Aldhi Chandra
Jumat, 04 September 2020 - 14:42 WIB

Dukung Gerakan Produktivitas Nasional, Kemnaker Luncurkan SIPRONI

Foto/Dok-Kemnaker/ECONOMICZONE
Foto/Dok-Kemnaker/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Dalam rangka peningkatan daya saing dan produktivitas, Kementerian Ketenagakerjaan meluncurkan Sistem Informasi Layanan Produktivitas Terkini (SIPRONI) di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/8/2020).

Dirjen Binalattas Kemnaker, Budi Hartawan, mengatakan, peningkatan layanan produktivtlitas saat ini diarahkan agar implementasi peningkatan produktivitas dapat menghasilkan output yang fokus, masif, dan berkesinambungan

"Sistem aplikasi SIPRONI ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara cepat kebutuhan peningkatan produktivitas setiap sektor usaha," ujar Budi Hartawan dalam sambutannya secara virtual.

Budi Hartawan menjelaskan, SIPRONI merupakan suatu metode pengukuran produktivitas dengan pendekatan efisiensi proses produksi yang telah menghasilkan output.

"Dengan mengukur tingkat produktivitas suatu perusahaan menggunakan SIPRONI, maka akan diperoleh gambaran kondisi dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kita dalam mewujudkan cita-cita pembangunan, serta dapat melihat sejauh mana kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi," ujar Budi Hartawan.

Budi Hartawan mengungkapkan, walaupun upaya peningkatan produktivitas telah dilakukan lebih dari tiga puluh tahun (sejak tahun 1968), tetapi berdasarkan data dan informasi yang ada, tingkat produktivitas Indonesia terlihat belum cukup memuaskan jika dibandingkan dengan tingkat produktivitas negara-negara tetangga.

Menurut World Economic Forum (WEF), dalam The Global Competitiveness Report 2019, skor daya saing Indonesia pada tahun 2019 sebesar 64,6 dan menempati peringkat 50 dari 141 negara yang tercakup.

Ia menegaskan, dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai sekitar 265 juta jiwa, sebagian merupakan penduduk usia produktif dan dapat menjadi mesin raksasa yang produktif apabila mampu menciptakan tenaga kerja Indonesia yang berdaya saing dan produktif.

Karenanya, lanjut Dirjen Budi Hartawan, peningkatan daya saing dan produktivitas angkatan kerja Indonesia harus dilakukan secara sistematis dan terpadu. "Yakni melalui peningkatan kualitas tenaga kerja, dengan melibatkan seluruh kementerian, dan lembaga pemerintah, industri/perusahaan, serta asosiasi profesi," jelasnya.

SIPRONI ini juga merupakan salah satu langkah dalam mendukung Gerakan Produktivitas Nasional (GPN) yang akan dilengkapi dengan pembentukan Forum Produktivitas Kerja. Hal ini untuk meningkatkan peran serta aktif Pemerintah (Pusat dan Daerah), pelaku usaha (perusahaan dan industri), Serikat Pekerja dan Akademisi di Indonesia.

Ia berharap melalui sistem SIPRONI ini, Kemnaker akan mampu menyiapkan SDM yang berdaya saing dan produktif sebagai bagian dari peningkatan daya saing nasional. "Serta seiring dengan itu juga akan meningkatkan produktivitas nasional," katanya.

Kadisnakertrans Provinsi Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi, berharap kehadiran SIPRONI dapat membantu masyarakat memahami perannya dalam peningkatan produktivitas nasional. "Peluncuran aplikasi SIPRONI ini diharapkan masyarakat khususnya stakeholder, dunia pendidikan dan dunia usaha dapat bersatu meningkatkan produktivitas, apa yang harus dilakukan dan sebagainya," katanya.

Peluncuran aplikasi SIPRONI yang disiarkan secara virtual di 34 provinsi. Acara ini dihadiri oleh Direktur Bina Produktivitas, Fahrurozi; dan pejabat tinggi pratama, pengawas dan administrator di lingkungan Kemnaker; para Kadisnaker se-Indonesia; kalangan akademisi; serta komunitas UMKM binaan.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Bisnis
7 jam yang lalu
Neem: Rahasia alami Himalaya Since 1930 untuk melawan jerawat
Jerawat telah menjadi masalah yang paling banyak dialami wanita. Namun, menemukan solusi yang tepat untuk jerawat adalah masalah yang berbeda. Dibutuhkan waktu dan kesabaran untuk menanganinya. Prosesnya yang panjang sering menyebabkan wanita merasa insecure dan mencari cara untuk…
 
Nasional
11 jam yang lalu
Semakin Aman, Super App GoBiz Terus Jadi Andalan Mitra Usaha dengan Fitur Kelola Pegawai
Gojek kembali menjawab kebutuhan para mitra usaha dengan menghadirkan fitur Kelola Pegawai pada super app GoBiz (versi 3.19) - aplikasi manajemen bisnis untuk mitra usaha Gojek. Fitur Kelola Pegawai menambah lapisan perlindungan data usaha mitra, memudahkan pemilik usaha dalam mengelola…
 
Nasional
11 jam yang lalu
Berbobot Ringan, Garmin Forerunner 745 Hadir dengan Fitur Berlimpah
Garmin Indonesia hari ini meluncurkan Forerunner 745, jam tangan GPS canggih bagi para pelari dan atlet triathlon yang membutuhkan perangkat pendamping saat berolahraga.
 
Nasional
24/09/2020 14:30 WIB
BRI Gandeng Startup Unicorn, Akselerasi Penyaluran KUR Digital
Sebagai terobosan mendukung UMKM agar bertahan dan bangkit dari pandemi COVID-19, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengakselerasi penyaluran Kredit Usaha Rakat (KUR) secara digital melalui kerja sama dengan eksosistem platform e-commerce dan ride hailing.
 
Nasional
24/09/2020 14:23 WIB
Pengguna Aplikasi MyPertamina Meningkat 800 Persen di Jateng dan Jogja
PT Pertamina (Persero) terus mengedepankan pelayanan kepada masyarakat yang aman sesuai dengan protokol Covid-19, salah satunya adalah mendorong pelanggan untuk menggunakan pembayaran non tunai melalui aplikasi MyPertamina.
 
Nasional
23/09/2020 22:54 WIB
Greenfields Meluncurkan Produk Susu Terbarunya
Ahli produk susu dan produk olahan susu, Greenfields hari ini meluncurkan produk susu terbarunya, Greenfields Fresh Jersey Milk, produk susu sapi Jersey pertama dan satu-satunya di Indonesia. Greenfields Fresh Jersey Milk terbuat dari 100% susu sapi Jersey segar yang diperah dan…
 
Nasional
23/09/2020 22:47 WIB
Menaker Ida: Hari ini Subsidi Upah/Gaji Tahap IV Cair
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, memastikan penyaluran subsidi upah/gaji tahap IV telah dicairkan bagi pekerja/buruh yang berhak menerima sesuai kriteria Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa…
Dummy