I.E.K
Jumat, 21 Februari 2020 - 23:19 WIB

PT Barata Optimis Penjualan Meningkat 50 Persen

Foto/Ist/ECONOMICZONE
Foto/Ist/ECONOMICZONE

ECONOMIC ZONE - Direktur Utama PT Barata, Fajar Hari Sampurno mengatakan industri manufaktur secara keseluruhan menurun sejak beberapa tahun terakhir. Sedangkan penurunan industri manufaktur di Indonesia penurunan tersebut nampak dari indikasi investasi yang berbentuk paket. 

“Sejak tahun 2020, banyak investasi yang dilakukan dalam bentuk paket. Alat-alat, mesin dan equipment yang masuk ke Indonesia total impor dari luar. Sedangkan dahulu ada kewajiban investor untuk produksi alat, mesin dan equipment di Indonesia,” kata Direktur Utama PT Barata, Fajar Harry Sampurno di Jakarta, Jumat (21/20).

Untuk mengatasi tren penurunan industri manufaktur tersebut diperlukan strategi antara lain mewajibkan investor luar negeri untuk memproduksi peralatan dan perlengkapan di Indonesia. “Di Undang-Undang Pertahanan ada, minimal 35 persen diproduksi di dalam negeri,” jelasnya.

Kedua, lanjutnya, untuk mendorong industri berorientasi ekspor. Pasalnya, kecenderungan bangsa Indonesia khususnya manufaktur, hasil produksinya tidak kelihatan seperti seperti turbin, boiler, dan boogie. Sedangkan yang kelihatan adalah bentuk proyeknya seperti PLTU.

“Substitusi impor bukan harus Barata, tapi seluruhnya. Misalnya, Siemens adalah merek luar, tetapi diproduksi di dalam negeri. Oleh karena itu, saya utamakan menggunakan barang-barang produksi Indonesia,” jelasnya.

Terkait skema Barata ke depan, perusahaan sedang mengkaji beberapa kerjasama dengan pihak lain. Kerjasama tersebut antara lain membantu percepatan kilang Pertamina, membantu pembangunan PLTU PLN dan membantu pemeliharaan dan perbaikan kapal.

“Rencana 2020, kita targetkan peningkatan Ekspor hingga 2 kali lipat dari Rp430 miliar. Kalau Operation berjalan maka penjualan akan meningkat 50 persen. Sedangkan laba 2019 mencapai Rp2,2 triliun. Yang penting adalah melakukan efiensi,” jelasnya.

 

Komentar

Berita Lainnya

 
Nasional
4 jam yang lalu
Ringankan Korban Covid-19, PLN Bebaskan Tagihan Pelanggan 450 VA
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendukung penuh kebijakan Pemerintah untuk membebaskan pembayaran listrik bagi 24 juta pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere (VA) dan memberikan diskon 50 persen bagi 7 Juta pelanggan dengan daya 900 VA bersubsidi.
 
Nasional
22 jam yang lalu
Tren Pergerakan Penumpang Menurun Setelah WFH Dan Stay At Home Diberlkukan
Himbauan pemerintah untuk tidak bepergian ke luar kota dan tetap berada di rumah (stay at home) serta kerja dari rumah (work from home) selama pandemi COVID-19 direspons baik oleh warga Jakarta. Hal tersebut terlihat dari tren pergerakan penumpang pesawat.
 
Nasional
22 jam yang lalu
Kerjasama Kementerian BUMN-BKPM Teken MoU Kemudahan Berusaha
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menandatangani Nota Kesepahaman tentang Koordinasi Tugas dan Fungsi Lingkup Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan Badan Koordinasi Penanaman Modal. Penandatanganan…
 
Nasional
30/03/2020 18:45 WIB
Insentif Keuangan dan Restrukturisasi Pinjaman Selama Wabah Covid-19
Presiden Joko Widodo mengarahkan bahwa sistem respon Covid-19 salah satunya adalah daya tahan sosial ekonomi. Oleh karena itu, keluar kebijakan pemerintah tentang relaksasi dan restrukturisasi pinjaman kredit UMKM terdampak Covid-19.
 
Nasional
30/03/2020 18:32 WIB
Meski Ada Lonjakan, Stok Pangan Bulog Selalu Tersedia
Pemerintah melalui Perum BULOG memastikan mampu mengatasi kebutuhan lonjakan pangan yang tak terduga.
 
Nasional
30/03/2020 18:23 WIB
PLN Pastikan Kompensasi WFH Hoax
Presiden Joko Widodo mengarahkan bahwa sistem respon Covid-19 salah satunya adalah kebijakan relaksasi yang bertujuan agar mekanisme kerja dari rumah (work from home/WFH), social/phisycal distancing, dan pembatasan mobilitas lain bisa berlangsung efektif.
 
Nasional
29/03/2020 19:33 WIB
Ini Operasional Terminal 1 dan 2 Bandara Soetta Mulai 1 April
PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menyampaikan bahwa terhitung mulai hari Rabu, 1 April 2020 dilakukan pembatasan operasi Terminal 1 dan Terminal 2.