MF Djamal
Jumat, 07 Desember 2018 - 17:24 WIB

Tingkatkan Layanan, BTN Kolaborasi dengan 4 Startup

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Maryono meninjau pameran start up dalam acara BTN Digital Start Up Connect 2018 di Balai Kartini, Jakarta (7/12).Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Maryono meninjau pameran start up dalam acara BTN Digital Start Up Connect 2018 di Balai Kartini, Jakarta (7/12).Foto/Roni.M/ECONOMICZONE

ECONOMIC ZONE - JAKARTA-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berkolaborasi dengan empat startup untuk mendukung bisnis perseroan. Empat startup tersebut yakni KYCKI, ManPro, Gradana dan Buildeco.

"Saat ini kami berkolaborasi dengan empat startup ini untuk mendukung bisnis di antaranya mempercepat pelayanan kepada nasabah. Kalau untuk akuisisi masih perlu kajian lebih lanjut," ujar Direktur Utama Bank BTN, Maryono di sela-sela acara Digital Start Up Connect 2018 di Jakarta, yang merupakan kolaborasi antara Bank BTN dengan Plug n Play dan Young On Top, kemarin.

Maryono mengungkapkan, untuk kolaborasi dengan KYKCI akan mempermudah nasabah BTN mengisi data dalam pembukaan rekening tabungan. Dengan penggunaan teknologi optical character recognation (OCR) pembukaan rekening tabungan hanya memerlukan foto KTP. Kemudian dengan Manpro, BTN bekerja sama dalam penggunaan aplikasi monitoring pembangunan proyek perumahan agar sesuai dengan rencana anggaran biayanya. 

Sementara dengan Gradana, BTN bekerja sama dalam KPR autoapproval untuk pasar properti. Di mana Gradana akan membantu debitur dalam pencicilan uang muka KPR. "BTN dan Gradana bekerja sama dalam pembelian properti. BTN memberikan pencairan berdasarkan analisis kredit dan Gradana memberikan pencairan sejumlah uang muka kepada debitur," paparnya.

Sedangkan dengan Buildeco, lanjut Maryono, BTN akan bekerja sama dalam portal perdagangan elektronik untuk pembelian bahan bangunan bagi mitra perseroan untuk mendukung program sejuta rumah, program konstruksi dan program infrastruktur lainnya. 

“Dengan jumlah pengguna internet yang terus meningkat di Indonesia, perkembangan start up  semakin pesat, terutama e-commerce dan financial technology karena itu perbankan harus memanfaatkan mereka sebagai peluang bisnis sekaligus mitra untuk meningkatkan layanan digital perbankan,” katanya.

Menurut Maryono, BTN akan melakukan sejumlah strategi untuk memanfaatkan perkembangan ekosistem digital di Indonesia. Strategi pertama, Maryono menjelaskan, adalah bermitra dengan Plug n Play Indonesia dalam mencari perusahaan-perusahaan start up yang akan dijadikan sebagai strategic partner Bank BTN untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan Bank BTN dalam bertransformasi digital. 

“Disrupsi ekonomi tidak dapat dihindari, selain mengoptimalkan perputaran dana dari para unicorn di ekosistem digital, perbankan pun harus fleksible membuka peluang kerjasama dengan start up dan fintech untuk meningkatkan service excellence layanan perbankan; yang berdampak pada peningkatan customer trust dan peningkatan fee based income," jelas Maryono.

Strategi kedua adalah penguatan e-channel, BTN akan fokus meningkatkan kolaborasi dengan e-commerce dan fintech. Salah satunya dengan menjadi e-commerce acquirer mengingat transaksi e-commerce di Indonesia tumbuh sangat pesat.

Maryono menuturkan, tren ke depan, e-commerce diramalkan akan terus mendominasi perkembangan start up di Indonesia bersama dengan financial technology. Berdasarkan riset Google dan Temasek Holding, ekonomi digital e-commerce di Indonesia bisa menyentuh angka USD53 miliar pada tahun 2025. Angka tersebut lebih dari separuh angka ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan Google & Temasek akan menyentuh USD100 miliar pada tahun 2025. Sementara fintech terus membukukan nilai pinjaman yang terus meningkat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akumulasi jumlah pinjaman sejak tahun 2016 hingga bulan Juli 2018 tercatat sebesar Rp9,21 triliun atau meningkat 259,36% (year to date).

