I.E.K
Kamis, 09 Juli 2020 - 12:23 WIB

Setelah 17 Tahun Buron, Pembobol Bank BNI Maria Pauline Lumowa Diekstradisi dari Serbia

Foto/Ist/ECONOMICZONE
Foto/Ist/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly menyelesaikan proses ekstradisi terhadap buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa dari Serbia. Maria sebelumnya telah menjadi buronan pemerintah Indonesia sejak 17 tahun lalu. Ekstradisi sempat terganjal karena Belanda menganggap Maria merupakan warga negaranya sejak 1979. Maria diketahui sering bolak-balik Singapura-Belanda.

“Keberhasilan menuntaskan proses ekstradisi ini tak lepas dari diplomasi hukum dan hubungan baik kedua negara. Selain itu, proses ekstradisi ini juga menjadi buah manis komitmen pemerintah dalam upaya penegakan hukum yang berjalan panjang,” kata Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly di Jakarta, Kamis (9/7).

Yasonna menyebut pemulangan ini sempat mendapat ‘gangguan’, namun Pemerintah Serbia tegas pada komitmennya untuk mengekstradisi Maria Pauline Lumowa ke Indonesia.

“Indonesia dan Serbia memang belum saling terikat perjanjian ekstradisi, namun lewat pendekatan tingkat tinggi dengan para petinggi Pemerintah Serbia dan mengingat hubungan sangat baik antara kedua negara, permintaan ekstradisi Maria Pauline Lumowa dikabulkan. Sempat ada upaya hukum dari Maria Paulina Lumowa untuk melepaskan diri dari proses ekstradisi, juga ada upaya dari salah satu negara Eropa untuk mencegah ekstradisi terwujud,” jelasya.

Dalam pertemuan kami, Presiden Serbia Aleksandar Vucic juga kembali menggaris bawahi komitmen tersebut. Proses ekstradisi ini salah satu dari sedikit di dunia yang mendapat perhatian langsung dari kepala negara. Di sisi lain, saya juga sampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada Duta Besar Indonesia untuk Serbia, M. Chandra W. Yudha, yang telah bekerja keras untuk mengatur dan memuluskan proses ekstradisi ini.

Ekstradisi Maria Pauline Lumowa tak lepas pula dari asas resiprositas (timbal balik. Sebelumnya, Indonesia sempat mengabulkan permintaan Serbia untuk mengekstradisi pelaku pencurian data nasabah Nikolo Iliev pada 2015.

Sebagai catatan, Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta Euro atau sama dengan Rp 1,7 Triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari ‘orang dalam’ karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor. Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri, namun Maria Pauline Lumowa sudah lebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003 alias sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri. Perempuan kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara, pada 27 Juli 1958 tersebut belakangan diketahui keberadaannya di Belanda pada 2009 dan sering bolak-balik ke Singapura.

Pemerintah Indonesia sempat dua kali mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah Kerajaan Belanda, yakni pada 2010 dan 2014, karena Maria Pauline Lumowa ternyata sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979. Namun, kedua permintaan itu direspons dengan penolakan oleh Pemerintah Kerajaan Belanda yang malah memberikan opsi agar Maria Pauline Lumowa disidangkan di Belanda.

Upaya penegakan hukum lantas memasuki babak baru saat Maria Pauline Lumowa ditangkap oleh NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia, pada 16 Juli 2019.

“Penangkapan itu dilakukan berdasarkan red notice Interpol yang diterbitkan pada 22 Desember 2003. Pemerintah bereaksi cepat dengan menerbitkan surat permintaan penahanan sementara yang kemudian ditindaklanjuti dengan permintaan ekstradisi melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham,” kata Yasonna.

Selain itu, keseriusan pemerintah juga ditunjukkan dengan permintaan percepatan proses ekstradisi terhadap Maria Pauline Lumowa. Di sisi lain, Pemerintah Serbia juga mendukung penuh permintaan Indonesia berkat hubungan baik yang selama ini dijalin kedua negara. Dengan selesainya proses ekstradisi ini, berarti berakhir pula perjalanan panjang 17 tahun upaya pengejaran terhadap buronan bernama Maria Pauline Lumowa. “Ekstradisi ini sekaligus menunjukkan komitmen kehadiran negara dalam upaya penegakan hukum terhadap siapa pun yang melakukan tindak pidana di wilayah Indonesia,” ucap Yasonna.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
12/08/2020 23:53 WIB
Dukung Pemerintah dalam Perangi COVID-19 PTPP Perketat Penyebaran Virus di Lingkungan Perusahaan
PT PP (Persero) Tbk, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia (“Perseroan”) terus menekan penyebaran Corona Virus-19 (“COVID-19”) yang berada di sekitar lingkungan kerja perusahaan baik di perkantoran maupun di lingkungan proyek.
 
Nasional
12/08/2020 23:43 WIB
Wujudkan Perlindungan Bagi Seluruh Pekerja, Wapres Serahkan Paritrana Award 2019
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) kembali memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan para pelaku usaha yang memiliki komitmen serta dukungan terhadap pelaksanaan jaminan sosial…
 
Nasional
12/08/2020 23:37 WIB
Di Depan Pengusaha, Menaker Ida Ungkap Strategi Hadapi Tranformasi Ketenagakerjaan
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengungkapkan berbagai strategi menghadapi transformasi ketenagakerjaan akibat Revolusi Industri 4.0 dan dampak pandemi Covid-19.
 
Nasional
11/08/2020 19:22 WIB
Merambah Bisnis Di Luar Akomodasi, OYO Indonesia Luncurkan Kopi Cinta
Merespon perkembangan budaya ngopi dan meningkatnya permintaan akan produk F&B di jaringan hotelnya, OYO Hotels and Homes, jaringan akomodasi terkemuka di Indonesia kembali meluncurkan inovasi terbaru di industri hospitality dengan meluncurkan brand kopi independen bernama ‘Kopi…
 
Nasional
11/08/2020 09:14 WIB
Angkasa Pura 1 Kembangkan Lima Bandara, Perluas konektivitas dan Pariwisata
PT Angkasa Pura I sejak 2018 telah menyelesaikan empat pembangunan dan pengembangan bandara, dua di antaranya telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.
 
Nasional
11/08/2020 09:07 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir: Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit
Pemerintah saat ini sedang berupaya keras melewati badai pandemi dengan menangani sisi kesehatan dan perekonomian secara bersamaan. Ada tiga fokus utama pemerintah menghadapi pandemi Covid-19, yaitu Indonesia Sehat, Bekerja dan Tumbuh.
 
Nasional
11/08/2020 09:02 WIB
Inisiatif #MelajuBersamaGojek Hadirkan Solusi Inklusif dan Komprehensif bagi Jutaan UMKM untuk Go-Digital
Menyambut peringatan hari Nasional UMKM Indonesia pada 12 Agustus 2020, Gojek, super app terdepan di Asia Tenggara hari ini meluncurkan inisiatif #MelajuBersamaGojek sebagai solusi inklusif dan komprehensif (hulu ke hilir) bagi UMKM untuk go-digital.
Dummy