Aldhi Chandra
Rabu, 21 Oktober 2020 - 15:32 WIB

Asosiasi: Kolaborasi BUMN Dorong Sektor UMi dan Mikro Naik Kelas

Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam membantu pengembangan serta pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro dan UMKM agar naik kelas.

“Minimnya sinergi BUMN terlihat dari jarangnya komunikasi perusahaan pelat merah dengan pelaku UMKM dan ultra mikro (UMi). Padahal, idealnya dialog bersama pelaku UMi dan UMKM dilakukan bersamaan oleh setiap BUMN yang hendak menjalankan program pemberdayaan,” kata Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), M. Ikhsan Ingratubun di Jakarta, Rabu (21/10).

Kementerian BUMN saat ini memang sudah ikut serta dan aktif untuk meningkatkan dan membuka pasar, sehingga muncul peluang produk UMKM dan UMi terjual lebih banyak. Namun, kontribusi BUMN-BUMN yang ada untuk memberdayakan UMKM dan UMi belum maksimal.

Menurut Ikhsan, pemerintah melalui Kementerian BUMN sebenarnya sudah memiliki program pemberdayaan yang bagus, terutama pasca terbitnya dorongan agar proyek senilai Rp14 miliar ke bawah wajib diberikan kepada pengusaha UMKM. Program ini menjadi inovasi yang dipercaya bisa membantu pelaku UMKM terutama di tengah kondisi sulit akibat pandemi. Akan tetapi, Akumindo berharap ke depannya pemberdayaan UMKM oleh pemerintah, khususnya melalui BUMN, bisa lebih konsisten dan terkoordinir lagi eksekusinya. Dengan sinergi antarpihak yang berkesinambungan, Ikhsan yakin pengembangan UMKM dan UMi dapat berjalan lebih baik lagi.

“Saat ini dengan banyaknya BUMN yang punya program pengembangan tapi kami tidak pernah diajak berbicara. Pelaku UMKM yang dibina juga kerap tumpang tindih. Harapan kami ke depannya, karena ini menyangkut kepentingan negara dan bangsa, baiknya kolaborasi dilakukan secara lebih baik mulai dari tahap pembuatan program hingga evaluasi pemberdayaan,” paparnya.

Terpisah, ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Akhmad Akbar Susamto membenarkan pernyataan Ikhsan perihal masih parsialnya implementasi program pengembangan UMKM dan UMi di Indonesia.

“Idealnya harusnya ada sinergi, karena BUMN ini kan perusahaan yang sama-sama dimiliki pemerintah dan misinya jelas, selain mencari keuntungan juga memberdayakan masyarakat. Idealnya mereka bersinergi. Jadi contohnya, untuk pemberdayaan UMKM ini kan sampai sekarang belum ada gerakan semua BUMN untuk memetakan bersama potensi serta kebutuhan bantuan UMKM dan UMi di daerah itu ada berapa dan apa saja,” ujar Akbar.

Apabila kolaborasi antar-BUMN sudah terjalin masif, diyakini akan ada banyak pelaku usaha UMi, mikro, dan kecil yang bisa naik kelas ke depannya. Kenaikan kelas ini dibutuhkan agar keberlanjutan UMi, mikro, dan kecil dapat terjaga lebih baik.
“Selama ini banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan ultra mikro itu yang sangat rentan. Contohnya para pedagang keliling, kalau mereka sakit ya usahanya langsung berhenti kan karena semua kegiatannya hanya bertumpu pada satu orang. Kalau sudah naik kelas, sustainability usaha mereka pasti bisa lebih kuat lagi,” ujarnya.

Data terbaru Kementerian Koperasi dan UMKM menunjukkan saat ini 98,7 persen usaha di Indonesia atau 63.350.222 unit masuk kategori mikro. Setelah itu, ada 1,2 persen usaha kategori kecil (783.132 unit), 0,09 persen usaha menengah (60.702 unit), dan 0,01 persen usaha besar (5.550 unit).

Untuk usaha ultra mikro, hingga kini ada kurang lebih 54 juta pelaku kegiatan UMi di Indonesia. Mayoritas pengusaha UMi bergerak di bidang pertanian, pekerja lepas, pedagang pasar, dan pemilik warung atau toko daring.

Dari puluhan juta pengusaha UMi, baru 30 persen yang selama ini sudah mendapat bantuan pendanaan dari lembaga keuangan formal. Sisanya, banyak pelaku usaha UMi yang menggantungkan kebutuhan dana terhadap rentenir serta belum tersentuh layanan lembaga keuangan sama sekali.

UMKM dan UMi di Indonesia menyerap 97 persen total tenaga kerja atau 116.978.631 orang. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 60,90 persen.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
22 jam yang lalu
Dukung Nelayan Naik Kelas, BUMN Klaster Pangan Ekspor Perdana Gurita ke Amerika Serikat
BUMN Klaster Pangan melakukan ekspor perdana Gurita Steam (ready to eat) dan Gurita whole frozen Volume 132 ton atau sebanyak 6 (enam) container 40 feet ke Amerika Serikat melalui PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus.
 
Nasional
22 jam yang lalu
Rawat Satwa yang Terluka, KPI Bangun Klinik Karantina Taman Wisata Alam Sorong
Sejumlah petugas di Taman Wisata Alam (TWA) Sorong, Papua Barat terlihat sibuk menerima kedatangan warga. Para warga datang ke TWA dengan membawa sejumlah satwa ilegal liar dalam kondisi terluka, seperti burung Kakak Tua Raja, Cenderawasih, Lau Lau, berbagai jenis kadal, dan lain-lain.
 
Nasional
22 jam yang lalu
BRI Dorong Pemberdayaan Ekosistem Bisnis Klaster
BRI terus mengambil peran dalam mendukung upaya pemerintah dalam mendorong pemulihan UMKM selama masa pandemi baik di wilayah perkotaan hingga ke pelosok-pelosok daerah.
 
Nasional
23/09/2021 17:42 WIB
Penumpang dari Luar Negeri Wajib Tes PCR di Bandara Soetta
Berdasarkan surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 77/2021, salah satu ketentuan yang harus dipenuhi oleh seluruh penumpang dari luar negeri adalah menjalani tes COVID-19 yakni tes molekuler isotermal (NAAT/jenis lainnya) di bandara kedatangan yang hasilnya dapat diterbitkan…
 
Nasional
23/09/2021 17:30 WIB
Asyik, Rapid Test Antigen di Stasiun Kini Cukup Bayar Rp45.000
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan tarif baru untuk layanan Rapid Test Antigen di seluruh stasiun yang memiliki layanan antigen dari sebelumnya Rp85.000 menjadi Rp45.000 untuk setiap pemeriksaan. Tarif baru ini berlaku mulai 24 September 2021.
 
Nasional
23/09/2021 17:24 WIB
Dukung Prokes Terintegrasi, PeduliLindungi Sudah Digunakan 1 Juta di Bandara AP II
Sebagai upaya penerapan integrasi PeduliLindungi di berbagai sektor, PT Angkasa Pura II (Persero) berkolaborasi dengan stakeholder yakni maskapai,
 
Nasional
21/09/2021 20:54 WIB
Presiden RI Jokowi: Industri Baja Pilar Penting Pertumbuhan Ekonomi
Presiden Joko Widodo dalam peresmian Hot Strip Mill #2 PT Krakatau Steel (Persero) mengungkapkan transformasi BUMN menjadi keharusan agar BUMN-BUMN menjadi BUMN kelas dunia, semakin profesional, semakin kompetitif, semakin menguntungkan, untuk memberikan pelayanan yang lebih baik…
Telkomsel