MF Djamal
Rabu, 30 Januari 2019 - 19:00 WIB

PTPP Siap Gabung ke Holding Perumahan dan Pengembangan Kawasan

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PP Tbk (PTPP) menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan dengan penghapusan status Persero menjadi Non Persero.Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PP Tbk (PTPP) menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan dengan penghapusan status Persero menjadi Non Persero.Foto/Roni.M/ECONOMICZONE

ECONOMIC ZONE - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PP Tbk (PTPP) menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan dengan penghapusan status Persero menjadi Non Persero.

Direktur Utama PTPP, Lukman Hidayat kepada pers di Jakarta, Selasa (30/1) mengatakan penghapusan ini menjadi bagian dari pembentukan holding BUMN yang berada di bawah kendali Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas).

"Kami akan bergabung dan  bersinergi dengan sejumlah BUMN lainnya dalam Holding  BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan yaitu PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Amarta Karya, PT Bina Karya dan PT Indah Karya," katanya. 

Dijelaskan, sebanyak 51 persen saham seri B milik pemerintah dialihkan sebagai penyertaan modal negara ke dalam modal saham Perum Perumnas, sedangkan saham seri A tetap dimiliki oleh pemerintah.

“Holding BUMN Sektor Perumahan dan Pengembangan Kawasan akan memperkuat posisi PTPPdalam rangka penciptaan nilai tambah dan optimalisasi pengembangan bisnis yang akan memberikan dampak yang  besar bagi masyarakat, pemerintah, maupun BUMN  anggota holding,” terangnya. 

Menurut Lukman, terbentuknya holding maka akan meningkatkan kapasitas pendanaan, peningkatan belanja modal, peningkatan pendapatan, peningkatan efisiensi biaya, peningkatan laba serta ekuitas. 

"Bersinerginya BUMN-BUMN sektor perumahan akan meningkatkan kemampuan bisnis antar lini usaha, sehingga lebih efisien dan tercipta kondisi keuangan yang sehat, sekaligus  memperbesar peluang ketersediaan landbank bagi program pembangunan perumahan nasional untuk mengatasi backlog perumahan, holding sektor Perumahan dan Pengembangan Kawasan   ditargetkan dapat menjadi Champion City Developer," urainya.

Lukman menambahkan holding ini memberikan banyak manfaat untuk masyarakat antara lain dalam pemenuhan kebutuhan hunian nasional dengan pola pembiayaan yang beragam untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

"Pada dasarnya tujuan utama dari pembentukan holding BUMN Perumahan dan   Pengembangan Kawasan ini adalah mensinergikan sejumlah keunggulan sehingga terbentuk BUMN yang besar, kuat dan efisien yang mempunyai daya saing kuat dalam berhadapan dengan dominasi swasta nasional dan swasta asing," pungkasnya.

Komentar

Berita Lainnya

 
Nasional
20/03/2019 22:32 WIB
Dukung WANTANNAS, XL Axiata Sosialisasikan Konten Bela Negara Lewat SMS Broadcast
PT XL Axiata Tbk ( XL Axiata ) mendukung penuh program “Bela Negara” yang dicanangkan oleh Dewan Ketahanan Nasional (WANTANNAS).
 
Nasional
13/03/2019 17:54 WIB
BRI Perkuat Kerjasama Perbankan Dengan Kemendagri
Bank BRI kembali bersinergi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia dan Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) dalam memberikan jasa dan layanan keuangan perbankan berbasis teknologi yang dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman dan Penandatangan…
 
Nasional
04/03/2019 18:27 WIB
Kominfo Gandeng XL Axiata Kembangkan Wahana Belajar Digital “Pojok Pintar Sisternet”
Guna mendorong perempuan Indonesia agar lebih melek teknologi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menginisiasi wahana belajar “Pojok Pintar Sisternet”
 
Nasional
04/03/2019 08:04 WIB
Sasar Millenial, BRI Luncurkan Aplikasi BRImo
Bank BRI meluncurkan aplikasi BRImo, aplikasi BRI Mobile terbaru berbasis data dengan UI/UX (user interface/ user experience) dan fitur-fitur terbaru yang dapat digunakan oleh nasabah maupun non nasabah BRI tanpa perlu datang ke kantor cabang dengan pilihan sumber dana giro, tabungan…
 
Nasional
28/02/2019 19:52 WIB
BNI Sosialisasi DNDF dan LCS
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menggandeng Bank Indonesia mensosialisasi Transaksi Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) dan Local Currencies Settlement (LCS). 
 
Nasional
28/02/2019 18:47 WIB
Astra CetaK Laba Rp21,67 Triliun
PT Astra Internasional Tbk (ASII) sepanjang 2018 membukukan laba bersih mencapai Rp21,67 triliun, meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp18,84 triliun.
 
Nasional
27/02/2019 17:53 WIB
Kejar Target DPK Lembaga, Bank BTN Gaet Kliring Berjangka Indonesia
Untuk meningkatkan Dana Pihak Ketiga, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membidik dana dari institusi atau lembaga selain dari nasabah ritel. Tahun 2019, di tengah ancaman ketatnya likuiditas, Bank BTN aktif memikat institusi, perusahaan ataupun lembaga untuk menggunakan fasilitas…