Aldhi Chandra
Selasa, 06 Oktober 2020 - 21:14 WIB

OYO Gandeng e-wallet OVO dan GoPay untuk Permudah Booking dan Refund Konsumen

Foto/Ist/ECONOMICZONE
Foto/Ist/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - OYO Indonesia kembali mengukuhkan komitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi tamu di tanah air. Kali ini, perusahaan menggandeng OVO dan GoPay selaku e-wallet terkemuka di Indonesia, untuk mengintegrasikan sistem pembayaran elektronik di aplikasi OYO. Selain mempermudah pembayaran dan proses refund bagi tamu, layanan ini sekaligus memperkuat penerapan protokol kesehatan di ekosistem OYO melalui digitalisasi, sehingga mengurangi kontak fisik. 

Agus Hartono Wijaya, Country Head OYO Hotels and Home Indonesia mengatakan, “Hadirnya integrasi fitur e-wallet ini merupakan komitmen kami untuk terus meningkatkan pelayanan bagi para tamu di Indonesia. Sebagai jaringan akomodasi terkemuka yang menggunakan pendekatan teknologi sebagai DNA perusahaan, kami juga secara proaktif berinovasi untuk mendigitalisasi pengalaman menginap para tamu, terlebih di tengah pandemi saat ini. Hadirnya e-wallet ini diharapkan dapat mempermudah sekaligus mempercepat proses refund dan pembayaran, serta mengurangi kontak fisik pada point-of-purchase yang biasanya dilakukan di meja resepsionis hotel saat bertransaksi,”

Layanan e-wallet ini bisa digunakan sebagai metode pembayaran serta pengajuan refund melalui aplikasi OYO. Setelah melakukan pencarian dan pemesanan hotel yang diinginkan di aplikasi OYO, tamu akan diarahkan pada pemilihan metode pembayaran yaitu transfer bank, kartu debit/kredit, atau e-wallet. 

Sementara itu untuk proses refund, tamu akan menerima konfirmasi melalui email setelah mengajukan proses refund. Kemudian tamu dapat mengakses link yang ada di email tersebut untuk mengisi detail pemesanan seperti booking id, email, dan nomor telepon. Kemudian, tamu dapat memilih metode pembayaran melalui e-wallet ataupun transfer bank. Setelah mengisi data, OYO akan segera memproses permintaan tersebut.

Integrasi sistem pembayaran ini juga turut hadir sebagai inisiatif lanjutan dari Sanitized Stay, komitmen jangka panjang OYO dalam memastikan penerapan protokol kesehatan dan keselamatan dalam operasional secara komprehensif mulai dari proses check-in hingga check-out. Melalui digitalisasi sistem pembayaran ditambah dengan fitur contactless check-in yang diluncurkan beberapa waktu yang lalu, memungkinkan tamu dapat melakukan seluruh proses pemesanan kamar, check-in dan pembayaran dengan lebih seamless melalui perangkat pintar mereka, tanpa harus berinteraksi langsung dengan staf hotel.

Lebih lanjut, adanya peraturan pembatasan wilayah yang dilakukan pemerintah saat awal masa pandemi berdampak pada peningkatan permintaan pengembalian dana. Meskipun begitu, Selama 6 bulan terakhir, hanya sekitar 2% dari total pelanggan OYO di Indonesia yang membuat permintaan pengembalian dana, dan saat ini OYO telah menyelesaikan lebih dari 99.4% permintaan pengembalian dana tersebut. Hal ini berarti hanya terdapat sekitar 0,6% pelanggan yang mengalami penundaan pengembalian dana saat ini, dikarenakan OYO masih menunggu tamu untuk menginput nomor rekening/e-wallet melalui link yang diberikan. 

Adapun beberapa hal yang menghambat proses pengembalian dana, seperti data pelanggan yang tercantum tidak akurat; seperti email yang tidak lengkap, nomor telepon dan/atau detail rekening bank yang diberikan tidak tepat. Sehingga, melalui integrasi sistem pembayaran dengan e-wallet, OYO menargetkan proses pembayaran refund konsumen dapat dilakukan secara lebih mudah dan terselesaikan dalam jangka waktu paling lama 1 minggu. 

“Prioritas utama OYO dalam menjalankan bisnis adalah selalu berusaha untuk memberikan nilai tambah serta hasil yang terbaik bagi mitra pemilik aset, tamu, dan karyawan kami. Kami berharap bahwa kombinasi fitur pembayaran e-wallet, program sanitize stay serta contactless check-in dapat memudahkan dan memberikan peace of mind pada tamu kami dalam pengalaman menginap mereka di OYO, terlebih di masa pandemi saat ini,” tambah Agus.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
1 jam yang lalu
BNI dan PNM Kerjasama Pulihkan Ekonomi
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) semakin fokus mendorong gerakan perekonomian rakyat.
 
Nasional
16 jam yang lalu
Laksda TNI (Purn) Soleman Ponto, Situasi di Papua Saat Ini Bukan Konflik Bersenjata
Pusat Studi Kemanusiaan dan Pembangunan (PSKP) menggelar Diskusi Webinar Series ke-19 di Jakarta, dengan tema “Pendekatan Kemanusian dan Keamanan di Papua”, Kamis (3/12/2020).
 
Nasional
16 jam yang lalu
Gojek, Hollaback! Jakarta, dan KAKG Jalankan Edukasi Anti-Kekerasan Seksual
Pada momen peringatan “16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP)”, Gojek bersama dengan Hollaback! Jakarta dan Kolektif Advokat untuk Kesetaraan Gender (KAKG), meluncurkan inisiatif edukasi online terkait anti kekerasan seksual untuk jutaan mitra driver. Kolaborasi multi-sektor…
 
Nasional
17 jam yang lalu
Kemnaker Gandeng Pemda Perkuat Kerja Sama Pelatihan Kerja
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah (pemda) tingkat provinsi, Kabupaten/ kota. Hal ini lakukan agar akses program-program pelatihan kerja baik di pusat maupun daerah akan semakin mudah dan terjangkau masyarakat.
 
Industri
17 jam yang lalu
Dengan Fungsi Fleksibel, AQUA Japan Hadirkan Freezer Dual Chamber Series
Berkomitmen menghadirkan produk-produk elektronik yang inovatif, produsen elektronik rumah tangga AQUA Japan tahun ini menghadirkan chest frezeer terbaru, yaitu Dual Chamber series. Terdiri dari seri AQF-305DC dan AQF-385DC. Dilengkapi fitur Dual Temperature Cooling and Freezing,…
 
Nasional
17 jam yang lalu
Kasus COVID-19 Meningkat, Penerapan 3M Harus Diperketat
Pada kamis (3/12), Indonesia mencatatkan rekor baru penambahan kasus COVID-19 hingga 8.369. Di sisi lain, aktivitas masyarakat di luar rumah semakin padat, terlebih menjelang akhir tahun. Agar tetap aman beraktivitas, masyarakat harus terus patuh dan menerapkan protokol 3M (memakai…
 
Nasional
17 jam yang lalu
Pelatihan BLK Komunitas Disesuaikan dengan Kebutuhan Pasar Kerja
Kementerian Ketenagakerjaan melakukan pengembangan program pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan industri yang ada di sekitar lokasi BLKK.
Telkomsel