EKA
Senin, 11 Januari 2021 - 17:04 WIB

SE Kemenhub, Naik Kereta Api Wajib Rapid Test Antigen

Foto/Dok-KAI/ECONOMICZONE
Foto/Dok-KAI/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Dalam rangka mendukung Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlangsung 11-25 Januari 2021 di sebagaian wilayah Jawa dan Bali, PT Kereta Api Indonesia (persero) mewajibkan pelanggan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa dan Sumatera untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil nonreaktif Rapid Test Antigen. Aturan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Kemenhub No 4 Th 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Pandemi Covid-19.

“Pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau hasil nonreaktif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan. Adapun syarat tersebut tidak diwajibkan untuk pelanggan dengan usia dibawah 12 Tahun,” kata VP Public Relations KAI, Joni Martinus di Jakarta, Senin (11/1).

Selain itu, pelanggan KA Jarak Jauh harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut, memakai face shield, dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang.

Para pelanggan juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung selama perjalanan. Bagi pelanggan KA yang perjalanannya kurang dari 2 jam tidak diperkenankan untuk makan dan minum, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut. Jika di dalam perjalanan pelanggan menunjukan gejala covid, menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare dan demam atau suhu badan lebih dari 37,3 derajat celsius maka pelanggan tidak boleh melanjutkan perjalanan selanjutnya diturunkan di stasiun terdekat untuk dilakukan pemeriksaan.

“Untuk mencegah penyebaran Covid-19, setiap pelanggan KA wajib untuk mematuhi protokol Kesehatan dan menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” pungkasnya.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
22 jam yang lalu
BNI Bantu Korban Gempa Mamuju
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI turut berduka cita yang mendalam serta turut berbelasungkawa atas jatuhnya korban meninggal dunia dalam bencana gempa Bumi di Majene-Mamuju.
 
Nasional
15/01/2021 11:44 WIB
Jasa Raharja Sampaikan Santunan Kepada Enam Ahli Waris Korban SJ-182
Jasa Raharja telah menyerahkan santunan kepada enam ahli waris korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.
 
Nasional
14/01/2021 22:37 WIB
Ketum POSSI, Ali Mochtar Ngabalin Kunjungi JICT, Untuk Beri Dukungan Kepada Para Penyelam
Ketum Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) DKI Jakarta, Ali Mochtar Ngabalin, mengunjungi Jakarta International Container Terminal (JICT).
 
Nasional
14/01/2021 22:30 WIB
Korban SJ-182 Jenazah Okky Bisma Diserahkan ke Pihak Sriwijaya Air Dan Juga Keluarga
Sriwijaya Air menerima secara langsung jenazah Okky Bisma, korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kep. Seribu dari Tim Disaster Victim Identification (DVI) POLRI.
 
Nasional
14/01/2021 21:11 WIB
BPBD Hulu Sungai Selatan Lakukan Penanganan Darurat Banjir
BPBD Kabupaten Hulu Sungai Selatan melakukan upaya penanganan darurat bencana banjir. Sebanyak 6 kecamatan di wilayahnya terdampak banjir yang terjadi sejak Rabu (13/1), pukul 22.45 waktu setempat.
 
Nasional
14/01/2021 20:41 WIB
TNI AL Kerahkan Pesawat Patroli Maritim Cari Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182
TNI AL melibatkan unsur udara Pesawat CN-235 MPA untuk turut membantu pencarian korban kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC yang jatuh sabtu pekan lalu di Perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kamis (14/1/21).
 
Nasional
14/01/2021 20:20 WIB
Dua Rumah Warga Mamuju Rusak Akibat Guncangan Kuat Gempa M5,9
Dua rumah warga Mamuju mengalami kerusakan saat gempa M5,9 terjadi pada Kamis siang (14/1), pukul 13.35 WIB. Beberapa BPBD masih melakukan pendataan terkait dampak gempa yang terjadi di darat sekitar 4 km barat laut Majene Sulawesi Barat.
Telkomsel