Aldhi Chandra
Sabtu, 18 Januari 2020 - 12:35 WIB

Rencana Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg Masih Tunggu Izin Jokowi

Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Foto/Roni.M/ECONOMICZONE

ECONOMIC ZONE - Rencana pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kilogram (kg) pemerintah masih menunggu izin dari Presiden Joko Widodo. Subsidi akan diberikan langsung kepada yang berhak menerima.

Rencana pencabutan tersebut bertujuan untuk mencegah kebocoran subsidi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, masyarakat yang kurang mampu tetap mendapat subsidi.

"Maksudnya subsidi tertutup kita identifikasi dulu kira-kira yang memang berhak menerima tapi nggak batasi, yang menerima tetap menerima. Cuma terdaftar jadi bisa teridentifikasi untuk cegah terjadi kebocoran," kata Arifin di Kawasan Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020).

"Ya nanti diberikan seperti kompensasi uang kira-kira, tengah dibahas," tambahnya.

Arifin mengatakan, untuk orang yang mampu tak mendapat subsidi. Artinya, mereka membeli Elpiji 3 kg dengan harga normal tanpa bantuan.

Nantinya, harga jual 'gas melon' ini disesuaikan dengan harga pasar. Jika benar, diperkirakan harganya bisa mencapai Rp 35.000 per tabung.

Diharapkan subsidi Elpiji 3 kg bisa lebih tepat sasaran dengan menyasar langsung kepada penerima manfaatnya yaitu masyarakat miskin. Kebijakan ini ditargetkan pada pertengahan tahun ini.

Berdasarkan survei Kementerian ESDM, rata-rata masyarakat miskin menggunakan 2-3 tabung gas Elpiji 3 kg per bulannya. Dengan begitu, nantinya pembelian tabung keempat dan seterusnya oleh masyarakat miskin tak lagi disubsidi.

"Misalnya dia beli 3 tabung subsidi Rp 100.000 dan bank transfer ke nomor ini (penerima). Nanti bisa dicek rata-rata kebutuhan orang miskin 3 tabung. Kalau beli lebih dari 3 tabung bisa kelihatan berhak atau nggak," ujar Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto di kantornya, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa rencana pencabutan subsidi Elpiji 3 kg belum diputuskan. Menurut Jokowi, keputusan pencabutan subsidi harus melalui rapat terbatas (ratas) terlebih dahulu.

"Belum, itu harus lewat rapat terbatas," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020).

Jokowi bilang keputusan mengenai subsidi Elpiji 3 kg dicabut atau tidak pun harus mendengar penjelasan dari kementerian terkait terlebih dahulu. Bisa dari Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan.

Komentar

Berita Lainnya

 
Nasional
14 jam yang lalu
BRI Luncurkan Aplikasi BRISPOT
Aplikasi BRISPOT memungkinkan nasabah nantinya melakukan aktivitas jemput bola setoran pinjaman dan simpanan para nasabah. Khususnya, mereka yang memiliki aktivitas usaha yang sangat padat dan tidak dapat meninggalkan tempat usahanya," jelas Amam.
 
Nasional
21/02/2020 23:11 WIB
Di Tahun 2019, Bluebird Berhasil Kembalikan 15.884 Barang Tertinggal ke Penumpang
Sebagai perusahaan transportasi terdepan yang telah memudahkan mobilitas masyarakat Indonesia selama puluhan tahun, Bluebird Group telah dikenal luas akan kejujuran dan integritas yang dimiliki oleh setiap pengemudinya, termasuk dalam hal pengembalian barang yang tertinggal di kendaraan…
 
Nasional
21/02/2020 23:06 WIB
Gojek Bagikan Ribuan Masker Gratis di Bandara Soekarno-Hatta
Gojek Indonesia membagikan ribuan masker gratis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai salah satu upaya menangkal penyebaran virus Corona ke Indonesia.
 
Nasional
20/02/2020 17:57 WIB
Perum Jamkrindo Bukukan Kenaikan Laba 51 Persen Tahun 2019
Menutup tahun 2019, Perum Jamkrindo mencatatkan laba Rp765,71 miliar atau tumbuh 51 persen dari laba tahun 2018 sebesar Rp508,28 miliar.
 
Nasional
20/02/2020 17:52 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir Tunjuk Agus Martowardojo Jadi Komut BNI
Menteri BUMN, Erick Thohir menunjuk Agus DW Martowardojo menjadi Komisaris Utama PT Bank Nasional Indonesia (Persero) Tbk. Mantan Gubernur Bank Indonesia ini resmi menjadi Komut BNI usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar perusahaan.
 
Nasional
20/02/2020 07:30 WIB
Budi Waseso Perkenalkan Jenderal Kopi Nusantara Buwas
Komisaris Jenderal Polisi (Purn) sekaligus Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso membuka usaha warung kopi, yang bernama Jenderal Kopi Nusantara Buwas.
 
Nasional
19/02/2020 22:57 WIB
Fitur EIS pada vivo S1 Pro
vivo S1 Pro membawa fitur teranyar yang disematkan pada smartphone ini. Salah satunya adalah fitur Electronic Image Stabilization (EIS), untuk memberikan pengalaman videografi yang maksimal dan hasil video yang lebih stabil kepada konsumen.