JAT
Selasa, 04 Desember 2018 - 18:51 WIB

Bangun Jalan, Ascort Asia Terbitkan SBI JP Rp1 Triliun

Ascort Asia menerbitkan Surat Berharga Investasi Jangka Pendek (SBI JP) senilai Rp1 triliun.Foto/JAT/ECONOMICZONE
Ascort Asia menerbitkan Surat Berharga Investasi Jangka Pendek (SBI JP) senilai Rp1 triliun.Foto/JAT/ECONOMICZONE

ECONOMIC ZONE - Jakarta-Ascort Asia menerbitkan Surat Berharga  Investasi Jangka Pendek (SBI JP) senilai Rp1 triliun. Rencana dana hasil penerbitan surat berharga itu akan diperuntukan bagi Sumber Energi Alam Mineral (SEAM Grup) dalam membangun jalan tambang sepanjang 143 kilometer dan pelabuhan batubara di Katingan, Kalimantan Tengah.

CEO Ascort Asia, Anthony Soewandy mengatakan, SBI JP senilai Rp1 triliun akan terdiri dari tenor 150 hari dan 300 hari dengan nilai masing masing Rp500 miliar. Tapi para pemegang SBI JP dapat melakukan investasi ulang.

“Kedua tenor itu akan mendapatkan bunga sebesar 12% pertahun, Maka investasi di SBI JP akan lebih menarik jika dibandingkan dengan si ekuitas sebab IHSG saja hingga 30 November 2018 turun 5%” kata Anthony di Jakarta, Senin(3/12/2018).

Ia melanjutkan, SBI JP tersebut akan mulai ditawarkan kepada investor ritel sejak hari ini hingga liam bulan mendatang. Adapun nilai pembelian minimal sebesar Rp100 juta.

“Jika berkaca pada penerbitan SBI JP sebelumnya, maka setiap investor ritel umumnya rata-rata berinvestasi sebesar Rp1 miliar.

Adapun jaminan dari penerbitan SBI JP tersebut adalah dua lahan seluas tujuh hektar di Subang Jawa Barat milik SEAM Grup dan Kawasan Industri seluas 128 hektar di Subang Milik SEAM Grup.

Sementara itu, CEO Seam Grup, Asep Sulaeman mengatakan,  50% dana  hasi penerbitkan SBI JP itu akan digunakan untuk pembangunan jalan sepanjang 143 kilometer dari kawasan tambang di Katingan hingga Pelabuhan batubara.

“10% untuk pembangunan dermaga pelabuhan batu bara dan 40% untuk tambang batu krikil untuk bahan baku pembangunan jalan,” kata Asep.

Ia mengatakan, jalan tersebut akan mulai dibangun sekarang hingga rampung pada kaurtal III 2019. Selanjutnya, jalan itu akan dapat digunakan oleh 20 pemegang Ijin Usaha Pertambangan (IUP) batubara di Katingan.

“Tapi setiap pengguna jalan tersebut akan dikenakan baiaya USD3-6 per metrik ton batubara,” kata dia.

Dengan demikian, kata dia, SEAM Grup akan meraup USD60 juta pada tahun pertama dan akan meningkat seiring dengan peningkatan kapasitas produksi batubara di kawasan tersebut.

Komentar

Berita Lainnya

 
Nasional
20/03/2019 22:32 WIB
Dukung WANTANNAS, XL Axiata Sosialisasikan Konten Bela Negara Lewat SMS Broadcast
PT XL Axiata Tbk ( XL Axiata ) mendukung penuh program “Bela Negara” yang dicanangkan oleh Dewan Ketahanan Nasional (WANTANNAS).
 
Nasional
13/03/2019 17:54 WIB
BRI Perkuat Kerjasama Perbankan Dengan Kemendagri
Bank BRI kembali bersinergi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia dan Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) dalam memberikan jasa dan layanan keuangan perbankan berbasis teknologi yang dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman dan Penandatangan…
 
Nasional
04/03/2019 18:27 WIB
Kominfo Gandeng XL Axiata Kembangkan Wahana Belajar Digital “Pojok Pintar Sisternet”
Guna mendorong perempuan Indonesia agar lebih melek teknologi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menginisiasi wahana belajar “Pojok Pintar Sisternet”
 
Nasional
04/03/2019 08:04 WIB
Sasar Millenial, BRI Luncurkan Aplikasi BRImo
Bank BRI meluncurkan aplikasi BRImo, aplikasi BRI Mobile terbaru berbasis data dengan UI/UX (user interface/ user experience) dan fitur-fitur terbaru yang dapat digunakan oleh nasabah maupun non nasabah BRI tanpa perlu datang ke kantor cabang dengan pilihan sumber dana giro, tabungan…
 
Nasional
28/02/2019 19:52 WIB
BNI Sosialisasi DNDF dan LCS
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menggandeng Bank Indonesia mensosialisasi Transaksi Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) dan Local Currencies Settlement (LCS). 
 
Nasional
28/02/2019 18:47 WIB
Astra CetaK Laba Rp21,67 Triliun
PT Astra Internasional Tbk (ASII) sepanjang 2018 membukukan laba bersih mencapai Rp21,67 triliun, meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp18,84 triliun.
 
Nasional
27/02/2019 17:53 WIB
Kejar Target DPK Lembaga, Bank BTN Gaet Kliring Berjangka Indonesia
Untuk meningkatkan Dana Pihak Ketiga, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membidik dana dari institusi atau lembaga selain dari nasabah ritel. Tahun 2019, di tengah ancaman ketatnya likuiditas, Bank BTN aktif memikat institusi, perusahaan ataupun lembaga untuk menggunakan fasilitas…