MF Djamal
Jumat, 22 Maret 2019 - 17:09 WIB

WEGE Catatkan Kenaikan Laba 50,30 Persen Di Tahun Buku 2018

Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung TBK Nariman Prasetyo (kedua kanan) bersama jajaran Direksi usai Rapat Umum Pemegang Saham tahunan tahun buku 2018 (RUPST) di Jakarta. Kamis. (21/3/2019).Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung TBK Nariman Prasetyo (kedua kanan) bersama jajaran Direksi usai Rapat Umum Pemegang Saham tahunan tahun buku 2018 (RUPST) di Jakarta. Kamis. (21/3/2019).Foto/Roni.M/ECONOMICZONE

ECONOMIC ZONE - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) hari ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2018. Dalam RUPST tersebut, perseroan menyetujui pembagian dividen sebesar Rp133.280.528.000 atau Rp13,924 perlembar saham. Dividen tersebut berasal dari alokasi 30% dari Laba Bersih 2018 sebesar Rp444.249.373.293.

"Berdasarkan Laporan Keuangan (Audited) per tanggal 31 Desember 2018, WEGE meraih pertumbuhan laba mencapai Rp444,50 miliar di akhir tahun 2018 atau naik 50,30% dibandingkan realisasi laba bersih di tahun 2017. Pencapaian laba tersebut melampaui target laba (RKAP) tahun 2018 sebesar Rp 425,70 miliar," kata Direktur Keuangan WEGE, Abiprayadi Riyanto di Jakarta, Kamis (21/3).

Peningkatan laba bersih tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan (tidak termasuk proyek kerjasama operasi/KSO) di tahun 2018, yaitu mencapai Rp5,82 triliun atau naik 49,32% dari realisasi pendapatan tahun 2017 sebesar Rp3,90 triliun. Pertumbuhan laba tersebut berasal dari pendapatan yang didapat dari pemerintah sebesar 25%, BUMN dan anak BUMN sebesar 21% dan sisanya dari swasta.

“Porsi pemerintah di tahun 2018 mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 267% dari tahun 2017, serta porsi BUMN dan anak BUMN juga mengalami kenaikan sebesar 411% dari tahun 2017, ini menunjukkan bahwa pasar WEGE di sektor pemerintah serta BUMN dan anak BUMN sekarang lebih besar,” tambahnya.

Adapun, kas dan setara kas per 31 Desember 2018 sebesar Rp1,77 triliun, total ekuitas senilai Rp2,14 triliun naik 24% dari realisasi tahun 2017 dan total aset sebesar Rp5,89 triliun naik28% dari realisasi tahun 2017. Sementara itu terkait cash flow perusahaan per 31 Desember 2018, WEGE membukukan arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp878,80 miliar atau meningkat 38,10% dari realisasi tahun 2017 sebesar Rp636,37 miliar. Arus kas positif ini berasal dari pencairan piutang serta pembayaran uang muka dari pelanggan.

"Untuk Capex 2018, WEGE telah merealisasikan sebesar Rp152,9 miliar atau 23 % dari total dana Capex yang dialokasikan tahun 2018 sebesar Rp667 miliar. Dari pertumbuhan revenue dan laba bersih yang signifikan, arus kas operasi perusahaan yang positif serta ROE sebesar 20,8% mencerminkan fundamental WEGE yang sehat dan tumbuh,” jelasnya.

Komentar

Berita Lainnya

 
Nasional
3 jam yang lalu
Ringankan Korban Covid-19, PLN Bebaskan Tagihan Pelanggan 450 VA
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendukung penuh kebijakan Pemerintah untuk membebaskan pembayaran listrik bagi 24 juta pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere (VA) dan memberikan diskon 50 persen bagi 7 Juta pelanggan dengan daya 900 VA bersubsidi.
 
Nasional
20 jam yang lalu
Tren Pergerakan Penumpang Menurun Setelah WFH Dan Stay At Home Diberlkukan
Himbauan pemerintah untuk tidak bepergian ke luar kota dan tetap berada di rumah (stay at home) serta kerja dari rumah (work from home) selama pandemi COVID-19 direspons baik oleh warga Jakarta. Hal tersebut terlihat dari tren pergerakan penumpang pesawat.
 
Nasional
20 jam yang lalu
Kerjasama Kementerian BUMN-BKPM Teken MoU Kemudahan Berusaha
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menandatangani Nota Kesepahaman tentang Koordinasi Tugas dan Fungsi Lingkup Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan Badan Koordinasi Penanaman Modal. Penandatanganan…
 
Nasional
30/03/2020 18:45 WIB
Insentif Keuangan dan Restrukturisasi Pinjaman Selama Wabah Covid-19
Presiden Joko Widodo mengarahkan bahwa sistem respon Covid-19 salah satunya adalah daya tahan sosial ekonomi. Oleh karena itu, keluar kebijakan pemerintah tentang relaksasi dan restrukturisasi pinjaman kredit UMKM terdampak Covid-19.
 
Nasional
30/03/2020 18:32 WIB
Meski Ada Lonjakan, Stok Pangan Bulog Selalu Tersedia
Pemerintah melalui Perum BULOG memastikan mampu mengatasi kebutuhan lonjakan pangan yang tak terduga.
 
Nasional
30/03/2020 18:23 WIB
PLN Pastikan Kompensasi WFH Hoax
Presiden Joko Widodo mengarahkan bahwa sistem respon Covid-19 salah satunya adalah kebijakan relaksasi yang bertujuan agar mekanisme kerja dari rumah (work from home/WFH), social/phisycal distancing, dan pembatasan mobilitas lain bisa berlangsung efektif.
 
Nasional
29/03/2020 19:33 WIB
Ini Operasional Terminal 1 dan 2 Bandara Soetta Mulai 1 April
PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menyampaikan bahwa terhitung mulai hari Rabu, 1 April 2020 dilakukan pembatasan operasi Terminal 1 dan Terminal 2.