Aldhi Chandra
Selasa, 19 Mei 2020 - 03:58 WIB

Garmin Teliti Potensi Smartwatch Deteksi Dini Covid-19

Foto/Ist/ECONOMICZONE
Foto/Ist/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Garmin, brand pelopor navigasi GPS dan perangkat nirkabel terbaru serta aplikasi yang dirancang bagi orang - orang yang memiliki gaya hidup aktif, baru-baru ini bekerja sama dengan para ilmuwan dari berbagai universitas dan institusi penelitian di seluruh dunia untuk meneliti potensi smartwatch sebagai perangkat yang dapat membantu deteksi dini virus corona (Covid-19).

Melalui kerjasama ini, Garmin dan para ilmuwan mengkaji potensi smartwatch Garmin sebagai perangkat yang
dapat membantu masyarakat untuk mengidentifikasi, melacak, dan memantau keberadaan Covid-19. Penelitian ini berangkat dari dua premis sederhana. Pertama, peningkatan detak jantung sebagai tanda awal dari common cold (selesma), flu atau Covid-19. Kedua, smartwatch Garmin memiliki fitur pemantau detak jantung berbasis pergelangan tangan. Dengan menggabungkan dua hal tersebut, perangkat akan sangat membantu masyarakat untuk mendeteksi dini atas indikasi awal infeksi virus.

Dalam penelitian ini, Garmin ingin menganalisa lebih lanjut potensi perangkat Garmin agar dapat memberikan manfaat di tengah kondisi saat ini. Turut berpartisipasi dalam beberapa studi internasional, Garmin memberikan informasi bagaimana
pengguna smartwatch Garmin dapat berkontribusi dalam penelitian ini. Berikut adalah beberapa studi internasional utama dengan kontribusi Garmin:

1. Studi Covidentify: Dapatkah perangkat wearable mendeteksi penyakit?
Garmin berpartisipasi dalam studi yang dilakukan oleh Duke University, yang disebut Covidentify, yang bertujuan untuk memperlambat penyebaran Covid-19. Penelitian ini berguna unt mempelajari cara melacak penyebaran Covid-19, mendapati saat seseorang mungkin rentan tertular, dan yang mempunyai resiko tertinggi saat terinfeksi. Untuk itu, Garmin mendoron penggunanya untuk menautkan data pada smartwatch-nya ke studi ini untuk membantu para peneliti dalam mempelajari bagaimana detak jantung dan gerakan mereka terpengaruh oleh Covid- 19. Orang yang sehat dan tetap di rumah juga dapat berpartisipasi dalam penelitian ini. Informasi lainnya dapat dipelajari di www.covidentify.org.

2. Scripps Research DETECT: Apakah smartwatch anda sudah jadi perangkat deteksi?
Saat jantung berdetak lebih cepat dari biasanya, hal tersebut bisa menjadi tanda seseorang terserang demam, flu, infeksi virus bahkan Covid-19. Penelitian dari Scripps Research DETECT berusaha untuk mencari tahu apakah perubahan pada denyut jantung, aktivitas dan kualitas tidur pada individu, dapat menjadi indikasi awal dari penyakit yang sangat viral, seperti Covid-19. Dalam penelitian ini, pengguna Garmin dapat ikut berpartisipasi melalui aplikasi MyDataHelps yang akan
memandu mereka untuk memberikan persetujuan, menyinkronkan perangkat dan memasukkan data pribadi yang dibutuhkan dalam aplikasi. Melalui data ini, para ilmuwan berharap dapat mengidentifikasi kemungkinan munculnya penyakit seperti influenza pada pengguna dan memberikan langkah-langkah untuk menanggulangi wabah tersebut. Informasi tentang penelitian ini dapat dibaca di www.detectstudy.org.

3. PhysioQ: Dapatkah data wearable agregat membantu keluarga dan dokter?
Institusi penelitian lainnya, yaitu PhysioQ, baru saja membuka daftar tunggu untuk NEO, sebuah platform pemantauan Covid-19 gratis yang dibuat untuk memantau kondisi keluarga di rumah. Dengan menggunakan produk-produk andalan yang dipercaya oleh para peneliti, termasuk smartwatch Garmin dan pelacak aktivitas lainnya, keluarga dapat merasa tenang karena dapat melakukan pemantauan pada tingkat saturasi oksigen, detak denyut jantung, dan lainnya dari jauh.

