Lisa Susanti
Jumat, 01 Juni 2018 - 10:38 WIB

ABM Investama Akan Fokus Menjalankan Bisnis Batubara

Jajaran Direksi ABM Investama
Jajaran Direksi ABM Investama
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT ABM Investama Tbk (IDX: ABMM) akan fokus memperkuat bisnis pertambangan dan penjualan batu bara di tahun 2018. Strategi ini sejalan dengan konsolidasi yang dilakukan perusahaan sebagai supply chain bisnis batu bara terdepan di Indonesia. Selain itu, momentum kenaikan harga batu bara akan dioptimalkan untuk semakin memperkuat kinerja keuangan perusahaan.

Direktur Utama ABM Andi Djajanegara mengatakan, sejak kuartal II 2016 hingga saat ini, harga batu bara di pasar global terus menunjukkan tren penguatan. Hal ini didukung oleh berbagai faktor, yang utama antara lain kebijakan Tiongkok sebagai produsen dan konsumen batu bara terbesar di dunia selama tahun buku 2017 yang mengurangi produksi batu bara domestiknya.

Sementara di level domestik, konsumsi batu bara terus meningkat sejalan dengan beroperasinya sejumlah pembangkit listrik baru berbasis batu bara. Harga Acuan Batu Bara (HBA) tahun 2017 sebesar US$ 85,9 per metrik ton, meningkat 39% dibandingkan HBA tahun 2016 sebesar US$ 61,8 per metrik ton. Sementara mengacu pada index Newcastle,  harga batubara global di akhir April 2018 sudah menembus level US$ 100,10 per metrik ton. 

“Penguatan harga batu bara yang terus terjadi merupakan momentum yang akan dioptimalkan ABM. Tahun lalu, kinerja perusahaan tumbuh secara positif dan tahun ini kami optimistis hasilnya akanlebih baik lagi,” kata Andi usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2018 di Jakarta, Selasa (8/5).

Sebagai upaya untuk memperkuat bisnis batu bara, pada tahun 2017 ABM telah menerbitkan Global Bond sebesar US$ 350 juta. Penerbitan surat utang global pertama kali yang berlangsung sukses itu telah memberikan ruang pendanaan yang cukup besar bagi perusahaan. “Penerbitan Global Bond semakin memperkuat ruang ekspansi ABM di industri batu bara. Kami dalam proses akuisisi tambang baru untuk memperkuat bisnis ini dalam jangka panjang,” jelasnya.

Direktur Keuangan ABM Adrian Erlangga menjelaskan, pada tahun 2017 ABM berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar US$ 690,73 juta, meningkat 16,94 persen dibandingkan pada 2016 sebesar US$ 590,70 juta. Perusahaan juga berhasil meningkatkan laba bruto hingga 18,36 persen dari US$ 127,91 juta pada 2016 menjadi US$ 151,39 juta.  Meningkatnya permintaan batu bara secara global juga mendorong volume penjualan batu bara di tahun 2017 mencapai 7,9 juta ton, naik  25 persen daripada tahun 2016 sebanyak 6,35 juta ton.

“Kinerja keuangan yang positif ini menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mengoptimalkan momentum kenaikan harga batu bara. Kami akan terus mengontrol standar biaya operasi agar dampak kenaikan harga batubara ini dapat memberikan manfaat lebih besar dalam jangka panjang,” jelas Adrian.

ABM sebagai Supply Chain Batu Bara secara End-to-End

Adrian menambahkan, pada tahun ini ABM Investama akan memperkuat posisinya sebagai supply chain batu bara melalui integrasi dan sinergi anak usahanya secara end-to-end. Sinergi ini melibatkan anak usaha di bidang kontraktor tambang, logistik, maintenance services, hingga trading batu bara.

Dengan model bisnis yang dimiliki, ABM terbukti berhasil mengembangkan dan mengelola secara efisien. Contohnya adalah pengelolaan tambang batubara di Kalimantan yang berkapasitas produksi sekitar 5 juta ton per tahun  menghasilkan EBITDA sebesar US$ 108 juta.

“Kompetensi ABM selama bertahun-tahun adalah  di sektor Pertambangan khususnya batubara. Oleh karena itu dengan didukung SDM dan sistem operasi yang handal, ABM akan terus memperluas dan memperkuat bisnis batubara,” tutup Adrian.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
06/12/2021 10:48 WIB
Program Penanaman Pohon PEPC Capai 25.000 Pohon,  Bukti Komitmen Dalam Upaya Kurangi Emisi
Bojonegoro - PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 (Jambaran Tiung Biru/ JTB) Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina terus berupaya mengambil peran penting pada pengurangan emisi karbon. Bersamaan dalam momentum Hari Menanam Pohon Indonesia yang diperingati setiap tanggal…
 
Nasional
02/12/2021 16:29 WIB
Antisipasi Pengalihan Arus, KA Jarak Jauh Bisa Naik dari Stasiun Jatinegara
Dalam rangka mengantisipasi pengalihan Arus Lalu Lintas pada Kamis (2/12), ada 12 Nomor KA keberangkatan Stasiun Gambir berhenti di Stasiun Jatinegara untuk melayani naik penumpang KA Jarak Jauh.
 
Nasional
02/12/2021 16:26 WIB
Demi BUMN yang Kuat dan Mampu Bersaing, Erick Thohir Tutup 74 Anak Cucu Perusahaan
Kementerian BUMN terus melakukan efisiensi dan konsolidasi BUMN, terutama terkait dengan anak dan cucu perusahaan BUMN. Sampai dengan saat ini, 74 anak dan cucu perusahaan BUMN telah ditutup oleh Kementerian BUMN.
 
Nasional
01/12/2021 23:47 WIB
Optimalkan Layanan, ASABRI Luncurkan Pembaruan Aplikasi Mobile
PT ASABRI (Persero) meluncurkan pembaruan aplikasi ASABRI Mobile untuk pengguna iOS dan Android. Pembaruan aplikasi ASABRI Mobile membawa banyak perubahan penting dari mulai tampilan, fungsi, penambahan fitur, dan hadirnya versi iOS.
 
Nasional
01/12/2021 16:02 WIB
Keunggulan Kompor Induksi
PT PLN (Persero) terus mendorong electrifying lifestyle atau gaya hidup baru dengan menggunakan peralatan serba elektrik yang bebas emisi dan ramah lingkungan.
 
Nasional
01/12/2021 15:59 WIB
DPR: Barata Indonesia Harus Jadi Leader Industri Manufaktur Nasional
Komisi VI DPR RI melakukan lawatan ke PT Barata Indonesia (Persero) dalam rangka mendukung program restrukturasi yang dijalankan PT Perusahaan Pengelola Aset ( Persero) kepada Barata Indonesia.
 
Nasional
01/12/2021 15:56 WIB
Awal Tahun 2021, BNI Life Bayarkan Klaim Hingga Rp1,25 Triliun
Di umur yang ke-25, BNI Life mengadakan rangkaian acara syukuran ulang tahun secara virtual dangan tema “Silve25ary”.
Telkomsel