Aldhi Chandra
Kamis, 16 Januari 2020 - 19:59 WIB

Indonesia-Korsel Segera Rampungkan Sistem Perlindungan PMI di Korsel

Foto/Dok-Kemenaker/ECONOMICZONE
Foto/Dok-Kemenaker/ECONOMICZONE

ECONOMIC ZONE - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan pemerintah Indonesia dan Korea Selatan (Koresl) segera menyelesaian pembaharuan (renewal) nota kesepahaman (MoU) penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korsel melalui skema employment permit system (EPS).  Kesepakatan percepatan finalisasi renewal tersebut disampaikan Ida Fauziyah saat menerima Wakil Menteri Tenaga Kerja Republik Korea, Im Seo-Jeong di Kantor Kemnaker, Kamis (16/1/2020).

"Pemerintah RI telah menyampaikan counter-draft MoU EPS  kepada Menaker Korsel, pada September 2019 lalu, melalui saluran diplomatik dan finalisasi pembaharuan MoU EPS, pihak Korsel secara prinsip setuju untuk digelar pertemuan teknis JWG (Joint Working Group) pada akhir Februari 2020 di Korsel, " kata Menteri Ida.

Menaker Ida yang didampingi oleh Dirjen Binapenta & PKK Aris Wahyudi, Dirjen PHI & Jamsos, Haiyani Rumondang, Karo Kerja Sama Luar Negeri Indah Anggoro Putri dan Direktur PPTKLN Eva Trisiana, menyatakan melalui JWG pada Februari 2020 nanti, juga dibahas peningkatan perlindungan  sekaligus evaluasi penempatan bagi PMI yang bekerja di Korsel melalui skema EPS selama ini. 

"Kita komitmen meningkatkan pelindungan, sehingga Mou EPS tersebut nantinya ada penambahan-penambahan. Yang mana perlu adanya kompromi dari Korea. Secara substansi  kedua pihak sudah oke, maka akan kita segerakan untuk diselesaikan. Semoga  EPS ini dapat segera ditandatangani untuk menjamin perlindungan lebih baik bagi pekerja migran kita di Korsel,” kata Menaker Ida.

Menaker Ida menambahkan selain perundingan finalisasi renewal EPS, forum JWG nanti juga akan membicarakan masalah legal drafting (keabsahan hukum) dari kedua negara. Tim Pemerintah Indonesia direncanakan akan mengirim utusan dari Kemnaker, Kemlu dan BNP2TKI

Menaker Ida mengungkapkan perundingan pembaharuan dokumen MoU oleh Indonesia dan Korsel sendiri telah berlangsung sejak 2015. Lamanya proses negosiasi disebabkan adanya usulan revisi/tambahan klausul untuk dapat meningkatkan perlindungan PMI. Sementara itu, format MoU penempatan EPS ini sudah template untuk ke-16 negara pengirim, termasuk Indonesia.

“Pada prinsipnya, Indonesia dapat menyetujui substansi teknis di dalam counter-draft MoU yang telah disampaikan oleh pihak Korsel sebelumnya. Tetapi masih terdapat beberapa poin substansi legal drafting yang perlu mendapatkan kesepakatan dari kedua belah pihak,” ujarnya.

"Pengiriman PMI ini sudah dilakukan sejak tahun 2007. Mou ini sudah habis masa berlakunya sejak tahun 2015, tetapi secara otomatis bisa diperpanjang masa berlakunya. Dengan adanya regulasi PMII yang baru ini, maka perlu adanya adjustment, " lanjut Menaker Ida.

Menaker Ida menjelaskan melalui skema sistem izin kerja EPS, PMI yang bekerja di Korsel akan memperoleh perlakuan dan hak yang sama sebagaimana tenaga kerja Korsel sesuai dengan Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan yang berlaku di Korsel. Jadi, EPS ini memiliki sistem yang mencakup mengenai penempatan dan perlindungan PMI di Korsel.

"Penempatan melalui skema EPS meliputi lima sektor yaitu manufaktur, konstruksi, jasa, perikanan, dan pertanian. Hanya saja, hingga saat ini Indonesia baru menempatkan di sektor manufaktur dan perikanan, " kata Menaker Ida.

