BNI
Selasa, 22 Desember 2020 - 19:48 WIB

Pulihkan UMKM, BNI Andalkan Digitalisasi

Foto/Dok-BNI/ECONOMICZONE
Foto/Dok-BNI/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pandemi Covid – 19 masih menjadi tantangan bagi dunia usaha. Namun di sisi lain, pandemi ini juga memunculkan trend dan peluang baru bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, salah satu trend tersebut adalah adanya kecenderungan pelaku usaha kecil lebih akrab dengan penjualan e-commerce, sebagai salah satu cara bertahan dari krisis. Di tengah kecenderungan UMKM yang semakin go digital, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyiapkan ekosistem layanan digital dalam payung BNI Smart Solution. 

Untuk segmen UMKM, BNI menyiapkan paket program digitalisasi menyeluruh. Dari sisi pembiayaan, Pertama, BNI terus menyempurnakan proses bisnis secara end to end utamanya melalui penguatan mobile apps, yang disebut BNI Move, sehingga diharapkan proses kredit dapat menjadi lebih mudah dan cepat. Kedua, BNI terus mengembangkan lebih lanjut ekosistem pendukung, diantaranya ekosistem pertanian digital dengan nama BNI smartfarming, ekosistem perikanan atau BNI smart-fisheries, ekosistem kesehatan atau BNI smart-healthcare, ekosistem Pendidikan atau BNI smart-education. 

“Dalam payung BNI smart solution, kami menggarap potensi pembiayaan dari hulu hingga hilir, termasuk menggarap transaksi nasabah secara close loop dan digital,” ujar Direktur Bisnis UMKM BNI Muhammad Iqbal di Jakarta, Selasa (22 Desember 2020).

Adapun dari sisi transaksi, BNI terus meningkatkan kehandalan berbagai alat dan fitur pembayaran digital seperti Electronic Data Capture (EDC), QRIS, mobile banking, Tapcash dan Tapcash Go, BNI MORE untuk mobile remmitance, hingga BNI Direct untuk cash management, guna mendukung kelancaran transaksi para pelaku UMKM. Selain itu, BNI juga terus mengembangkan API (application programing interface) untuk memperkuat layanan kerjasama bisnis dengan mitra e-commerce hingga mitra fintech. 

“Digitalisasi UMKM ditengah pandemi ini merupakan suatu keharusan, hal ini dikarenakan adanya shifting trend pembelian dari tatap muka menjadi online. Agar UMKM dapat memperluas jangkauan pasarnya maka UMKM harus terhubung dengan platform digital/ e-commerce,” ujarnya.

Iqbal menyebutkan, himpunan strategi untuk membantu UMKM kembali tangguh pasca Pandemi telah disiapkan dan diharapkan akan menopang pertumbuhan kredit UMKM pada level moderat pada akhir tahun 2020 pada kisara 9 – 10%. Moderate growth ini didukung oleh adanya penempatan dana Pemerintah  di BNI sebagai bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yakni sebesar Rp 7,5 triliun, yang saat ini sudah di-leverage lebih dari 3 kali sebagai dukungan dan komitmen BNI ikut serta dalam memulihkan ekonomi Indonesia.

“Pada tahun 2021 diproyeksikan merupakan momentum pemulihan ekonomi, dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun demikian kondisi tersebut masih dibayangi oleh penyebaran Covid-19 yang sampai saat ini masih tinggi. Atas kondisi makro ekonomi tersebut, serta perkembangan pandemi saat ini, BNI memproyeksikan pertumbuhan kredit UMKM di tahun 2021 akan kami jaga di level yang lebih kurang yang sama seperti tahun 2020,” ujarnya.

BNI Orbitkan UMKM ke Pasar Internasional

BNI terus mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaannya dapat memanfaatkan pasar global. Untuk itu, perseroan memanfaatkan jaringan kantor cabang di luar negeri dalam mengakselerasi bisnis UMKM di luar negeri.