Nantinya, data-data anonim yang berhasil dikumpulkan akan disumbangkan untuk membuat salah satu database terbuka Covid-19 terbesar di dunia. Beberapa peneliti telah menyetujui untuk menjalankan inisiatif ini, termasuk Dr. Andrew Ahn, seorang internis dan peneliti yang merawat pasien di garis depan, dan Dr. Chung-Kang Peng, Director of the Center for Dynamical Biomarkers dan Associate Professor of Medicine at Harvard Medical School.

“Mampu memonitor SpO2 dan beat-to-beat intervals serta aktivitas dan kualitas tidur melalui perangkat perangkat ramah konsumen (consumer-friendly) milik Garmin merupakan gamechanger yang sesungguhnya,” kata Dr. Chung-Kang Peng. “Kami percaya bahwa insights yang diperoleh dari data ini dapat mengubah pendekatan uji klinis kami dan secara signifikan mempercepat proses deteksi penyakit,” tambah Dr. Ahn. Proyek penelitian ini dapat dipelajari lebih melalui
www.physioq.org.

Selama 31 tahun, Garmin telah berinovasi menciptakan berbagai produk yang dapat memenuhi passion setiap orang dan mendukung gaya hidup aktif masyarakat. Di tengah kondisi krisis kesehatan global yang memengaruhi segala aspek kehidupan ini, Garmin bersama dengan para ilmuwan terkemuka tentunya ingin membantu masyarakat agar kita dapat selangkah lebih dekat dalam upaya deteksi dini.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
29/05/2020 21:51 WIB
Penerapan New Normal, PKB Jaksel Minta Gubernur DKI Jakarta Perhatikan Pondok Pesantren
Sejak disosialisasikan “New Normal” ditengah pandemic Covid-19 banyak masyarakat yang masih tanda tanya mengenai kesiapan dari pemerintah pemprov DKI Jakarta dalam menerapkan New Normal.
 
Nasional
28/05/2020 19:41 WIB
85,4% Pewarta Foto Terkena Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19 membawa dampak ekonomi yang sangat luas terhadap profesi wartawan foto di Indonesia. Berdasarkan survey yang dibuat oleh organisasi kewartawanan  Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, sebanyak 85,4% pewarta foto mengaku terkena dampak ekonomi tersebut secara langsung.
 
Nasional
28/05/2020 19:30 WIB
Pfizer Bekerja sama dengan Halodoc dan YKI
Pfizer Indonesia mengumumkan kerja samanya dengan Halodoc sebagai platform kesehatan dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dalam meluncurkan sebuah solusi digital inovatif untuk pasien kanker payudara metastatik.
 
Nasional
28/05/2020 19:22 WIB
Indosat Ooredoo memilih Ericsson Operations Engine untuk Managed Services dan Network Automation berskala nasional
Ericsson (NASDAQ: ERIC) dan Indosat Ooredoo (IDX: ISAT)  menandatangani perjanjian kerja sama lima tahun untuk meluncurkan Ericsson Operations Engine, model yang didorong oleh data AI (Artificial Intelligence) dan berfokus pada konsumen di Indonesia.
 
Nasional
28/05/2020 14:59 WIB
Trafik Layanan Data Telkomsel Tumbuh Hingga 22,8% Selama Momen Ramadan dan Idul Fitri 2020
Momen Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) yang baru saja berlalu dimaknai oleh Telkomsel dengan secara konsisten tetap berupaya menghadirkan kenyamanan mengakses layanan terdepan terutama  broadband berkualitas bagi pelanggan, terutama beraktivitas dengan cara-cara baru pada saat pandemi…
 
Nasional
28/05/2020 14:40 WIB
Lebaran di Tengah Covid-19 Trafik Data XL Axiata Naik 25%
PT XL Axiata Tbk mencatat kenaikan trafik penggunaan layanan di masa seputar perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Dalam periode 18-26 Mei 2020, Customer Experience & Service Operation Center XL Axiata mencatat kenaikan trafik pada layanan data sebesar 25% dibandingkan hari-hari…
 
Nasional
26/05/2020 20:17 WIB
25 Tahun Telkomsel, Memaknai Konsistensi Melayani Negeri untuk Terus Bergerak Maju Bersama Indonesia
Pada hari ini Telkomsel telah hadir di tengah masyarakat selama genap 25 tahun. Selama perjalanannya, Telkomsel secara konsisten memperkuat komitmen untuk mendampingi dan membawa perubahan nyata di setiap fase kehidupan bangsa Indonesia.
Dummy