Aldhi Chandra
Kamis, 12 November 2020 - 17:22 WIB

UU Cipta Kerja Tingkatkan Produktivitas Tenaga Kerja

Foto/Dok Kemnaker/Economiczone
Foto/Dok Kemnaker/Economiczone
Dummy

ECONOMIC ZONE - Produktivitas Indonesia masih berada di bawah rata-rata produktivitas ASEAN. UU Cipta Kerja diharapkan mampu memperbaiki iklim ketenagakerjaan yang dapat mendukung peningkatan produktivitas nasional.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, menyebut bahwa produktivitas Indonesia masih berkisar di angka 74,4 persen. Angka ini masih berada di bawah rata-rata produktivitas ASEAN sebesar 78,2 persen.

Dari sisi produktivitas ini, Indonesia juga masih kalah dengan negara-negara tetangga seperti Filipina (86,3 persen), Singapura (82,7 persen), Thailand (80,1 persen), dan Vietnam (80 persen).

Bahkan jika dibandingkan dengan negara lain yang produktivitasnya di bawah rata-rata ASEAN, Indonesia masih kalah dari Laos (76,7 persen) dan Malaysia (76,2 persen).

"Environment peningkatan produktivitas ini dapat kita ciptakan melalui UU Cipta Kerja," kata Sekjen Anwar Sanusi saat menyampaikan sambutan pada acara Forum Komunikasi Staf Ahli Menteri (Forkomsam) di Bogor, Jawa Barat, hari Kamis (12/11).

Sekjen Kemnaker menyatakan, peningkatan produktivitas tersebut dapat diwujudkan karena Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) bertujuan menyederhanakan, menyingkronkan, dan memangkas regulasi yang menghambat penciptaan lapangan kerja, sekaligus sebagai instrumen untuk penyederhanaan dan peningkatan efektifitas birokrasi.

"Jadi sekarang kita bukan hanya menciptakan tenaga kerja terampil, tapi kita betul-betul menciptakan ekosistem, environment ketenagakerjaan itu sendiri," katanya.

Selain produktivitas, UU Cipta Kerja juga bertujuan untuk menyelesaikan tantangan ketenagakerjaan lainnya. Salah satunya adalah bonus demografi.

"UU Cipta Kerja juga sebagai sarana untuk memanfaatkan bonus demografi Indonesia. Di mana Indonesia kini memiliki bonus demografi dengan sebagian besar penduduknya berusia produktif atau kerja," kata Sekjen Anwar.

Dikatakan Sekjen Anwar, UU ini ini juga dibutuhkan agar memanfaatkan bonus demografi, dan membantua Indonesia keluar dari jebakan negara berpengasilan menengah.

Ditambah lagi, pandemi Covid-19 yang berdampak sangat besar terhadap sektor ketenagkerjaan. Data yang tercatat oleh Kementerian Ketenagakerjaan, terdapat 3,1 juta pekerja, baik yang dirumahkan maupun yang terkena PHK, akibat pandemi Covid-19.

"Ini kalau benar-benar kita kelola dengan baik akan memberikan opportunity yang luar biasa. Hal tersebut merupakan salah satu yang menjadi urgensi diterbitkannya UU Cipta Kerja," pungkasnya.

TAGS
  1. Kemnaker
Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
8 jam yang lalu
Blue Bird Berikan Penghargaan kepada Ratusan Pengemudi dan Karyawan
Situasi dan kondisi tak menentu dari pandemi COVID-19 tidak mengurungkan niat PT Blue Bird Tbk dalam memberikan apresiasi serta penghargaan kepada pengemudi dan karyawan loyal yang telah bersama perusahaan selama puluhan tahun melalui acara tahunan Satya Lencana.
 
Nasional
8 jam yang lalu
BNSP, Jumlah Tenaga Kerja Bersertifikat Kompetensi Capai 4,9 Juta Orang
Badan Nasional Sertifikasi Kompetensi (BNSP) mengemukakan bahwa hingga tahun 2020, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) terlisensi telah mencapai 1.827 LSP, dengan rincian LSP P1 sebanyak 1.448l; LSP P2 sebanyak 81; dan LSP P3 sebanyak 308.
 
Nasional
10 jam yang lalu
Pelindo III dan Himbara Sinergi Garap ‘Integrated E-Gate Sytem’ di ‘Greenport’ Labuan Bajo
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) bersama Bank BNI, Bank BRI dan Bank Mandiri melaksanakan penandatanganan Memorandum of Collaboration.
 
Nasional
10 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem UMKM, LinkAja Gandeng Kospin JASA
Koperasi, memiliki peran penting dalam memajukan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi para anggota dan masyarakat. Sebagai salah satu upaya mendukung Pemerintah mempercepat terwujudnya koperasi modern, LinkAja resmi bekerjasama dengan Koperasi Simpan Pinjam JASA (Kospin JASA) melalui…
 
Nasional
10 jam yang lalu
Kampanye Menggunakan Masker, Garuda Indonesia-Pertamina Luncurkan Mask Livery Batik Tambal
Maskapai Garuda Indonesia bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan desain mask livery motif batik “Tambal” khas Yogyakarta pada armada Boeing 777-300 ER. Desain mask livery tersebut merupakan hasil karya Johana Angelia Christian, pemenang tahap keempat kompetisi “Fly Your…
 
Bisnis
13 jam yang lalu
Lion Parcel Penuhi Ekspektasi Pasar dengan Harga “ONEPACK” Lebih Ekonomis
Lion Parcel (PT. Lion Express), perusahaan jasa pengiriman terkemuka di Indonesia, terus memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan pengiriman yang cepat dan handal, dengan harga terjangkau. Kali ini, Lion Parcel berinovasi melalui layanan unggulannya “ONEPACK” yang kini dapat…
 
Nasional
30/11/2020 18:30 WIB
Presiden Jokowi: Tidak Ada Tempat di Tanah Air bagi Terorisme
Presiden Joko Widodo mengutuk keras segala bentuk tindak teror dan di luar batas kemanusiaan yang terjadi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Presiden juga menegaskan bahwa tak ada satupun tempat di Tanah Air bagi tindak terorisme tersebut.
Telkomsel