Iqbal menjelaskan, BNI saat ini memiliki 6 kantor cabang di luar negeri yang bisa digunakan untuk membuka akses pasar bagi produk UMKM melalui penguatan kerjasama dengan diaspora, KBRI hingga pelaku pasar global.

“Meski demikian, saat ini ada dua tantangan bagi UMKM menembus pasar internasional, pertama kurangnya informasi dari pelaku UMKM domestik mengenai kebutuhan atau demand di luar negeri. Kedua, masih kurangnya pemahaman pelaku UMKM mengenai syarat-syarat dalam mengekspor produk, seperti sertifikasi misalnya.  Namun, kedua tantangan itu disiasati dengan melibatkan kedutaan besar, diaspora hingga pelaku pasar global guna membantu produk-produk UMKM binaan BNI bisa menembus pasar ekspor,” ujarnya.

Hingga saat ini sudah ada beberapa contoh pelaku UMKM binaan BNI yang sudah mengekspor produknya ke luar negeri. Pertama, mitra UMKM BNI asal Jawa Tengah, yang memproduksi paper bag dan pakaian disposabel. Saat ini produk-produknya sudah merambah ke pasar Perancis, Amerika Serikat dan Australia. 

Selanjutnya, ada UMKM lainnya asal Jawa Timur yang bergerak di bisnis sari apel. BNI memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada UMKM tersebut. Saat ini, produsen sari apel tersebut sudah mengekspor produknya ke Jepang dan Belanda.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
02/12/2021 16:26 WIB
Demi BUMN yang Kuat dan Mampu Bersaing, Erick Thohir Tutup 74 Anak Cucu Perusahaan
Kementerian BUMN terus melakukan efisiensi dan konsolidasi BUMN, terutama terkait dengan anak dan cucu perusahaan BUMN. Sampai dengan saat ini, 74 anak dan cucu perusahaan BUMN telah ditutup oleh Kementerian BUMN.
 
Nasional
01/12/2021 23:47 WIB
Optimalkan Layanan, ASABRI Luncurkan Pembaruan Aplikasi Mobile
PT ASABRI (Persero) meluncurkan pembaruan aplikasi ASABRI Mobile untuk pengguna iOS dan Android. Pembaruan aplikasi ASABRI Mobile membawa banyak perubahan penting dari mulai tampilan, fungsi, penambahan fitur, dan hadirnya versi iOS.
 
Nasional
01/12/2021 16:02 WIB
Keunggulan Kompor Induksi
PT PLN (Persero) terus mendorong electrifying lifestyle atau gaya hidup baru dengan menggunakan peralatan serba elektrik yang bebas emisi dan ramah lingkungan.
 
Nasional
01/12/2021 15:59 WIB
DPR: Barata Indonesia Harus Jadi Leader Industri Manufaktur Nasional
Komisi VI DPR RI melakukan lawatan ke PT Barata Indonesia (Persero) dalam rangka mendukung program restrukturasi yang dijalankan PT Perusahaan Pengelola Aset ( Persero) kepada Barata Indonesia.
 
Nasional
01/12/2021 15:56 WIB
Awal Tahun 2021, BNI Life Bayarkan Klaim Hingga Rp1,25 Triliun
Di umur yang ke-25, BNI Life mengadakan rangkaian acara syukuran ulang tahun secara virtual dangan tema “Silve25ary”.
 
Nasional
30/11/2021 11:59 WIB
TNI Proses Hukum Oknum Prajurit yang Terlibat Bentrokan
Adapun kasus pelanggaran hukum antara lain, bentrok di Ambon antara Oknum TNI AD Provost Denmadam XVI/PTM dengan Oknum Satlantas Polresta Ambon pada pukul 18.07 WIT, Rabu, 24 November 2021.
 
Nasional
24/11/2021 18:24 WIB
Promo Naik Bus DAMRI, Beli Tiket Dapat Cashback Rp20.000
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 yang jatuh pada 25 November 2021, DAMRI terus memberikan pelayanan terbaiknya. Salah satunya menggandeng LinkAja dengan menghadirkan promo cashback maksimal Rp20.000.
Telkomsel