Aldhi Chandra
Kamis, 30 Januari 2020 - 17:06 WIB

Jurus Jitu Bidik Hati Milenial

Foto/HendraWiradi/ECONOMICZONE
Foto/HendraWiradi/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Bonus Demografi di Indonesia yang cukup besar dan angkatan muda yang cukup produktif berdampak positif bagi bisnis properti di Indonesia. Karena tingginya jumlah penduduk terutama angkatan muda, juga akan akan terkerek permintaan hunian. Terutama bagi angkatan muda atau yang lebih dikenal dengan milenial.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang fokus membidangi masalah infrastruktur dan perumahan menyebutkan bahwa, saat ini sekitar 81 juta orang di segmen generasi milenial yang belum memiliki rumah. Tentu angka tersebut setara 31% dari jumlah populasi di Indonesia.

Generasi milenial saat ini masih kesulitan mengakses layanan Kredit Kepemilikan Rumah maupun Apartemen (KPR/KPA). Berbagai cara dan upaya pemerintah untuk kalangan milenial bisa mengakses pembiayaan perumahan terus dilakukan.

Karena memiliki rumah merupakan investasi properti yang menjanjikan bagi masa depan milenial. karena itu Kebijakan pemerintah mendorong kalangan milenial mendapatkan rumah dengan berbagai cara seperti subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), kemudian dengan skema SSB (Subsidi Selisih Bunga) kemudian ada Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), Bantuan Uang Muka (BUM) dan lainnya. Bahkan pemerintah tahun 2011 ini menggelontorkan dana Rp11 triliun untuk subsidi rumah bagi masyarakat beprenghasilan rendah.

Persoalan yang ditemukan dilapangan adalah, tingginya harga tanah dan harga rumah membuat kalangan milenial ini masih kesulitan untuk mendapatkaan pembiayaan rumah. Satu sisi kalangan milenial masih mementingkan traveling dan jalan jalan, Sehingga masih sulit untuk memiliki atau membeli rumah buat masa depan ataupun investasi.

Hal ini tentu, menjadi tantangan bagi kalangan perbankan sebagai penyedia jasa untuk pembiayaan perumahan dengan skema yang mudah dan tentunya juga menarik bagi kalangan milenial untuk berlomba-lomba menabung atau membeli rumah dengan skema pembiayaan murah dari perbankan. Karena potensi milenial yang cukup besar capai 81 juta tentu menjadi daya tarik sendiri bagi perbankan.

Melihat besarnya potensi pasar dari generasi milenial, salah satu perbankan plat merah yang tupoksi sektor perumahan seperti PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyambut daya tarik tersebut dengan berbagai inovasi melalui penyediaan layanan KPR ataupun juga KPA yang lebih mudah diakses dan terjangkau bagi masyarakat.

Direktur Utama Bank BTN Pahala N. Mansury belum lama ini mengatakan, perseroan melihat potensi besar dari generasi milenial yang belum memiliki rumah di Indonesia menjadi sebuah tantangan bagi BTN untuk menarik dan memberikan dorongan agar milenial ini bisa lebih mudah mengakses pembiayaan bersama BTN.

Salah satu strategi yang dilakukan perseroan yakni meluncurkan aplikasi BTN Properti Mobile versi Android. Konsep dan tampilan baru yang lebih menarik dapat diakses lewat aplikasi BTN Properti Mobile. Lewat aplikasi anyar ini, generasi Y dapat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) lewat ponsel Android mereka dengan mudah.

“Sebagai pemimpin pasar KPR di di Indonesia, kami terus berinovasi untuk menyediakan hunian dan juga mendorong milenial ini mendapatkan pembiayaan dan akses perbankan  dengan aplikasi BTN Properti Mobile yang memberikan berbagai kemudahan berbasis teknologi bagi generasi milenial yang tech-savvy,” ujar Pahala.

Fitur BTN Properti Mobile yang dapat dinikmati kaum milenial di Indonesia, di antaranya, aplikasi tersebut memiliki fitur 4D Tour Services yang membuat penggunanya dapat melihat unit rumah tanpa harus ke lokasi. Fitur lain yang ditawarkan yakni tracking pengajuan kredit secara real time sehingga dapat mengetahui status permohonan kredit. Bank BTN juga menawarkan fasilitas booking/ fee payment melalui e-channel lewat aplikasi ini. Melalui aplikasi tersebut, pengguna juga dapat melihat kondisi fasilitas umum di sekitar unit rumah.

Artinya milenial bisa mengajukan permohonan KPR secara online melalui aplikasi BTN Properti Mobile Apps ini dan juga melalui situs www.btnproperti.co.id. Dalam situs tersebut, para mielnail yang mengajukan KPR bisa melihat dan memilih hunian dari 507.445 unit properti milik 1800 developer.

