I.E.K
Selasa, 07 Juli 2020 - 07:02 WIB

Bank Syariah dan Dana Pensiun BUMN, Bakal Digabung

Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pada era Menteri BUMN Erick Thohir segalanya bisa terjadi pada BUMN. Mulai dari merger hingga pergantian direksi. Bahkan saat peresmian logo baru Kementerian  BUMN (1/7/2020), setengah bergurau Erick mengatakan,  kursi direksi BUMN itu panas, maka direksi BUMN mesti terbiasa berpanas-panasan.

Gurauan tersebut tak bisa dianggap angin lalu. Pasalnya, Erick sudah melakukan bongkar-pasang direksi pada sejumlah BUMN. Tujuannya jelas, terus meningkatkan kinerja dan efisiensi perusahaan milik negara. Memangkas jumlah BUMN dan anak usaha BUMN pun menjadi sasaran Erick. Kali ini Erick berencana menggabung sejumlah bank syariah BUMN. Dana pensiun (dapen) yang dimiliki BUMN juga akan bernasib sama. Bila dilaksanakan, tentu direksi bank syariah dan  dana pensiun BUMN harus mempersiapkan diri.

 Rencananya, beberapa bank syariah yang dimiliki BUMN  bakal digabung dengan tujuan membuka opsi-opsi pendanaan yang lebih luas di dalam negeri. Penggabungan ini akan dilakukan rencananya pada kuartal pertama 2021.

“Untuk beberapa bank, kita juga sedang kaji, bank-bank syariah ini jadi satu. Insya Allah Februari tahun depan jadi satu, Bank Syariah Mandiri, BRI, supaya juga ada opsi-opsi pendanaan bagi yang percaya bisnis syariah,” imbuh Erick.

Tak hanya  bank syariah milik BUMN, dana pensiun BUMN juga akan digabung. Penggabungan tersebut tak lepas dari kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

“Tapi yang pasti ke depan yang namanya dana-dana pensiun yang ada di BUMN kita akan jadikan satu atap,” katanya.

Untuk penggabungan dapen, rencananya  dilakukan bertahap antara 3-4 dapen BUMN. Saat ini empat bank BUMN  yakni Bank BRI, Bank Mandiri, Bank  BNI dan Bank BTN memiliki dapen sendiri. BUMN lain pun memiliki dapen. Diantaranya a Dapen Telkom, Dapen Bank BRI, Dapen Pertamina, Dapen Krakatau Steel, Dapen PLN, Dapen Perkebunan (Dapenbun).

Menyikapi rencana penggabungan dana pensiun BUMN tersebut, Ketua Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Suheri berpandangan, rencana Menteri BUMN Erick Thohir mengkonsolidasikan dapen dapat membuat pengelolaan dapen di bawah BUMN menjadi lebih efisien.

“Pak Erick mengatakan setelah kejadian beberapa asuransi jiwa, timbul ide pemikiran. Penggabungan ini ide cukup bagus, terutama dari segi efisiensi,” kata Suheri.

Hanya saja, lanjut Suheri,  akan timbul beberapa kendala jika pemerintah memutuskan menggabungkan beberapa dapen yang dikelola secara mandiri oleh BUMN.  Mulai dari penyesuaian program dapen, hingga strategi investasi yang telah diformulasikan untuk program yang ditetapkan. Saat ini terdapat 37 perusahaan BUMN yang mengelola dapen dengan dana kelolaan sebesar Rp 100 triliun.

Persoalan investasi juga menjadi kendala karena  kriteria investasi yang biasa dilakukan oleh pengelola dapen biasanya telah disesuaikan dengan karakteristik program yang dimiliki oleh perusahaan.

“Dari situ muncul portofolio yang beda. Kalau disatukan program beda tapi portofolio sama, apa kemudian bisa memenuhi masing-masing rumus dan formula dari masing-masing pendiri,” jelas Suheri.

 Penggabungan Dapen yang dikelola secara mandiri oleh BUMN dapat  menimbulkan beberapa kendala. Mulai dari penyesuaian program dapen, hingga strategi investasi yang telah diformulasikan untuk program yang ditetapkan.  Karena itu bila tujuan penggabungan untuk meningkatkan penetrasi pasar dan memperbesar industri dana pensiun, konsolidasi bukan menjadi langkah yang tepat.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
18/09/2020 20:25 WIB
BNN Gandeng BRISyariah Terkait Penyediaan Belanja Pegawai dan Jasa Perbankan
Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia menggandeng PT Bank BRIsyariah Tbk dalam rangka penyediaan layanan belanja pegawai dan layanan jasa perbankan
 
Nasional
18/09/2020 20:14 WIB
Dengan Fitur IOT Hub, Android Smart TV AQUA Japan Tunjang Aktivitas di Rumah
Saat ini, materi hiburan yang dihadirkan televisi semakin lengkap. Bahkan fungsinya pun semakin beragam. Tidak lagi sekadar dapat memenuhi kebutuhan akan hiburan, teknologi canggih yang disematkan oleh produsen elektronik, memungkinan TV dapat menunjang berbagai aktivitas di rumah.
 
Nasional
18/09/2020 20:09 WIB
Digital Platform Gojek Semakin Aman dalam Mendukung Usaha Mitra
Inisiatif #AmanBersamaGojek terbukti membuat mitra driver dan mitra merchant di ekosistem Gojek semakin merasa aman dalam memperoleh pendapatan di dunia digital.
 
Nasional
18/09/2020 20:01 WIB
Uni Eropa-Indonesia Tegaskann Kembali Komitmen Pengembangan Kapasitas Dan Pertumbuhan Ekonomi Hijau
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (kanan) bersama Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E. Vincent Piket (kiri) meluncurkan EU-Indonesia Cooperation Publication 2020 secara virtual di Jakarta, Kamis (17/9).
 
Nasional
18/09/2020 19:58 WIB
Dengan Lapisan Blue Fin, Pendinginan AC AQUA Japan Lebih Efektif
Pandemi Covid-19 belum berakhir. Vaksin dan obat yang tepat pun belum ditemukan. Menghabiskan waktu dengan berkegiatan di rumah menjadi pilihan paling aman agar terhindar dari bahaya virus. Untuk mendukung kenyaman saat berada di rumah, produsen elektronik rumah tangga AQUA Japan…
 
Nasional
16/09/2020 20:17 WIB
Lima BUMN Tandatangani MoU Pengembangan “Indonesia Hotel Chain”
Dalam rangka menjadikan BUMN sebagai institusi bisnis yang kompetitif, salah satu inisiatif yang akan dilakukan adalah mengintegrasikan dan mengoptimalisasikan hotel-hotel milik BUMN.
 
Nasional
16/09/2020 20:14 WIB
Bandara Soetta Dinilai Jadi Salah Satu Bandara Paling Aman dari Covid-19
Berdasarkan evaluasi lembaga global Safe Travel Barometer, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dinobatkan sebagai salah satu bandara di dunia dengan rating tertinggi dalam penerapan protokol kesehatan dan keamanan dalam mencegah penyebaran COVID-19.
Dummy