JAT
Jumat, 26 Oktober 2018 - 15:30 WIB

Meski Tahun Politik, BEI Tetap Optimistis Sambut 2019

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bursa Efek Indonesia.Foto/JAT/ECONOMICZONE
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bursa Efek Indonesia.Foto/JAT/ECONOMICZONE

ECONOMIC ZONE - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja merampungkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perusahaan. Salah satu hasil dari gelaran tersebut, operator sekaligus regulator di industri pasar modal nasional itu telah menyusun sejumlah target kinerja untuk tahun 2019 mendatang. Dalam menyusun target-targetnya, BEI mengaku optimistis meski tahun depan dipenuhi oleh sejumlah agenda politik, seperti Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan juga Pemilihan Umum Presiden (Pilpres). “Ada empat fokus yang kami sasar di tahun depan, yaitu peningkatan kualitas dan kuantitas emiten, peningkatan kapasitas dari Anggota Bursa (AB), pertumbuhan jumlah investor dan juga optimalisasi sistem perdagangan bursa,” ujar Direktur Utama BEI Inarno Djayadi, usai RUPSLB, di Jakarta, Kamis (25/10).

Dalam hal peningkatan kualitas dan kuantitas emiten, menurut Inarno, pihaknya bakal melakukan sosialisasi, pembinaan dan pemantauan rutin serta berkala. Selain itu juga dilakukan pengembangan infrastruktur, regulasi dan sistem aplikasi yang dapat mendukung pencapaian target. Sistem yang tengah dikembangkan saat ini antara lain pengembangan sistem penyampaian dokumen pencatatan secara elektornik (e-registration). Selain itu BEI juga akan meningkatkan sistem penyampaian informasi dari emiten menjadi dua bahasa dan akan terintegrasi dengan sistem penyampaian informasi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dari penawaran umum, Inarno menjelaskan, pihaknya juga akan mengembangkan sistem penawaran umum elektronik (electronic book building) agar menjadi lebih terbuka. Tak hanya itu, BEI juga akan mengembangkan papan akselerasi untuk mengakomodasi perusahaan-perusahaan dengan skala bisnis kecil untuk bisa tercatat di pasar modal. Dalam hal ini, target jumlah perusahaan yang akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) tahun depan dipatok di 35 perusahaan, jumlah penerbitan saham baru (rights issue) sebanyqak 60 perusahaan dan target emisi obligasi corporali ditargetkan 100 emisi.
Sementara terkait Anggota Bursa (AB), Inarno menyatakan pihaknya akan mendukung efektivitas layanan pinjam meminjam efek (securities lending and borrowing/SLB). Selain itu, bursa akan mendorong AB untuk menerapkan simplifikasi pembuakaan rekeningagar lebih banyak menggaet investor. Simplifikasi pembukaan rekening juga dinilai akan mendorong peningkatan jumlah investor yang sudah ada saat ini. Ditargetkan jumlah investor saham tahun depan bisa tumbuh mencapai 25%, sementara jumlah single investor identification (SID) hingga hari ini tercatat sebanyak 808 ribu atau tercatat naik 28% sejak akhir tahun lalu yang sebanyak 628 ribu SID.
Guna mendorong target ini, BEI akan mendukung pendirian perusahaan efek daerah untuk meningkatkan jumlah transaksi perdagangan yang saat ini masih berfokus di kota-kota besar. Untuk mempermudah perusahaan ini, bursa akan memberikan subsidi untuk sertifikasi dan pelatihan bagi tenaga penunjang pasar modal di daerah. Selain itu bursa juga akan meningkatkan infrastruktur di bidang transaksi untuk mengakomodasi perusahaan efek daerah ini. Untuk calon investor, bursa akan menyediakan simulasi perdaganga. Tahun depan, bursa juga menargetkan untuk bisa mengembangkan variasi produr derivati agar lebih banyak produk investasi yang bisa dipilih oleh investor. Beberapa diantaranya pengembangan structured warrants, single stock futures dan index futures.

 

Komentar

Berita Lainnya

 
Nasional
30/01/2019 19:35 WIB
Telkom Bersinergi dengan HIMBARA Memberikan Kemudahan Pembayaran Tagihan IndiHome
Kerjasama antara Telkom dan Bank HIMBARA tersebut meliputi program diskon pembayaran biaya tagihan IndiHome hingga 20% bagi pelanggan baru maupun pelanggan lama IndiHome.
 
Nasional
30/01/2019 19:00 WIB
PTPP Siap Gabung ke Holding Perumahan dan Pengembangan Kawasan
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PP Tbk (PTPP) menyetujui perubahan anggaran dasar perseroan dengan penghapusan status Persero menjadi Non Persero.
 
Nasional
28/01/2019 18:19 WIB
Kementerian BUMN Dorong BTN Naikkan Target Penyaluran KPR
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mendorong PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menaikkan target penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) baik subsidi maupun non-subsidi.
 
Nasional
27/01/2019 15:14 WIB
KEJAR DPK MURAH, BANK BTN GELAR PROGRAM POIN SERBU BTN
Menghadapi persaingan dana pihak ketiga (DPK) khususnya dana murah, perbankan mulai pasang strategi untuk memikat nasabah, diantaranya lewat program poin hadiah dan program undian berhadiah.
 
Nasional
10/01/2019 19:08 WIB
Melantai Perdana, Saham BEEF Melonjak Hingga 50 Persen
Pada Kamis (10/1) pagi hari ini PT Estika Tata Tiara Tbk secara resmi mencatatkan sahamnya untuk diperdagangkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan pencatatan tersebut, maka sebanyak 376,86 juta saham baru atau setara dengan 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh…
 
Nasional
04/01/2019 13:23 WIB
ASABRI Dorong Peningkatan Kesejahteraan Pensiunan
PT ASABRI (Persero) terus mendorong kesejahteraan bagi para pesertanya untuk menabung tambahan (top up) dalam bentuk reksadana bernama Bahana Berimbang Asabri Sejahtera (BBAS). 
 
Nasional
31/12/2018 22:37 WIB
TelkomGroup Siaga Natal & Tahun Baru 2018/2019 TelkomGroup Kawal Kualitas Layanan Prima di Pergantian Tahun 2019
Dalam rangka mengantisipasi lonjakan trafik telekomunikasi nasional pada pergantian tahun 2019, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) secara khusus menyiagakan “Posko TelkomGroup Siaga Natal 2018 dan Tahun Baru 2019”.