Selain itu, untuk menarik minat milenial menabung dan memiliki rumah, BTN juga melakukan Program KPR Gaeesss For Millenials dengan tampilan baru yang lebih menarik dan dapat diakses lewat aplikasi BTN Properti Mobile. Program KPR tersebut diracik sesuai dengan karakteristik kaum milenial yang menginginkan layanan yang dapat dengan mudah diakses dan cicilan yang terjangkau.

KPR Gaeesss for Millenials merupakan kredit untuk pemilikan hunian bagi kaum milenial berusia 21-35 tahun. Bank BTN memberikan berbagai gimmick menarik di antaranya bebas biaya admin, suku bunga single digit, diskon provisi 50%, dan jangka waktu kredit hingga 30 tahun.

Kelebihan lain dari bank BTN juga tidak mengikat para milenial dengan membebaskan mereka dari pengendapan dana. Perseroan juga menawarkan fasilitas berupa memasukkan biaya proses akad kredit KPR ke plafon kredit. Selain itu, program ini pun dapat di-bundling dengan KPR Zero yang meliburkan pembayaran pokok selama 2 tahun dan bisa dinikmati tidak hanya di ibu kota, tapi juga di seluruh Indonesia.

Selain ada gimmick yang mudah, seharusnya perbankan juga perlu memberikan gimmick, jalan jalan atau traveling. Karena salahsatu kesukaan dari milenial ini adalah jalan jalan. Tentu program tersebut bisa menjadi daya tarik tersendiri.

Untuk menggarap kaum milenial, Bank BTN juga memiliki berbagai produk dan layanan perbankan berbasis teknologi seperti mobile banking dan internet banking. BTN juga menjadi bagian dari LinkAja untuk mempermudah transaksi menggunakan uang elektronik di ponsel. Hal ini terbukti hingga akhir November 2019, secara total Bank BTN mencatatkan penyaluran KPR secara keseluruhan mencapai Rp190,15 triliun. Posisi tersebut tercatat naik 11,2% secara tahunan dari Rp171 triliun per November 2018.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
20 jam yang lalu
BTN Bakal Akuisisi 25.000 EDC
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. gencar melakukan akuisisi merchant lokal dan nasional sebagai merchant mesin Electronic Data Capture (EDC) untuk meningkatkan perolehan fee based income (FBI) dan dana murah (low cost funding). Aksi akuisisi tersebut juga sejalan dengan upaya…
 
Nasional
20 jam yang lalu
Telkomsel Bersama Kementerian Agama Perkuat Inisiatif Program Madrasah Digital Belajar Jarak Jauh
Telkomsel terus meningkatkan kontribusi nyata dalam mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia, termasuk membantu masyarakat menjalani kegiatan pembelajaran jarak jauh di tengah situasi penuh tantangan saat ini.
 
Nasional
20 jam yang lalu
Mesin Cuci Front Loading dari AQUA Japan
Bagi pasangan bekerja yang mengurus rumah tangga sendiri tanpa bantuan dari asisten rumah tangga, mesin cuci memiliki fungsi yang sangat signifikan. Sebab, aktivitas mencuci pakaian bukanlah hal yang sederhana, cukup memakan waktu dan tenaga. Jadi, bila tanpa mesin cuci pasti akan…
 
Nasional
18/09/2020 20:25 WIB
BNN Gandeng BRISyariah Terkait Penyediaan Belanja Pegawai dan Jasa Perbankan
Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia menggandeng PT Bank BRIsyariah Tbk dalam rangka penyediaan layanan belanja pegawai dan layanan jasa perbankan
 
Nasional
18/09/2020 20:14 WIB
Dengan Fitur IOT Hub, Android Smart TV AQUA Japan Tunjang Aktivitas di Rumah
Saat ini, materi hiburan yang dihadirkan televisi semakin lengkap. Bahkan fungsinya pun semakin beragam. Tidak lagi sekadar dapat memenuhi kebutuhan akan hiburan, teknologi canggih yang disematkan oleh produsen elektronik, memungkinan TV dapat menunjang berbagai aktivitas di rumah.
 
Nasional
18/09/2020 20:09 WIB
Digital Platform Gojek Semakin Aman dalam Mendukung Usaha Mitra
Inisiatif #AmanBersamaGojek terbukti membuat mitra driver dan mitra merchant di ekosistem Gojek semakin merasa aman dalam memperoleh pendapatan di dunia digital.
 
Nasional
18/09/2020 20:01 WIB
Uni Eropa-Indonesia Tegaskann Kembali Komitmen Pengembangan Kapasitas Dan Pertumbuhan Ekonomi Hijau
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa (kanan) bersama Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E. Vincent Piket (kiri) meluncurkan EU-Indonesia Cooperation Publication 2020 secara virtual di Jakarta, Kamis (17/9).
Dummy