MA
Senin, 11 Januari 2021 - 10:20 WIB

Kepala BNPB: Mengharapkan Kesadaran Masyarakat di Lokasi Bencana Bersedia Relokasi

Foto/Dok BNPB/Economiczone
Foto/Dok BNPB/Economiczone
Dummy

ECONOMIC ZONE - Kepala BNPB Doni Monardo mengharapkan kesadaran masyarakat yang ada di lokasi bencana tanah longsor Cihanjuang bersedia untuk direlokasi. Hal tersebut disampaikan Doni saat berkunjung di lokasi longsor Desa Cihanjuang, Kecamatan  Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Minggu pagi (10/1). 

Doni menyampaikan, masyarakat jangan dulu menempati rumah di kawasan berbahaya sampai pemerintah pusat dan pemerintah provinsi mengeluarkan hasil kajian pendataan rumah-rumah yang masih boleh ditempati kembali. 

"Bagi yang sudah diputuskan, kawasan itu adalah zona merah masyarakat harus ikhlas melepaskan rumah dan tanahnya untuk direlokasi di tempat yang baru," lanjut Doni di lokasi bencana pada Minggu (10/1). 

Lebih lanjut Doni mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang akan membantu dalam penyediaan lahan relokasi. "Tadi pagi Bapak Bupati akan menyiapkan lahan desa untuk relokasi bagi masyarakat yang rumahnya nanti tidak boleh lagi ditempati," jelasnya. 

Pada kesempatan itu juga, ia menyampaikan  bahwa skema bantuan dari pemerintah pusat untuk kerusakan rumah dengan kategori rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Pemerintah akan memberikan bantuan stimulan yang rumahnya rusak berat sebesar Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta dan rusak ringan Rp10 juta. Sampai dengan tadi pagi, jumlah kerusakan masih dalam pendataan BPBD Kabupaten Sumedang. 

Kepala BNPB Doni Monardo memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp1 miliar untuk penanganan darurat bencana longsor Cihanjuang. Pemberian bantuan kepada Bupati Sumedang ini disaksikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di lokasi pos komando yang berlokasi di SMA Negeri Cihanjuang. 

Saat ini proses evakuasi korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Data sementara Pusat Pengendalian Operasi BNPB pada Minggu (10/1), pukul 08.22 WIB, korban meninggal sebanyak 19 jiwa. Korban dari peristiwa longsor utama yang telah berhasil dievakusi sebanyak 8 jiwa, sedangkan korban pada longsor susulan sebanyak 11 jiwa. Selain korban meninggal, 18 warga mengalami luka-luka, dengan rincian luka berat 3 jiwa dan luka ringan 15. 

Sementara itu, warga yang dievakuasi sebanyak 150 orang. BPBD Kabupaten Sumedang dengan bantuan dinas sosial dan BPBD Provinsi Jawa Barat mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan permakanan warga terdampak. 

Tanah longsor ini terjadi wilayah Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu sore (9/1), sekitar 16.00 WIB. Namun, longsor susulan kembali terjadi di sekitar lokasi pertama pada pukul 19.30 WIB. 

Longsoran pertama dipicu curah hujan tinggi  dan kondisi tanah tidak stabil. Kemudian longsor susulan terjadi pada saat petugas masih melakukan evakuasi korban di sekitar area longsoran pertama. 

Dari jumlah jiwa yang meninggal, Danramil Kecamatan Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang turut menjadi korban. Saat itu mereka berada di lokasi untuk merespon longsoran pertama. Sementara ini, berdasarkan informasi dari BPBD, diperkirakan banyak orang masih tertimbun longsoran susulan. 

Doni Monardo yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 menyampaikan turut berduka cita atas peristiwa tanah longsor Cihanjuang, khususnya kepada petugas yang meninggal pada saat melakukan penanganan darurat di lokasi bencana. 

Kabupaten Sumedang termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 26 kecamatan teridentifikasi berpotensi bahaya dengan kategori tersebut, sedangkan luas bahaya sekitar 60.872 hektar.

Dilihat dari prakiraan cuaca Info BMKG, pada  hari ini (10/1) dan esok, kecamatan Cimanggung masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan petir. Sedangkan wilayah Provinsi Jawa Barat, terpantau berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. 

BNPB berharap masyarakat dapat tetap waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor maupun angin kencang. Persiapan diri sendiri, keluarga dan komunitas sangat dibutuhkan sehingga dampak korban jiwa dapat dihindari sedini mungkin, khususnya di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.


 

TAGS
  1. BNPB
Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
22 jam yang lalu
Delapan Kecamatan di Manado Dilanda Banjir
Delapan kecamatan di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, terdampak banjir. Peristiwa ini berlangsung pada hari ini, Jumat (22/1), sekitar pukul 12.00 waktu setempat atau 11.00 WIB. BPBD Kota Manado melaporkan hujan sebagai salah satu pemicu terjadinya bencana tersebut.
 
Nasional
22 jam yang lalu
Dukung Program Ketahanan Pangan, RNI siap Jaga Ketersediaan Daging
PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) bersama BUMN Klaster Pangan siap membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas harga daging. Untuk itu, guna memastikan ketersediaan dan pemerataan distribusi, RNI menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti Kementerian Perdagangan,…
 
Nasional
22/01/2021 17:50 WIB
Masuk Transisi Pemulihan, BNPB Minta Pendataan Kerusakan Rumah Pascagempa Sulbar M 6,2 Segera Diselesaikan
Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta proses pendataan kerusakan rumah warga terdampak Gempabumi Sulawesi Barat (Sulbar) Magnitudo 6,2 agar segera diselesaikan.
 
Nasional
22/01/2021 17:45 WIB
Kemnaker Buka Posko Dapur Umum Bagi Korban Gempa di Sulawesi Barat
Kementerian Ketenagakerjaan melalui BLK Makassar membuka posko dapur umum untuk membantu para pengungsi korban bencana gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Barat.
 
Nasional
22/01/2021 13:44 WIB
Lima Rumah Warga Kepulauan Talaud dan Satu Gereja Terdampak Gempa M7,0
Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud melaporkan sejumlah rumah warga dan bangunan terdampak gempa dengan magnitudo 7,0. Gempa yang terjadi pada Kamis malam (21/1), pukul 19.23 WIB berada 132 km timur laut Melonguane, Sulawesi Utara.
 
Nasional
22/01/2021 13:27 WIB
Jaringan Listrik Wilayah Terdampak Berangsur Pulih Pascagempa M6,2
Jaringan listrik di wilayah terdampak gempa M6,2 berangsur pulih. PLN bergerak cepat untuk memperbaiki kelistrikan di wilayah Kabupaten Mamuju dan Majene, Provinsi Sulawesi Barat.
 
Nasional
22/01/2021 13:23 WIB
Warga Kepulauan Talaud Rasakan Guncangan Kuat Gempa M7,0
Warga Kepulauan Talaud merasakan guncangan kuat saat gempa terjadi pada Kamis (21/1), sekitar pukul 19.23 WIB. BMKG melaporkan pemutakhiran parameter gempa pada magnitudo 7,0 serta berada 132 km timur laut Melonguane, Sulawesi Utara.
Telkomsel