I.E.K
Jumat, 03 April 2020 - 15:41 WIB

Pertamina Tingkatkan Impor Minyak, Saat Harga Minyak Dunia Turun

Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Di tengah pandemi global Covid-19 dan turunnya harga minyak mentah dunia, PT Pertamina (Persero) tetap siaga menjalankan proses bisnis yaitu kegiatan di hulu, pengolahan dan hilir migas, termasuk penambahan impor minyak mentah maupun produk BBM dan LPG untuk memastikan ketersediaan energi.

“Tambahan impor minyak mentah akan meningkatkan ketersediaan minyak mentah dalam negeri yang akan diolah di kilang Pertamina, sementara tambahan impor produk akan memanfaatkan storage yang tersedia di Indonesia, baik di darat maupun floating,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman di Jakarta, Jumat (3/4).

Walaupun terdapat tambahan impor minyak mentah, namun Pertamina tetap mengutamakan penyerapan minyak mentah dalam negeri yang didapat baik dari bagian pemerintah (government intake), anak perusahaan Pertamina dan pembelian bagian KKKS. Tercatat sampai akhir Februari 2020, total minyak mentah domestik yang diserap dan diolah Pertamina sebesar 669 MBPD atau sekitar 92 persen dari produksi minyak mentah nasional.

“Selain itu, jelang tiga minggu masa pembatasan aktivitas di luar rumah, Pertamina juga menjamin ketersediaan pasokan serta memastikan kegiatan operasional penyaluran BBM dan LPG berjalan baik dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Saat ini, pasokan nasional untuk produk jenis gasoline yakni Premium, Pertalite, dan Pertamax berada pada level aman di atas 22 hari, bahkan pasokan produk Pertamax Turbo mencapai 42 hari dan Minyak Tanah mencapai 89 hari. Adapun produk jenis gasoil yakni Solar dan Dexlite dapat memenuhi ketersediaan di atas 24 hari. Bahkan, pasokan untuk produk Pertamina Dex secara nasional mencapai 53 hari.

“Kami tetap menjaga stok BBM nasional di atas 22 hari meski selama masa aktifitas bekerja dari rumah (work from home), terjadi penurunan konsumsi harian BBM sebesar 16% menjadi 113 juta liter dari rata rata komsumsi normal harian sebesar 134 juta liter,” tambahnya.

Seiring dengan kondisi tersebut, Pertamina juga memastikan ketersediaan LPG tetap memadai untuk mendukung aktivitas rumah tangga yang cenderung meningkat. Pasokan LPG secara nasional saat ini berada di level 16 hari.

Peningkatan konsumsi LPG terjadi di sektor LPG untuk rumah tangga. LPG Subsidi 3 kg mengalami kenaikan konsumsi harian hampir 1% menjadi 22.117 metrik ton dari konsumsi normal sebesar 21.927 metrik ton.

“Kami terus memonitor peningkatan kebutuhan LPG Subsidi 3 kg. Walaupun terdapat kuota yang telah diatur oleh regulator, namun penyesuaian dengan permintaan penambahan fakultatif dari masing-masing pemerintah daerah dapat diberikan di wilayah yang memang memerlukan. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” urainya.

Yang menarik, ternyata banyak konsumen yang beralih ke LPG non subsidi khusus untuk rumah tangga seperti produk Bright Gas kemasan 12 kg dan 5,5 kg. Terbukti dari adanya peningkatan konsumsi hingga mencapai 9% dalam 3 minggu terakhir. Hal ini tidak terlepas dari upaya Pertamina untuk meningkatkan pelayanan, diantaranya promo diskon dan pelayanan antar (Pertamina Delivery Service) melalui pemesanan LPG ke Call Centre Pertamina 135.

“Seluruh operasional perusahaan dari hulu, pengolahan hingga hilir tetap berjalan normal dengan pengaturan personil yang ketat sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19. Dalam situasi darurat ini, kami akan tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan mendukung kebijakan pemerintah untuk Stay Safe at Home,”pungkasnya.

Tags

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
46 menit yang lalu
Perkuat Roadmap Menuju 5G, Telkomsel Hadirkan VoLTE
Telkomsel sebagai leading digital telco company berkomitmen untuk terus bergerak maju memimpin perkembangan inovasi teknologi seluler di Indonesia.
 
Nasional
9 jam yang lalu
Bantu Pelaku Usaha Hadapi New Normal, Hankook Tire Dukung Efisiensi Biaya Operasional Kendaraan
Menyambut aktivitas ekonomi di situasi new normal, lalu lintas transportasi logistik diperkirakan akan kembali produktif seperti sebelum periode karantina.
 
Nasional
9 jam yang lalu
Penerapan New Normal, PKB Jaksel Minta Gubernur DKI Jakarta Perhatikan Pondok Pesantren
Sejak disosialisasikan “New Normal” ditengah pandemic Covid-19 banyak masyarakat yang masih tanda tanya mengenai kesiapan dari pemerintah pemprov DKI Jakarta dalam menerapkan New Normal.
 
Nasional
9 jam yang lalu
Likee dan Xiaomi Berkolaborasi Hadirkan Online Live Music #MyHouseParty
Likee, platform pembuatan video pendek global terkemuka, dengan tool pengambilan dan pengeditan video dilengkapi efek khusus yang canggih, selalu mempunyai cara baru untuk menghibur penggunanya.
 
Nasional
28/05/2020 19:41 WIB
85,4% Pewarta Foto Terkena Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19 membawa dampak ekonomi yang sangat luas terhadap profesi wartawan foto di Indonesia. Berdasarkan survey yang dibuat oleh organisasi kewartawanan  Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, sebanyak 85,4% pewarta foto mengaku terkena dampak ekonomi tersebut secara langsung.
 
Nasional
28/05/2020 19:30 WIB
Pfizer Bekerja sama dengan Halodoc dan YKI
Pfizer Indonesia mengumumkan kerja samanya dengan Halodoc sebagai platform kesehatan dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dalam meluncurkan sebuah solusi digital inovatif untuk pasien kanker payudara metastatik.
 
Nasional
28/05/2020 19:22 WIB
Indosat Ooredoo memilih Ericsson Operations Engine untuk Managed Services dan Network Automation berskala nasional
Ericsson (NASDAQ: ERIC) dan Indosat Ooredoo (IDX: ISAT)  menandatangani perjanjian kerja sama lima tahun untuk meluncurkan Ericsson Operations Engine, model yang didorong oleh data AI (Artificial Intelligence) dan berfokus pada konsumen di Indonesia.
Dummy