Lindungi ABK
Menteri Ida mengatakan selain masalah EPS, pihaknya juga menyinggung masalah pentingnya perlindungan bagi awak kapal (ABK) mengingat awak kapal itu berada di luar skema EPS dan kondisinya rentan sekali.  “Kami minta Kemnaker Korsel juga memberikan pelindungan bagi ABK dari Indonesia. Bahkan, kalau bisa ada Mou terpisah, “ ujar Menaker Ida.

Menaker Ida kembali perlindungan ABK Indonesia yang bekerja di kapal panjang menindaklanjuti permintaan Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Presiden Korsel Moon Jae-in, akhir November 2019 lalu.

Sementara Wamen Korsel, Im Seo-Jeong menyatakan komitmennya untuk memberikan perlindungan terhadap para ABK Indonesia dan memastikan pemerintah Korsel selalu mengutamakan keselamatan. Bahkan akan segera mempersiapkan Desk pengaduan bagi ABK Indonesia di Korsel.

"Kami berupaya agar ABK dapat bekerja dengan baik. Meski perlindungan bagi ABK bukan ranah kami, tetapi mereka akan mengkoordinasikan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Korsel, untuk menjadi perhatian," ujar Im Seo-Jeong seraya berharap Atnaker Indonesia di Korsel terus intens berkoordinasi dengan KKP Korsel.
 

Komentar

Berita Lainnya

 
Nasional
2 jam yang lalu
Meski Ada Lonjakan, Stok Pangan Bulog Selalu Tersedia
Pemerintah melalui Perum BULOG memastikan mampu mengatasi kebutuhan lonjakan pangan yang tak terduga.
 
Nasional
29/03/2020 08:50 WIB
Curhatan Erick Thohir Hadapi Covid-19
Apa Kabar? Semoga kalian tetap sehat dan terjaga di rumah kalian. Saya duduk di sini, bukan sebagai Menteri BUMN, tetapi sebagai, seorang ayah bagi 4 anak saya, seorang suami, dan juga seorang anak dari Ibu saya
 
Nasional
28/03/2020 20:33 WIB
Demi Mitigasi Covid-19, KAI Batalkan Sejumlah Perjalanan
KAI mengurangi perjalanan sebanyak 103 perjalanan KA per hari mulai 2 April 2020, sehingga jumlah perjalanan KA perharinya turun dari 532 KA per hari menjadi 429 KA per hari,” ujar VP Public Relations KAI, Yuskal Setiawan di Jakarta, ditulis Sabtu (28/3).
 
Nasional
28/03/2020 20:21 WIB
Kantor PLN Siapkan Bilik Desinfektan Untuk Karyawan Dan Tamu
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyediakan bilik penyemprotan desinfektan untuk pegawai di kantor-kantor PLN. Hal ini merupakan tindakan preventif untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.
 
Nasional
28/03/2020 18:20 WIB
Bukit Asam Terima dan Salurkan Bantuan Alat Medis
PT Bukit Asam Tbk menerima bantuan alat kesehatan dari China Huadian yang merupakan mitra kerja PT Bukit Asam Tbk. Bantuan ini diserahkan oleh Representative China Huadian, Zhou Qingke kepada Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arviyan Arifin dengan disaksikan oleh Menteri BUMN, Erick…
 
Nasional
27/03/2020 19:17 WIB
vivo V19 Sudah Bisa di Beli Hari Ini
vivo Indonesia secara resmi mengumumkan penjualan vivo V19 mulai tanggal 25 Maret 2020. Setelah diperkenalkan secara resmi dan memulai masa pre-order pada 10 Maret lalu
 
Nasional
27/03/2020 19:06 WIB
Kampanye #TetapTerjaga, Langkah Terbaru Bluebird Dalam Hadapi Penyebaran Virus Corona
Menyusul dengan perkembangan dari status pandemic virus Corona atau COVID-19 secara global, khususnya himbauan social distancing di Indonesia, PT Blue Bird Tbk sebagai penyedia transportasi terdepan di Indonesia, pada hari ini Bluebird memperkenalkan program layanan Bluebird COD…