Dawi F
Selasa, 03 Desember 2019 - 12:18 WIB

Hari Bakti PUPR

ECONOMIC ZONE -  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan (kedua kiri) dan saat mengikuti upacara Hari Bakti PU ke-74 DI Jakarta, Selasa (03/12/2019). Luhut Panjaitan menjadi inspektur upacara dengan mengenakan pakaian topi khas batak berwarna dominan merah. Kain ulos hitam dan krem bergantung di bahu kirinya dan sarung pendek berwarna ungu emas melingkari bagian pinggang hingga lutut. Dalam kesempatan itu, Luhut membacakan pidato Presiden Joko Widodo. Dalam kesempatan yang sama Basuki memakai topi atau udeng batik khas Bali. Jas hitam dan sarung merah marun dengan batik coklat ia kenakan dari pinggang sampai mata kaki. Bahkan, Basuki juga menenteng keris bersarung emas. Seluruh peserta pegawai PUPR juga mengenakan pakaian adat. Adapun Hari Bakti PU lahir dari kisah 21 pegawai di Gedung Sate pada 3 Desember 1945. Sebanyak 21 pegawai PU bertugas menjaga gedung Departemen PU di Bandung yang sekarang bernama Gedung Sate. Mereka harus berjuang menghadapi serangan pasukan Sekutu. Tujuh pegawai PU ketika itu gugur dalam peristiwa tersebut. Mereka adalah Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu, dan Soerjono. Kini, nama mereka dikenang sebagai Pahlawan Sapta Taruna.Foto/Dawi.F/ECONOMICZONE  

Komentar