Aldhi Chandra
Sabtu, 01 Februari 2020 - 12:11 WIB

Bareksa Prioritas Rekomendasikan Investor Stay Invested Di Market Pasca Fluktuasi di Awal Tahun 2020

Foto/HendraWiradi/ECONOMICZONE
Foto/HendraWiradi/ECONOMICZONE

ECONOMIC ZONE - Akhir tahun 2019 dan January Effect mampu membuat investor lebih menaruh perhatian ekstra terhadap kinerja emiten-emiten unggulan, khususnya di saham-saham perusahaan blue chips. 

Meskipun demikian, di tengah sejumlah isu eksternal yang berkembang di skala global dan regional, khususnya di kawasan Asia, Eropa dan kawasan Asia Tenggara, Managing Director Bareksa Prioritas Ricky Rachmatulloh meminta agar investor lebih menaruh perhatian dan peka dalam melihat dan menentukan langkah di market. 

Terlebih, merebaknya endemik virus Corona yang bermula dari daratan Cina turut mempengaruhi sentimen pasar dan menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup negatif hingga di akhir perdagangan bursa di bulan Januari 2020.  

“Perkembangan negosiasi dagang antara Cina - Amerika yang berangsur menjadi lebih positif, tensi geopolitik Amerika - Iran, aksi boikot CPO Malaysia oleh India, hingga penyebaran virus Corona membuat kami di Bareksa Prioritas mengarahkan investor agar tetap stay invested di marketnamun dengan lebih sensitif dalam mengambil keputusan untuk menentukan alokasi asetnya. Alasannya, saat ini kami juga melihat beberapa korporasi global sudah merilis laporan keuangannya yang terlihat rata-rata sesuai ekspektasi,” tutur Ricky. 

Dilansir dari Bloomberg, perusahaan-perusahaan S&P 500 yang telah merilis laporan keuangannya sejauh ini, sekitar 67% perusahaan tersebut telah membukukan laba yang lebih baik dari perkiraan. 

Selain itu, dari dalam negeri, kinerja Rupiah terpantau menguat dengan kenaikan signifikan sejak awal tahun yang terus mengalami rallylebih dari 2%. Hal ini semakin menjadi alasan untuk menguatkan tingkat optimisme investor agar tidak melakukan aksi cut-losskendati isu regional tengah menunjukkan gejala siaga.

Disinggung soal minat investor high net-worthdalam merespon kondisi marketbulan ini, Ricky menyebutkan, investor memilih untuk bertahan di marketnamun mengambil opsi yang lebih terukur, yakni di produk-produk Reksa Dana Pasar Uang yang dapat digunakan sebagai “tempat parkir” sementara sambal secara bertahap mengambil momentum masuk ke pasar saham atau obligasi jangka menengah dan panjang. 

Secara umum, para advisorBareksa Prioritas cukup optimis melihat faktor internal, khususnya dari sisi nilai tukar Rupiah dan kebijakan akomodatif dari pemerintah. 

“Investor high net-worthcenderung tidak terlalu gegabah dalam melihat fenomena-fenomena seperti ini. Selain dari anjuran kami untuk tetap peka dan sensitif pada isu regional, agaknya secara karakter, investor memiliki preferensinya sendiri dalam menentukan kapan harus keluar dan masuk ke market. 

"Hal ini kami rasa cukup strategis, mengingat di momen seperti ini, kami kerap menganjurkan investor untuk tetap stay invested di marketdan menunggu momen yang tepat untuk menambah porsinya atau kembali masuk ke market, bahkan ketika market masih cenderung terkoreksi maka investor dianjurkan dapat memanfaatkan momen ini untuk melakukan bottom fishing,” lanjut Ricky.

Dalam lingkup transaksi reksa dana, technical correctionIHSG dapat dimanfaatkan dengan aksi profit takingatau realokasi aset Reksa Dana Saham ke Pasar Uang atau Pendapatan Tetap. 

Adapun untuk produk reksa dana lainnya, saat ini Bareksa Prioritas juga merekomendasikan produk-produk dengan jangkauan investasi ke pasar global. 

Ricky menyebutkan, untuk investor yang memiliki aset dalam bentuk Dollar Amerika, saat ini investor dapat memilih reksa dana dengan denominasi USD yang memiliki fokus exposureke pasar saham Amerika Serikat dan Asia Pasifik. 

“Asset classequityyang banyak menempatkan dananya di offshore dan domestik sedang kami telaah potensinya. Paling tidak sampai dengan tiga bulan mendatang. Di awal tahun, seiring dengan trendpenguatan di yield bondsyang sudah terjadi, biasanya minat investor akan berlanjut ke pasar equitykedepannya” tutup Ricky. 

Komentar

Berita Lainnya

 
Nasional
17/02/2020 18:30 WIB
Program Berbagi ‘Berkah MyPertamina 2020’ dengan Hadiah Miliaran
 Mendukung skema pembayaran non tunai ini, PT Pertamina (persero) pun turut mengadakan program Berbagi Berkah My Pertamina
 
Nasional
17/02/2020 18:23 WIB
Telkom Dukung Percepatan Digitalisasi ke Pelosok Indonesia
Pembangunan infrastruktur merupakan satu dari lima aspek utama yang menjadi fokus Pemerintah untuk lima tahun ke depan.
 
Nasional
16/02/2020 18:53 WIB
Batik Air Sambut Kedatangan Awak Pesawat yang Menjemput WNI dari Natuna
Batik Air menyambut kedatangan 18 awak pesawat yang telah selesai menjalani rangkaian protokol kesehatan yaitu karantina dan observasi, di natuna, Kepulauan Riau.
 
Nasional
16/02/2020 07:52 WIB
RedDoorz Penuhi Resolusi Awal Tahun Jelajahi Destinasi Wisata di Indonesia
Awal tahun merupakan saat ketika banyak orang memiliki banyak harapan dan keinginan yang ingin diwujudkan sepanjang tahun.
 
Nasional
13/02/2020 18:15 WIB
Terobosan Baru Dirut Garuda yang Langsung Turun Ke Masyarakat Disambut Positif
Terobosan Direktur Utama (Dirut) Garuda Irfan Setiaputra yang turun langsung menemui para pengusaha travel di sambut baik oleh masyarakat.
 
Nasional
13/02/2020 15:24 WIB
PT. Bukit Asam Terapkan Manajemen Anti Suap
PT. Bukit Asam Tbk. Menerapkan standar Internasional Anti-Bribery Management System atau Manajemen Anti Suap. Penerapan ini ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan, oleh jajaran Direksi Bukit Asam di Tanjung Enim, pada Selasa (11/2).
 
Nasional
13/02/2020 15:12 WIB
Adira Insurance Gandeng Universitas Multimedia Nusantara
Untuk turut berkontribusi mempersiapkan generasi yang mampu bersaing di Indonesia, PT. Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) kembali menggulirkan Adira Insurance Cooperative Education Program (AICOP).