Menurut Maryono, kebutuhan dana dan kredit akan terus meningkat, karena itu Bank harus cepat beradaptasi dengan perkembangan technology digital bersaing dengan maraknya peminat fintech, Bank BTN berencana membuat aplikasi bergerak atau mobile apps untuk agen laku pandai dan digital on boarding untuk aplikasi kredit maupun pembukaan rekening.

“Start Up harus dirangkul perbankan, karena menguntungkan perbankan dan yang terpenting mempermudah masyarakat menikmati akses layanan perbankan yang mereka butuhkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya mengatakan, pemerintah terus mendorong lahirnya berbagai start up demi menjadikan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di ASEAN. Saat ini perusahaan Indonesia sudah menjadi unicorn di ASEAN, seperti Traveloka, Bukalapak, Tokopedia dan Go-Jek.

"Dari tujuh unicorn di ASEAN, Empatnya berasal dari Indonesia dan saya yakin jumlahnya akan terus bertambah," tegas Jokowi.

Menurut Jokowi, selain pengembangan ekonomi digital, dia meminta kepada Badan Ekonomi Krearif (Bekraf) untuk mensinergikan antara perkembangan industri kreatif offline dengan yang online. "Saya mencatat ada 62 juta usaha mikro dan kecil. Ini kebanyakan masih offline perlu pembinaan dan sinergi agar mereka bisa melakukan branding dengan baik dan pengemasannya juga baik. Nah ini perlu bantuan dari perusahaan berbasis teknologi," katanya. 

Komentar

Berita Lainnya

 
Nasional
25/11/2019 19:55 WIB
Transformasi Jasa Tirta II
Perum Jasa Tirta II selama pengabdian 52 Tahun telah melakukan berbagai bentuk kegiatan antara lain pengelolaan air yang 90 persennya digunakan untuk mengairi kawasan pertanian lebih dari 240.000 hektar di Jawa Barat. Dengan hasil panen rata-rata 5,5 ton perhektar dalam dua musim…
 
Nasional
25/11/2019 17:58 WIB
Pertamina Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (persero) memutuskan melakukan perubahan di level Direksi maupun Dewan Komisaris. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditunjuk menjadi Komisaris Utama, Budi Gunadi Sadikin menjadi Wakil Komisaris Utama dan Condro Kirono sebagai Komisaris. Selain…
 
Nasional
23/11/2019 10:49 WIB
Menteri BUMN Tunjuk Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menjadi Komisaris Utama di PT Pertamina (Persero). Sebelumnya komisaris utama dipegang oleh Tanri Abeng. 
 
Nasional
22/11/2019 20:21 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir Tunjuk Pahala Jadi Dirut Bank BTN
Selain mengangkat Ahok menjadi Komisaris Utama PT Pertamina, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga mengangkat Pahala N Mansuri menjadi Direktur Utama Bank BTN. Pahala Sebelumnya menjabat sebagai direktur keuangan Pertamina digantikan oleh Emma dari Dirut Telkomsel.
 
Nasional
20/11/2019 17:43 WIB
Laba IPC Naik 18,38 Persen di Triwulan III/2019
PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) mencetak laba pada kuartal III/2019 mencapai Rp2,21 triliun. Laba tersebut meningkat 18,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Sedangkan pendapatan usaha naik 2,41 persen menjadi Rp8,56 triliun.
 
Nasional
31/10/2019 19:25 WIB
Andalkan Ekspor, MASA Gali Terus Potensi Pasar di AS dan Asia Pasifik
Pertumbuhan kinerja yang cukup signifikan berhasil ditorehkan PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) di sepanjang tahun 2018 lalu. Penjualan jenis produk Tourisme Camionnette (TC), misalnya, tercatat tumbuh 10 persen dari semula 7,61 juta unit ban pada periode sebelumnya menjadi 8,37…
 
Nasional
30/10/2019 19:09 WIB
Antisipasi Cuaca Ekstrem, AXA Group Luncurkan Asuransi Parametrik
Kondisi cuaca ekstrem yang dalam beberapa waktu terakhir melanda sejumlah daerah disikapi oleh AXA Group dengan membentuk entitas bisnis khusus yang diberi nama AXA Climate.