Aldhi Chandra
Kamis, 05 November 2020 - 15:49 WIB

Rawat Kulit dan Rambut Sesuai DNA dengan Prodia Skin and Hair Genomics

Foto/Dok Prodia/Economiczone
Foto/Dok Prodia/Economiczone
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Prodia Widyahusada Tbk kembali meluncurkan pemeriksaan berbasis gen dari rangkaian Prodia Genomics yang ke-9, yakni Prodia Skin and Hair Genomics. Prodia Skin and Hair Genomics merupakan pemeriksaan genomik yang dapat mengidentifikasi kondisi dan tendensi kesehatan kulit dan rambut serta kecukupan nutrisi berdasarkan profil genetik.

Berdasarkan data Global Burden of Disease (GBD) tahun 2013, disebutkan bahwa penyakit kulit berkontribusi sebesar 1.79% terhadap beban penyakit secara global jika diukur berdasarkan hitungan disability-adjusted life years (DALYs). Jenis-jenis penyakit kulit tersebut diantaranya adalah dermatitis, acne vulgaris (jerawat), urticaria, psoriasis dan penyakit kulit yang disebabkan virus maupun jamur.

Penyakit ataupun kondisi yang terkait dengan kesehatan kulit dan rambut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal saja, melainkan dipengaruhi juga oleh faktor genetik. Dengan mengetahui faktor genetik terkait kondisi dan tendensi kesehatan kulit dan rambut secara personalized, upaya pencegahan dapat dilakukan agar lebih tepat sasaran hingga penyesuaian produk atau treatment yang akan digunakan. “Menjaga serta merawat kesehatan rambut dan kulit rasanya saat ini sudah menjadi gaya hidup yang tidak hanya dilakukan oleh wanita saja.

Untuk itu, kami hadirkan Prodia Skin and Hair Genomics untuk mempermudah masyarakat mengenal kondisi kulit dan rambut mereka agar lebih tepat menentukan perawatan ataupun penggunaan produk yang memang sesuai dengan profil genetik tubuh”, jelas Indriyanti Rafi Sukmawati, Business and Marketing Director Prodia saat pembukaan grand launching Prodia Skin and Hair Genomics yang digelar secara virtual.

Hasil pemeriksaan ini dibagi ke dalam 3 chapter, yakni chapter Skin, chapter Hair dan chapter Skin and Hair. Chapter Skin memaparkan profil kondisi kulit seseorang seperti tendensi risiko keparahan jerawat, kerutan dan degradasi kolagen hingga risiko penyakit maupun alergi seperti atopic dermatitis, psoriasis, dll. Chapter Hair menunjukkan tendensi pertumbuhan dan kekuatan rambut seseorang hingga risikonya terhadap kerontokan maupun kebotakan.

Sedangkan Chapter Skin and Hair memberikan informasi terhadap kebutuhan nutrisi kulit dan rambut yang sesuai profil genetik seseorang. Hasil pemeriksaan ini juga dilengkapi dengan 3 jenis rekomendasi yakni diet recommendation, lifestyle recommendation & treatment recommendation.

Sama halnya dengan pemeriksaan genomik lainnya, pemeriksaan ini juga hanya dilakukan satu kali seumur hidup dan akan semakin berdampak baik jika dilakukan sedini mungkin, yakni sejak usia 18 tahun. Pemeriksaan Prodia Skin and Hair Genomics dapat dilakukan oleh seluruh individu yang ingin mengetahui risiko genetik terhadap kondisi kulit dan rambut serta kecukupan nutrisi kulit dan rambut.

Sebagai contoh jenis jerawat yang biasa dialami setiap orang berbeda, respon tanning pun berbeda yaitu orang dengan kulit yang lebih cepat terbakar dan ada juga tipikal kulit yang lebih lambat terbakar. Dengan pemeriksaan ini, kita juga dapat melihat tendensi kebotakan pada pria maupun wanita yang dipengaruhi oleh genetik dan hormonal.

Sejak tahun 2018 Prodia terus mengembangkan dan meluncurkan pemeriksaan berbasis genetik yang dikemas dalam Prodia Genomics, diantaranya Prosafe NIPT untuk melihat risiko kelainan kromosom pada janin, CArisk untuk melihat risiko terhadap 13 jenis kanker, DIArisk yang dapat mendeteksi risiko beberapa penyakit diabetes, TENSrisk untuk melihat risiko terhadap penyakit hipertensi, VASCULArisk yang dapat mendeteksi risiko penyakit
kardiovaskular dan serebrovaskular, Prodia Nutrigenomics yang membantu seseorang mengetahui kecocokan nutrisi serta jenis olahraga yang sesuai genetik tubuh, IMMUNErisk untuk mengetahui risiko terhadap penyakit autoimun dan alergi, Prodia Bone, Muscle and Joint Genomics untuk melihat tendensi penyakit otot , tulang dan sendi, hingga Prodia Wellness Genomics untuk meilhat risiko 40 jenis penyakit sekaligus.

TAGS
  1. Prodia
Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
7 jam yang lalu
Presiden, Kita Sangat Optimistis dalam Pengendalian Covid-19
Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemerintah sangat optimistis dalam pengendalian pandemi Covid-19. Optimisme tersebut didasari oleh sejumlah angka-angka indikator pengendalian Covid-19 di Indonesia.
 
Nasional
7 jam yang lalu
Transformasi Bank, Kunci Lolos dari Pandemi
Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Royke Tumilaar mendapatkan anugerah Bankers of The Year 2020 dalam ajang E- Awarding Infobank Top 100 Bankers 2020.
 
Nasional
8 jam yang lalu
Pelopor Perdamaian Indonesia Pilar Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Pandemi covid-19 beserta ekses dari kebijakan serta tindakan penanganannya membawa implikasi yang merubah tata kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Ini berpotensi mengancam keserasian sosial dan perdamaian pada umumnya. Maka, Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Jenderal Perlindungan…
 
Nasional
8 jam yang lalu
Blue Bird Berikan Penghargaan kepada Ratusan Pengemudi dan Karyawan
Situasi dan kondisi tak menentu dari pandemi COVID-19 tidak mengurungkan niat PT Blue Bird Tbk dalam memberikan apresiasi serta penghargaan kepada pengemudi dan karyawan loyal yang telah bersama perusahaan selama puluhan tahun melalui acara tahunan Satya Lencana.
 
Nasional
8 jam yang lalu
BNSP, Jumlah Tenaga Kerja Bersertifikat Kompetensi Capai 4,9 Juta Orang
Badan Nasional Sertifikasi Kompetensi (BNSP) mengemukakan bahwa hingga tahun 2020, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) terlisensi telah mencapai 1.827 LSP, dengan rincian LSP P1 sebanyak 1.448l; LSP P2 sebanyak 81; dan LSP P3 sebanyak 308.
 
Nasional
10 jam yang lalu
Pelindo III dan Himbara Sinergi Garap ‘Integrated E-Gate Sytem’ di ‘Greenport’ Labuan Bajo
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) bersama Bank BNI, Bank BRI dan Bank Mandiri melaksanakan penandatanganan Memorandum of Collaboration.
 
Nasional
10 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem UMKM, LinkAja Gandeng Kospin JASA
Koperasi, memiliki peran penting dalam memajukan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi para anggota dan masyarakat. Sebagai salah satu upaya mendukung Pemerintah mempercepat terwujudnya koperasi modern, LinkAja resmi bekerjasama dengan Koperasi Simpan Pinjam JASA (Kospin JASA) melalui…
Telkomsel