JAT
Rabu, 05 Desember 2018 - 11:58 WIB

Tak Penuhi Kewajiban, Pemerintah Diminta Coret Importir Bawang Putih Nakal

Foto Illustrasi Bawang Putih.Foto/Ist/ECONOMICZONE
Foto Illustrasi Bawang Putih.Foto/Ist/ECONOMICZONE

ECONOMIC ZONE - Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga meminta pemerintah tegas memberikan hukuman kepada importir bawang putih yang tidak melakukan kewajiban tanam 5 persen dari total kuota impornya.

"Kementan dan Kemendag harus tegas melakukan sanksi dan penindakan administratif," Viva Yoga saat dihubungi, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Di dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), menyebut pengusaha importir diwajibkan menanam lima persen bibit bawang putih di dalam negeri dari jumlah rencana impor yang akan diajukannya.

Menurutnya, saat ini tidak seluruh importir bawah putih yang telah mendapatkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementan dan Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kemendag melaksanakan Permentan tersebut.

"Bagi importir hitam, atau abal-abal, yang tidak memenuhi kewajiban tanam harus dicoret dari daftar calon penerima RIPH pada kuota impor berikutnya. Tidak boleh lagi mengajukan RIPH," ucapnya.

Meski nantinya importir nakal sudah dicoret, kata Viva Yoga, pemerintah khususnya Kementan ke depan harus jeli, teliti, dan cermat terhadap perusahaan-perusahaan baru yang mengajukan RIPH.

"Harus jeli, karena bisa jadi itu perusahaan kloning dari para importir hitam (nakal)," kata politisi PAN itu.

Sementara bagi importir bawang putih yang telah menjalankan penanaman 5 persen tersebut, Viva Yoga meminta pemerintah memberikan apresiasi berupa penambahan kuota impornya.

Di sisi lain, dirinya meminta pemerintah memberikan subsidi benih unggul dan pupuk kepada petani bawang agar dapat meningkatkan kualitas serta jumlah produksinya.

Selain itu, pemerintah juga perlu membuat kebijakan menambah luas tanam dan memperkuat kerjasama antara pihak swasta bersama petani dengan asas saling menguntungkan.

"Lalu pemerintah harus mengendalikan jumlah pasokan dan stabilitas harga agar tidak merugikan petani dan atau konsumen," paparnya.

Diketahui, para petani bawang putih di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mengalami kerugian karena importir tidak menjalankan kewajiban tanam 5 persen dari kuota impornya.

Importir tersebut membuat perjanjian kontrak dengan petani untuk memberikan bibit bawang putih. Namun, perjanjian tersebut tidak dijalankan dan petani bawang tidak bisa menanam dilahannya sendiri.

Komentar

Berita Lainnya

 
Nasional
20/03/2019 22:32 WIB
Dukung WANTANNAS, XL Axiata Sosialisasikan Konten Bela Negara Lewat SMS Broadcast
PT XL Axiata Tbk ( XL Axiata ) mendukung penuh program “Bela Negara” yang dicanangkan oleh Dewan Ketahanan Nasional (WANTANNAS).
 
Nasional
13/03/2019 17:54 WIB
BRI Perkuat Kerjasama Perbankan Dengan Kemendagri
Bank BRI kembali bersinergi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia dan Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) dalam memberikan jasa dan layanan keuangan perbankan berbasis teknologi yang dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman dan Penandatangan…
 
Nasional
04/03/2019 18:27 WIB
Kominfo Gandeng XL Axiata Kembangkan Wahana Belajar Digital “Pojok Pintar Sisternet”
Guna mendorong perempuan Indonesia agar lebih melek teknologi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menginisiasi wahana belajar “Pojok Pintar Sisternet”
 
Nasional
04/03/2019 08:04 WIB
Sasar Millenial, BRI Luncurkan Aplikasi BRImo
Bank BRI meluncurkan aplikasi BRImo, aplikasi BRI Mobile terbaru berbasis data dengan UI/UX (user interface/ user experience) dan fitur-fitur terbaru yang dapat digunakan oleh nasabah maupun non nasabah BRI tanpa perlu datang ke kantor cabang dengan pilihan sumber dana giro, tabungan…
 
Nasional
28/02/2019 19:52 WIB
BNI Sosialisasi DNDF dan LCS
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menggandeng Bank Indonesia mensosialisasi Transaksi Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) dan Local Currencies Settlement (LCS). 
 
Nasional
28/02/2019 18:47 WIB
Astra CetaK Laba Rp21,67 Triliun
PT Astra Internasional Tbk (ASII) sepanjang 2018 membukukan laba bersih mencapai Rp21,67 triliun, meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp18,84 triliun.
 
Nasional
27/02/2019 17:53 WIB
Kejar Target DPK Lembaga, Bank BTN Gaet Kliring Berjangka Indonesia
Untuk meningkatkan Dana Pihak Ketiga, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membidik dana dari institusi atau lembaga selain dari nasabah ritel. Tahun 2019, di tengah ancaman ketatnya likuiditas, Bank BTN aktif memikat institusi, perusahaan ataupun lembaga untuk menggunakan fasilitas…