan pengusaha lokal, BNI juga dapat membiayai usaha-usaha kecil milik diaspora di luar negeri. Terdapat sekitar 6,64 juta diaspora di 16 negara yang dapat terbantu oleh kehadiran BNI. Tentunya peran KBRI, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), Indonesia Investment Promotion Center (IIPC), serta asosiasi-asosiasi diaspora akan memperkuat kolaborasi ini. 

*Optimis Menapaki 2021*

Komisaris Utama BNI Agus Martowardojo mengatakan, "Langkah - langkah dan transformasi tengah disiapkan BNI untuk memastikan perseroan tetap mampu tumbuh secara berkelanjutan. Manajemen telah menetapkan strategi untuk menjadikan BNI sebagai Lembaga Keuangan Yang Unggul dalam Layanan dan Kinerja secara Berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menegaskan bahwa  disaat pandemi seperti saat ini, dimana bisnis secara umum menurun, BNI berinisiatif melakukan transformasi sebagai upaya akselerasi  peningkatan kinerja keuangan secara berkelanjutan, serta menyempurnakan rencana jangka panjang BNI. Program  Transformasi BNI ini berbasiskan value  BNI RACE, yaitu Risk Culture, Agile, Collaboration, dan Execution Oriented. 

"Dengan nilai - nilai BNI RACE yang diimplementasikan sehari-hari tersebut BNI pun dapat bersaing dengan kompetitor, mempersiapkan diri untuk melaju lebih kencang, memimpin persaingan, dan meraih kemenangan," ujar Royke.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
20 jam yang lalu
Resmi : 1 Ramadan 1442 Hijriah Jatuh Pada Selasa 13 April 2021
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, 1 Ramadan 1442 Hijriah jatuh pada Selasa 13 April 2021.
 
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Idul Fitri 2021
Pemerintah melalui memastikan stok pangan selama Ramadan aman hingga Hari Raya Idul Fitri 2021.
 
Nasional
07/04/2021 15:25 WIB
Jokowi Terbitkan Perpres Nomor 19, TMII Diambil Alih Negara
"Presiden telah menerbitkan Perpres nomor 19 Tahun 2021 tentang TMII. Yang di dalamnya mengatur penguasaan dan pengelolaan TMII dilakukan oleh Kemensetneg," ujar Menteri Sekretaris
 
Nasional
07/04/2021 11:33 WIB
Jokowi Sampaikan Arahan Percepat Penanganan Bencana NTT Dan NTB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan untuk mempercepat penanganan banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT) dan Nusa Tenggara Barat(NTB).
 
Nasional
05/04/2021 16:23 WIB
Kapolri Pastikan Perayaan Jumat Agung Hingga Paskah Berjalan Lancar
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan rangkaian perayaan mulai dari Jumat Agung hingga perayaan Paskah tahun 2021 berjalan dengan lancar, aman dan damai. 
 
Nasional
31/03/2021 23:14 WIB
Kronologis Penyerangan Terduga Teroris Di Mabes Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan kronologi terkait penyerangan yang dilakukan terduga teroris di Mabes Polri.
 
Nasional
31/03/2021 16:45 WIB
Kronologis Ditemukannya CVR Sriwijaya SJ-182
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerdjanto Tjahjanto mengungkap kronologi ditemukannya Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Sriwijaya SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, pada 9 Januari Lalu.
Telkomsel